menceritakan kisah sepasang kekasih yang saling mencintai, hubungan mereka tidak direstui oleh
keluarga wanita
aku mencintaimu dengan tulus, seperti engkau mencintai ku dan menerima aku dengan apa adanya aku berdoa semoga kita berjodoh
Arumita Baskoro_
aku memang lelaki biasa, tapi aku tulus mencintaimu,aku akan selalu berjuang
untuk kamu, kalau memang kita jodoh
setiap rintangan pasti akan bisa kita lewati,
rialji aresta_
👍👍👍👍
Di sebuah mall yang berada di Bandung terdapat seorang wanita bersama dengan sahabatnya seperti biasanya waktu libur wekken ataupun hari Minggu mereka akan pergi berjalan-jalan. dengan memborong belanjaan dan pergi ke salon, salah satu wanita itu bernama Arumita Baskoro yang merupakan wanita cantik dengan kulit putih miliknya serta bulu mata yang lentik.
Arumita atau biasa yang dipanggil Arum adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga Baskoro
ia memiliki dua kakak laki-laki yang bernama saga dan saka mereka berdua adalah kembar.
Arum berkuliah di salah satu universitas terpopuler yang berada di Bandung, ia sudah duduk di semester ketiga.
Arum bersama sahabatnya Vani dan Rena menikmati liburan sekolah mereka dengan pergi ke mall. hampir seharian mereka mengelilingi mall Arum yang memaksa kedua temannya untuk segera pulang karena hari sudah sore, Arum takut kalau kedua kakak kembarnya marah kepadanya.
saga dan saka sangat protektif kepada Arum, akhirnya Vani dan Rena mengiyakan kemauan Arum. mereka bertiga segera menuju tempat parkiran umum yang berada di luar mall.
ini uangnya mas..."ucap Arum tanpa melihat wajah dari tukang parkir tersebut
terimakasih mbak..."ucap tukang parkir tersebut
eeh, sama-sama..."ucap Arum dengan senyumnya menoleh ke arah tukang parkir tersebut
Arum pun menjalankan mobilnya dan meninggalkan tukang parkir tersebut.
dia sangat manis...."ucap tukang parkir tersebut
woy Aji kamu kok melamun..."ucap tukang parkir yang lainnya dan membuat Aji tersadar
rialji aresta merupakan tukang parkir harian, ia seorang pria yang di kagumi karena ketampanannya dan senyumnya mempesona khas miliknya. rialji atau yang di panggil Aji adalah anak tunggal dari sepasang suami istri, ayah Aji bekerja sebagai tukang bengkel motor yang berada dekat dari rumahnya mereka agar ayah Aji bisa dengan mudah berjalan kaki, ibu aji hannya seorang ibu rumah tangga.
Aji hannya lulusan SMK, ia berpikir akan lebih mudah mencari kerja ternyata tidak semudah dugaannya ijazahnya masih di tahan pihak sekolah karena belum melunasi uang sekolah dan praktek lainnya.
Aji bekerja bersama dengan temannya yang bernama Rio, Aji uda menganggap Rio sebagai saudaranya dan Rio pun sangat dekat dengan keluarga Aji.
Rio nih makanan dari ibuk..."ucap Aji kepada Rio
wihh, enak nih, makasih ya ji..."ucap Rio kepada Aji dan menerima makanan dari ibuk Aji
sama-sama, ibuk bilang harus di habiskan..."ucap Aji
siap mah inih, makanan ibuk selalu yang ternikma..."ucap Rio melahap makanan tersebut
akhirnya Rio menghabiskan makanan tersebut dan Aji pun permisi untuk pulang dari kontrakan Rio,
Rio hannya tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai supir bus, ibunya aji udah lama meninggal karena sakit.
yaudah gue pulang dulu..."ucap Aji
mau kemana lo ji, tumben cepat pulang biasanya subuh baru pulang dari rumah gue..."ucap Rio
besok gue mulai bekerja jadi tukang parkir di kampus elit tempat anak orang kaya berkuliah, lo aja yang bekerja di jadi tukang parkir di mall, biar penghasilan kita lebih banyak..."ucap Aji kepada Rio
yaudah, ati-ati lo di jalan..."ucap Rio dijawab anggukan oleh Aji
Aji keluar dari kontrakkan Rio dan menyalakan motor pespa miliknya, pespa tersebut kendaraan Aji yang ia beli dari tabungannya
keesokan paginya Aji sudah bangun dari tidurnya.
Aji sarapan dengan telor dadar dan segelas air putih, Aji memanaskan pespa miliknya dan permisi bekerja kepada kedua orang tuanya.
Aji pamit dulu ya buk, pak,assalamualaikum..."ucap aji menyalami kedua orang tuanya
walaikumssalam,hati-hati ya nak, bekerja dengan jujur..."ucap ibuk siti
Aji pun mengendarai pespanya kearah tempat kerja barunya. setengah jam kemudian aji telah sampai dan ia memarkirkan motornya.
selamat pagi pak, saya tukang parkir baru di kampus ini..."ucap Aji
oh, saya samsul saya udah lama bekerja jadi tukang parkir disini, kamu pasti yang menggantikan si edokan, semoga kamu betah bekerja menjadi tukang parkir disini nak, soalnya di kampus ini para mahasiswanya sombong..."ucap pak samsul
saya Aji pak..."ucap Aji memperkenalkan dirinya
yaudah Aji kamu pakai atribut parkir ini..."ucap pak samsul
baiklah pak.."ucap Aji memakai atribut parkir
kenapa kamu mau menjadi tukang parkir aji soalnya kamu itu tampan dan tinggal kira saya tadi kamu salah satu mahasiswa disini..."ucap pak samsul tiba-tiba
yang penting saya mah halal pak..."ucap Aji tersenyum
disisi lain seorang wanita sedang duduk di meja makan bersama keluarganya.
pah hari ini aku mau membawa mobil ke kampus.."ucap Arum
kok tumben, biasanya kamu maunya diantar sama Kak saga dan saka....."ucap tuan rangga papanya Arum
mulai sekarang Arum mau memakai mobil ke kampus..."ucap Arum
baiklah, tapi kamu harus hati-hati saat mengendarai..."ucap tuan rangga
siap pah..."ucap Arum tersenyum bahagia
udah lanjutin makannya nanti kamu telat ke kulia..."ucap nyonya rita mamanya Arum
mereka pun berhenti mengobrol dan melanjutkan sarapan. setelah sarapan Arum segera menuju mobilnya yang ada di garasi dan langsung mengendarai menuju kampus.
Tit...tit..tit..
Arum memarkirkan mobilnya dan ia pun keluar dari mobil tersebut dengan tergesa-gesa karena waktu jam kuliah mau masuk.
bruk..
maaf..."ucap Arum sambil melihat siapa orang yang ia tabrak
deg..
okeh..."ucap Aji langsung beranjak dari hadapan
Arum meninggalkan Arum yang masih terdiam di tempatnya
astaga kok di lihat dari dekat tampan juga tuh orang, tapi kayak pernah lihat deh.."ucap Arum sambil berjalan
oh iya diakan yang tukang parkir di mall waktu itu dan tadi aku lihat dia pakai atribut parkir berarti dia tukang parkir dong dikampus ini..."ucap Arum berhenti berjalan
Arum lo gak mau masuk kelas, dosen sebentar
lagi datang..."ucap Vani memanggil Arum dan Arum pun melangkahkan kakinya menuju kelas
akhirnya waktu kuliah Arum berakhir ia segera menuju tempat parkiran kampus meninggalkan vani dan rena karena ia sudah pamit duluan.
hey..."ucap Arum tersenyum menyapa Aji
iya..."ucap Aji bingung melihat seorang wanita yang menyapa dirinya dengan senyum tulus biasanya yang menyapa Aji adalah wanita yang genit dan centil
nama aku Arumita Baskoro, umur aku 20 tahun, aku kuliah semester tiga dan aku orangnya baik kok.."ucap Arum percaya diri memperkenalkan dirinya kepada Aji
hah, nama gue rialji aresta panggil aja Aji..."ucap Aji tersenyum karena wanita yang dihadapannya saat ini sangat unik
kamu tukang parkir di kampus ini..."ucap Arum
iya, kenapa emangnya..."ucap Aji tiba-tiba dingin
enggak kok, soalny aku pernah melihat kamu, mari kita berteman.."ucap Arum mengulurkan tangannya
lo yakin..."ucap Aji dijawab anggukan kepala oleh Arum
baiklah sekarang kita berteman dan semoga bisa lebih dari teman..."ucap Aji mengulurkan tangannya kepada Arum
apa tadi maksudnya ya..."gumam Arum dalam hati
malam harinya di rumah Aji, ia sedang tersenyum di dalam kamarnya tidak biasanya ada seorangpun wanita yang membuat Aji kepikiran, banyak wanita yang ingin berkencan dengan Aji tapi dianggap cuek oleh aku.
keesokan harinya Aji sudah siap untuk bekerja, setelah sarapan dan berpamitan kepada ayah dan ibuk Aji langsung mengendarai pespa miliknya menuju kampus.
pagi pak samsul.."ucap Aji
pagi juga Aji..."ucap pak samsul terlihat murung
kenapa pak samsul, lagi ada masalah ya..."ucap Aji
biasalah Aji istri saya mau lahiran anak saya yang ketiga, tapi uang persalinannya belum ada, udah ke pake bayar sewa rumah yang nunggak..."ucap pak samsul
emangnya udah berapa bulan kehamilan istri pak samsul..."ucap Aji
udah masuk lapan bulan Aji..."ucap pak samsul
insyaallah saya bisa bantu pak samsul dengan tabungan saya.."ucap Aji
tidak usah Aji, bapak tidak mau merepotkan kamu.."ucap pak samsul
enggak merepotkan kok pak, besok saya akan memberikan uangnya, seterah pak samsul bayarnya kapan..."ucap Aji
terima kasih ya Aji, kamu memang pria yang baik..."ucap pak samsul
mereka pun melanjutkan pekerjaan dan membagi tempat jaga parkir.
lo kenapa senyum-senyum sendiri Arum..."ucap rena kepada Arum
hah, gak ada tuh.."ucap Arum
seterah lo deh...."ucap rena
jam kuliah Arum pun berakhir ia berjalan keluar kelas bersama kedua sahabatnya.
Arum semalam gue lihat lo kayak ngobrol sama tukang parkir di kampus..."ucap vani kepada Arum
oh itu Aji, sekarang dia teman aku..."ucap Arum
tumben lo mau berteman dengan laki-laki, tukang parkir lagi..."ucap vani
Aji itu yang aku lihat berbeda dengan laki-laki yang lain..."ucap Arum
lo suka ya sama si Aji itu..."ucap rena membuat Arum terdiam
ehh, aku duluan ya..."ucap Arum berjalan meninggalkan vani dan rena
kenapa si Arum tu..."ucap vani
entahlah, menurut gue kayaknya Arum tu suka deh sama yang namanya Aji..."ucap rena
sesampainya di parkiran Arum mencari keberadaan
Aji tapi ia tidak melihatnya.
lo sedang cari siapa, pacar..."ucap Aji yang baru datang tiba-tiba
enggak kok, aku mana ada pacar..."ucap Arum
kalau jadi pacar gue mau..."ucap Aji
hah, maksud kamu apa..."ucap Arum
bercanda doangnya gue..."ucap Aji dijawab anggukan oleh Arum
lo mau gue ajak makan gak..."ucap Aji
di mana..."ucap Arum
adalah, mau gak..."ucap Aji
mau kok..."ucap Arum
yaudah ayok naik kendaraan gue aja..."ucap Aji berjalan dengan diikuti oleh Arum
kita naik pespa..."ucap Arum meliputi pespa yang dihadapannya
iya, pespa kesayangan gue nih, udah gue anggap saudara...."ucap Aji
hahaha, kamu itu lucu aji..."ucap Arum tertawa
Arum pun menaiki pespa tersebut dengan Aji yang mengendarainya. sesampainya di depan sebuah warung ketoprak, Aji memberhentikan pespa miliknya.
yuk turun, kita akan makan di sini..."ucap Aji beranjak menunu warung ketoprak tersebut
pak ketopraknya dua porsi, makan disini..."ucap Aji kepada tukang ketoprak tersebu
siap Aji, pacar kamu ya..."ucap tukang ketoprak tersebut
enggak pak, dia teman saya, kali begitu saya duduk di sana ya pak..."ucap aji menunjuk salah satu meja yang kosong
kamu kenal ya sama bapak tukang ketoprak itu..."ucap Arum
iya, dulu aku sering beli ketopraknya dan membantu kalau lagi ramai kan lumayan...."ucap Aji
ketoprak pesanan mereka pun datang, Arum yang mencoba ketoprak tersebut sangat lah enak dan memakannya dengan lahap, ia jarang membeli makanan pinggir jalan.
pak semua berapa...."ucap Aji
24 ribu saja aji sama dengan es teh nya..."ucap bapak tukang ketoprak tersebut
biar aku saja yang membayar..."ucap Arum
tidak perlu kan gue yang membawa Lo kesini, jadi biar gue yang bayar..."ucap Aji
ini pak utangnya..."ucap Aji menyerahkan uang pas
makasih ya aji..."ucap bapak tukang ketoprak sambil menerima uang tersebut
Aji dan Arum pun pergi dari warung ketoprak tersebut menuju kampus karena mobil Arum masih berada disana.
aku pulang dulu ya, terimakasih atas teraktirannya..."ucap Arum
sama-sama, hati-hati di jalan ya Arum..."ucap Aji
deg..deg..
hah, iya..."ucap Arum masuk kedalam mobil
Arum mengendarai mobilnya menuju kediaman Baskoro.
tumben kamu lama pulang Arum...."tanya nyonya rita kepada Arum
tadi sekalian antarin vabi ma..."ucap Arum berbohong di jawab anggukan oleh nyonya rita
kalau gitu Arum ke kamar ya ma..."ucap Arum beranjak menuju kamar
satu tahun kemudian pertemanan Aji dan Arum semakin lengket, Arum sudah kenal dengan Rio sama ibuk siti dan pak rizal,orang tua dari aji sedangkan Aji tidak pernah kenal dengan keluarga Arum. Arum sekarang sudah masuk semester empat yang merupakan semester akhir Arum kuliah.
heh, Aji hari Minggu kamu sibuk, aku mau main ke rumah kamu..."ucap Arum kepada aji mereka sedang di parkiran kampus
para mahasiswa di kampus sudah tau bahwa Arum berteman dengan Aji tukang parkir kampus dan tak banyak para lelaki yang menyukai Arum mencibir Aji tapi dihiraukan oleh Aji.
enggak kok, lo datang aja ke rumah..."ucap Aji
yaudah, aku balik dulu ya..."ucap Arum di jawab anggukan oleh Aji
Aji sebenarnya memiliki rasa terhadap Arum tapi ia belum berani mengungkapkannya.
saat ini Arum sedang bersiap-siap menuju ke rumah Aji pasalnya hari ini merupakan hari Minggu jadi ia akan datang kerumahnya Aji.
kamu mau kemana Arum..."ucap saka melihat adiknya keluar dari kamar
aku mau ke rumah teman kak saka..."ucap Arum
laki-laki atau perempuan teman kamu..."ucap saka
perempuan kok, kalau begitu Arum pamit..."ucap Arum berbohong
yaudah hati-hati ya jangan sampai pulang ke malaman..."ucap saka
Arum pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Aji.
sesampainya di depan rumah Aji, Arum turun dari mobilnya sambil membawa satu kantong buah-buahan yang sempat di belinya.
assalamualaikum buk..."ucap Arum menyalim tangan buk Siti
walaikumsalam Arum, mari masuk..."ucap ibu siti
Aji mana ya buk..."ucap Arum
oh Aji kewarung depan, sebentar lagi pulang kok..."ucap buk siti
ini Bu Arum bawakan buah-buahan..."ucap Arum
ya ampun Arum, kamu seharusnya tidak perlu repot-repot..."ucap buk Siti
tidak papa kok buk..."ucap Arum
assalamualaikum buk, eh lo udah datang Arum..."ucap Aji
iya..."ucap Arum
walaikumsalam Aji, ibu masuk dulu ya kalian bisa ngobrol berdua..."ucap ibuk siti
lo kok mau sih datang ke rumah gue yang sederhana ini beda dengan rumah lo yang besar..."ucap Aji
menurut aku sama aja kok aji mau besar ataupun sederhana yang penting kita bisa berlindung..."ucap Arum
lo mau gue ajak gak kesuatu tempat..."ucap Aji kepada Arum di jawab anggukan oleh Arum
gue ganti baju dulu..."ucap Aji beranjak masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya
Aji pun mengajak Arum untuk pergi dengan pespa miliknya. di dalam perjalanan Aji maupun Arum terdiam tidak ada yang membuka suara karena merasa bosan Arum pun mulai berbicara.
Aji kita mau kemana emangnya..."ucap Arum yang ada di belakang pespa Aji sambil tangannya memegang pundak Aji karena takut terjatuh
kamu duduk tenang saja, sebentar lagi kita sampaikan..."ucap Aji
pespa yang dikendarai Aji akhirnya sampai di sebuah danau dan terdapat perahu yang udah dihiasi dengan bunga di sekelilingnya.
wah bagus banget danaunya...."ucap Arum melihat kesekeliling danau tersebut.
yuk ikut gue..."ucap Aji menarik tangan Arum menuju ke sebuah perahu
kita mau naik perahu ini Aji...."ucap Arum
iya...."ucap Aji
Aji dan Arum duduk di perahu tersebut dan Aji mulai meenggayung perahu ketengah danau.
Aji lihat mataharinya mulai tenggelam..."ucap Arum melihat matahari mau tenggelam dan ia merasa sangat senang
sedangkan Aji yang mulai gugup karena ia akan mengungkapkan perasaannya kepada Arum.
Arumita Baskoro, gue..."ucap Aji
kenapa Aji..."ucap Arum tersenyum kearah Aji
aku suka sama kamu Arum, bisa di bilang sekarang aku udah jatuh cinta kepada kamu...."ucap Aji mengganti panggilan aku kamu
hah, kamu gak panggil lo gue lagi..."ucap Arum
karena aku mau, aku udah lega menyatakan perasaan aku ke kamu Arum..."ucap Aji
Sebenarnya aku juga cinta sama kamu Aji..."ucap Arum
yang benar, perasaan kamu sama kayak aku.."ucap Aji dijawab anggukan oleh Arum
jadi sekarang kita pacaran Aji..."ucap Arum
kamu emangnya mau pacaran sama aku, tukang parkir kayak aku..."ucap Aji
kenapa emangnya, yang pentingkan halal dan rezeki udah ada yang ngatur...."ucap Arum
yaudah kita sekarang pacaran..."ucap Aji mereka saling mengobrol dan tertawa bahagia
yuk kita pulang..."ucap Aji
gak terasa udah malam ya Aji, yaudah tepikan perahunya
siap tuan putri..."ucap Aji
mereka pun menepikan perahu ke pinggir danau.
Aji dan Arum pun menuju pespa yang terparkir tidak jauh dari danau, Aji pun mengendarai pespa miliknya menuju pulang.
gak mampir dulu..."ucap Aji
enggak usah, aku pulang aja, kirim salam Sam ibuk
dan ayah ya ji...."ucap Arum masuk kedalam mobilnya
sudah satu bulan Aji dan Arum berpacaran, hari-hari Arum mulai tergantung kepada Aji, sedangkan Aji sudah terbiasa dengan Arum tapi aji tidak pernah kenal sama keluarga dari kekasihnya yaitu Arum.
keluarga Aji maupun orang terdekat Aji sudah tau bahwa aji berpacaran dengan Arum.
Aji lo yakin berpacaran dengan si Arum..."ucap Rio
kepada Aji
gue yakin..."ucap Aji yang berada di kontrakan Rio
bukannya apa ni ji, gue punya pirasat hubungan lo
sama Arum gak direstui oleh orang tuanya makannya Arum belum kenalin lo sama keluarganya..."ucap Rio
lo pun aneh, kami kan baru pacaran
sebulan..."ucap aji
sedangkan di sisi lain Arum sedang berada di kediamannya berkumpul bersama keluarga Baskoro.
kayak mana kuliah kamu Arum..."tanya tuan rangga
baik pah, sebentar lagi Arum mau sidang skripsi..."ucap Arum
kakak dengar kamu dekat ya Sam tukang parkir di kampus..."ucap saka membuat Arum terdiam
kakak juga pernah lihat kamu jalan sama seorang
pria..."ucap saga
mungkin yang waktu itu kak saga lihat teman aku..."ucap Arum
keesokan harinya Arum bersiap-siap kuliah, ia sedang sarapan bersama keluarganya di meja makan. setelah sarapan ia sarapan ia beranjak dari meja makan untuk berpamitan ke kampus.
hari ini biar kakak yang mengantar kamu kuliah..."ucap saka dijawab anggukan oleh Arum
sesampainya di kampus Arum keluar dari mobil saka dan saga yang akan berangkat bekerja di perusahaan Baskoro.
hai Aji, pak samsul belum datang..."ucap Arum
belum, tumben kamu tidak bau mobil..."ucap Aji
aku tadi diantar sama kak saga dan kak saka..."ucap Arum dijawab anggukan oleh Aji
aku mau memperkenalkan kamu dengan keluarga aku..."ucap Arum
kamu yakin..."ucap Aji
seratus persen yakin aji, besok hari minggu aku ajak kamu kerumah...."ucap Arum dijawab anggukan oleh Aji
assalamualaikum aji, Arum..."ucap pak samsul
walaikumsalam pak samsul..."ucap Aji dan Arum
kalau gitu aku ke kelas dulu ya Aji..."ucap Arum tersenyum beranjak menuju kelas
kenapa kamu senyum-senyum gitu ji...."ucap pak samsul membuat aji tersadar
oh iya aji, nih bapak udah ada uang yang waktu itu bapak pinjam ke kamu..."ucap pak samsul
makasih ya pak..."ucap Aji
seharusnya bapak yang mengucapkan terima kasih ke kamu Aj..."ucap pak samsul
yaudah ayuk kita bekerja, ank kampus mulai datang..."ucap pak samsul
tak terasa hari berlalu sekarang merupakan hari minggu dimana Aji akan bertemu dengan keluarga Arum, malam harinya Aji sedang bersiap-siap menuju rumah Arum.
Aji mengendarai pespanya menuju kediaman Baskoro, Arum sudah mengirimkan alamat rumahnya.
disisi lain Arum sudah siap menunggu kedatangan Aji. ia sudah memberitahukan keluarga bahwa pacarnya akan datang, awalnya keluarga Baskoro terkejut tapi mereka akan melihat dulu siapa kekasih dari Arum.
sesampainya di kediamannya Baskoro Aji memencet bel yang berada di pagar dan satpam kediaman Baskoro membukakan pagar tersebut.
selamat malam pak, saya Aji..."ucap Aji
malam, nona Arum udah menunggu kamu dari tadi nak Aji..."ucap pak satpam tersebut menuntut Aji masuk kedalam sedang pespanya di parkiran dekat pos satpam
Aji keluarga aku udah nungguin, yuk masuk..."ucap Arum menarik menarik tangan Aji
papa, mamaini Aji, pacar aku..."ucap Arum tersenyum
saya rialji aresta om, tante..."ucap Aji menyalami tangan tuan rangga dan nyonya rita
saya rangga Baskoro dan ini istri saya rita Baskoro..."ucap tuan rangga tanpa tersenyum
udah yuk kita ke meja makan udah ditungguin tu sama saga dan saka..."ucap nyonya rita tersenyum ke arah Aji
mereka pun menuju meja makan yang sudah ada saga dan saka yang nungguin.
di meja makan mereka menikmati makanan dengan tenang dan hening, beberapa saat kemudian makan malam selesai. mereka semua menuju ruang tamu.
umur kamu berapa Aji...."ucap tuan rangga
25 tahun om..."ucap Aji
kamu lulusan apa dan kamu sekarang bekerja di mana..."ucap tuan rangga
saya lulus SMK om dan sekarang saya bekerja menjadi tukang parkir di kampus Arum..."ucap Aji tanpa keraguan
Aji sudah melunasi hutang-hutangnya dan ia sudah mendapatkan ijazah SMK miliknya.
apa tukang parkir..."ucap saka terkejut
kamu ternyata orang yang jujur Aji, saya sebenarnya sudah tau kamu itu siapa..."ucap tuan rangga
terima kasih om..."ucap Aji
tapi maaf saya tidak setuju hubungan kamu dengan anak saya Arum..."ucap tuan rangga
kok papa gitu sih..."ucap Arum
apa karena pekerjaan saya om..."ucap Aji
menurut kamu, mau kasih makan apa anak saya nanti kalau misalnya kalian nikah..."ucap tuan rangga
saya mempunyai tabungan om..."ucap Aji
tetap saya tidak merestui kalian..."ucap tuan rangga
saya akan berjuang untuk mendapatkan restu dari om..."ucap Aji
kalau begitu kamu buktikan ke saya, sebelum itu kamu saya larang bertemu dengan Arum..."ucap tuan rangga
papa jahat sama Arum..."ucap Arum menangis berlari masuk kedalam kamar
baiklah om, saya permisi, assalamualaikum..."ucap aji keluarga dari kediaman Baskoro
Aji menuju pespa miliknya yang terparkir di dekat pos satpam dan mengendarai pulang ke rumah. satu jam kemudian setelah pulang dari kediaman Baskoro sambil memikirkan ucapan dari tuan rangga papanya Arum.
kamu udah pulang Aji..."ucap pak rizal
udah yah, kamu kenapa..."ucap aji
biasalah yah, orang tua Arm tidak menyukai pekerjaan Aji..."ucap Aji
kamu yang sabar ya Aji..."ucap pak rizal
Aji mau membuka usaha restoran yah, sebenarnya Aji memiliki tabungan, semoga saja cukup..."ucap Aji kepada ayahnya
seterah kamu ji, yang penting kamu semangat kalau Arum jodoh kamu pasti dia akan bersama kamu..."ucap pak rizal
iya yah...."ucap Aji
kamu udah sholat isya..."ucap pak rizal
belum yah..."ucap Aji
yaudah gih shalat, berdoa minta petunjuk kepada yang maha kuasa..."ucap pak rizal
iya yah, aji masuk ke kamar dulu..."ucap Aji masuk kedalam kamar untuk shalat isya
dua tahun berlalu Aji sudah membuka sebuah restoran yang memiliki cabang dimana-mana, atas doa dan kesabarannya serta kesungguhan Aji agar dia bisa melamar kekasihnya yang hampir dua tahun tidak bertemu yaitu Arum.
di bantu dengan Rio sebagai asistennya, aji sangat bersyukur, ia juga membuka panti asuhan dan pesantren tempat membina ilmu pendidikan agama. Rio sudah menikah dengan kekasihnya yang waktu itu mereka pacaran hannya tiga bulan dan dua bulan lalu mereka menikah.
Aji sedang berada di restorannya yang ia beri nama JI'AR restoran. rencananya nanti malam ia akan pergi menuju kediaman Baskoro. Aji bersiap-siap untuk pulang kerumahnya dan memberitau kepada kedua orang tua bahwa ia akan melamar Arum.
Rio saya pulang dulu..."ucap Aji
sekarang Aji menghilangkan kata lo gue dan sebaliknya juga dengan Rio.
kok tumben kamu mau cepat pulang ji...."ucap Rio
kayaknya sekarang deh waktunya aku bertemu Arum..."ucap Aji
yaudah, semoga lancar..."ucap Rio
iya, assalamualaikum..."ucap Aji
walaikumsalam ji..."ucap Rio kembali bekerja
Aji keluar dari restorannya dan mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya di salah satu perumahan elit yang berada di Bandung.
assalamualaikum ibuk, ayah..."ucap Aji
walaikumsalam Aji..."ucap pak rizal dan ibuk siti
ayah, ibuk malam ini Aji mau kerumah Arum sekalian melamar Arum...."ucap Aji
kalau begitu ibuk dan ayah akan selalu mendukung kamu Aji..."ucap ibuk siti
makasih ibuk..."ucap Aji
baiklah ibuk dan ayah siap-siap dulu, kamu juga..."ucap ibuk siti kepada Aji
malam harinya Aji beserta ayah dan ibuknya sudah siap menuju kediaman Baskoro, sesampainya di kediaman Baskoro Aji keluar dari mobilnya dan memencet bel pagar, gerbang pagar terbuka dan keluarlah seorang satpam yang berbeda waktu pertama kali Aji ke kediaman Baskoro.
selamat malam pak..."ucap Aji
malam nak, ada perlu apa ya..."ucap satpam tersebut
saya ingin bertemu dengan tuan rangga beserta keluarga pak..."ucap Aji sopan
tunggu sebentar ya nak..."ucap satpam tersebut pergi dari hadapan Aji
permisi tuan, ada yang ingin bertemu dengan tuan dan keluarga..."ucap satpam tersebut
siap pak zaki..."ucap tuan rangga kepada satpam tersebut yang bernama pak zaki
saya tidak tau tuan..."ucap pak zaki
yaudah kamu persilahkan masuk..."ucap tuan rangga
baik tuan, saya permisi..."ucap pak zaki beranjak dari tempat menuju tempat Aji berada
silahkan masuk saja nak..."ucap pak zaki membuka pagar lebar agar mobil Aji bisa masuk
Aji pun masuk melewati pagar dan memarkirkan mobilnya, ia dan kedua orangtuanya menuju pintu kediaman Baskoro.
assalamualaikum om, saya Aji..."ucap aji menyalami tangan tuan rangga
walaikumsalam, kamu benar Aji..."ucap tuan rangga
benar om..."ucap Aji kepada tuan rangga
bapak dan ibu ini orang tua Aji...."ucap tuan rangga
iya pak, saya rizal dan ini istri saya siti...."ucap pak rizal tersenyum
baiklah masuk saja dulu..."ucap tuan rangga
mereka pun masuk ke dalam menuju ruang tamu dan duduk disana.
kedatangan saya kemari om, memenuhi janji saya kepada om..."ucap Aji
saya tidak menyangka Aji, kamu datang ke rumah saya setelah dua tahun berlalu..."ucap tuan rangga
karena saya serius dengan Arum om, jadi saya memantapkan diri dengan melamar Arum, saya akan berjanji membahagiakannya om..."ucap Aji
kamu yakin kepada keputusan kamu, kamu lelaki yang bertanggung jawab Aji, sekarang pun kamu sudah menjadi sukses..."ucap tuan rangga
saya yakin om, emangnya Arum dimana ya om..."ucap Aji
keadaan Arum tidak baik Aji, dia berada di kamarnya..."ucap tuan rangga terlihat sedih
Arum kenapa om..."ucap Aji mulai khawatir
om akan menceritakannya kepada kamu Aji, keputusan ada padamu, setelah om melarang Arum menemui kamu Arum mulai jarang berbicara, suatu hari ada teman lelaki di kampus yang menyukai Arum tapi Arum tidak menerima dan terus menolak lelaki tersebut, dan terakhir ia diajak jalan dengan lelaki tersebut rencananya lelaki itu ingin mengutarai perasaanny sekali lagi ke Arum dan itu membuat Arum marah di pergi meninggalkan lelaki itu di perjalanan Arum diculik oleh segerombolan orang dan melecehkan Arum, orang yang menyuruh menculik Arum ternyata musuh dari perusahaan saya, itu membuat Arum depresi dan sering teriak-teriak, saya udah membawanya ke dokter tapi tetap saja tidak ada perubahan itu terjadi satu tahun yang lalu, soal lelaki yang menyukai Arum sudah meminta maaf kepada saya dan ternyata dia sudah di jodohkan oleh keluarganya, itu semua kesalahan saya Aji karena telah lalai kepada Arum..."ucap tuan rangga membuat Aji terdiam seketika merasa sangat kecewa tapi ia mencoba ikhlas
itu semua memang sudah takdirnya om...."ucap Aji
apakah kamu tetap ingin melamar Arum setelah om menceritakan kondisinya sekarang dan istri saya sudah meninggal karena penyakit jantung yang dideritnnya..."ucap tuan rangga bersedih
saya mencintai Arum dengan tulus om apapun keadaannya sekarang, apakah saya bisa bertemu dengan Arum om..."ucap Aji
mari ikut saya ke kamarnya..."ucap tuan rangga
ibuk, ayah Aji melihat Arum dulu ya..."ucap Aji
iya nak, kami akan tunggu disini..."ucap pak rizal
tuan rangga dan Aji beranjak menuju ke kamar Arum yang berada di lantai atas. sesampainya di depan pintu kamar, taun rangga membuka pintu tersebut, dan terlihatlah Arum yang berbaring di atas tempat tidur sambil menangis.
Arum terlihat seperti mayat hidup, kulit yang pucat dan ucapan-ucapan pelan yang terlontar dari mulut Arum yang masih bisa di dengar.
Arum kamu jangan menangis nanti mata kamu akan sakit..."ucap tuan rangga kepada Arum yang terus menangis dan dokter keluarga Baskoro sudah sering memberikan obat agar mata Arum tidak rusak.
ihih, awas Arum gak kenal siapa kamu..."ucap Arum berteriak
Arum kamu gak kenal sama aku..."ucap Aji duduk di kursi disampingnya tempat tidur Arum
kamu bisa berbicara berdua dengan Arum Aji, saya akan keluar..."ucap tuan rangga keluar dari kamar Arum menuju ruang tamu tempat ibuk dan ayak Aji berada
kamu mirip kayak pacar aku, tapi dia itu pergi ninggalin aku..."ucap Arum langsung membelakangi Aji
aku Aji Arum, aku gak pernah ninggalin kamu, sekarang kita akan bersama..."ucap Aji dijawab gelengan oleh Arum
apa kamu benar Aji, pacar aku yang tukang parkir...."ucap Arum membalikkan badannya
iya, aku kesini untuk kamu..."ucap Aji sedih melihat kondisi Arum
hahaha...hiks..hiiks..hiks....,itu tidak perlu lagi karena aku gak kayak dulu lagi..."ucap Arum tertawa sambil menangis
aku menerima kamu apa adanya Arum, karena kamu satu-satunya wanita yang tulus kepada aku..."ucap Aji
keluar..."ucap Arum berteriak
baiklah aku akan ke luar tapi aku akan segera menikahi kamu Arum..."ucap Aji segera beranjak keluar dari kamar Arum
Aji pun kembali ke ruang tamu dan duduk kembali bersama tuan rangga dan kedua orangtuanya.
om saya akan tetap menikah dengan Arum om..."ucap Aji tanpa adanya keraguan
baiklah kalau itu keputusan kamu Aji.."ucap tuan rangga
saya akan menikahi Arum dua minggu lagi om..."ucap Aji
kenapa secepat itu..."ucap tuan rangga
om tenang saja, tentang persiapan pernikahan biar saya saja yang urus om..."ucap Aji
yasudah om akan membantu kamu juga dan mengabari saka dan saga yang berada di Bogor..."ucap tuan rangga
Aji beserta kedua orangtuanya pamit pulang kepada tuan rangga, Aji segera mengendarai mobilnya menuju pulang ke rumahnya.
diu minggu berlaku tepatnya hari ini merupakan hari pernikahan Aji dan Arum, Arum sempat menolak menikah dengan Aji, tapi karena melihat kesungguhan Aji akhirnya Arum menerima Aji walaupun Arum yang kondisinya belum sepenuhnya sembuh dan masih sering berteriak-teriak.
Aji mengucapkan ijab qobul dengan lancar dan lantang, saga dan saka sudah meminta maaf kepada Aji
kebahagiaan itu tentang di mana seseorang tulus kepada kita dan mampu bertanggung jawab dengan omongan.
RIALJI ARESTA ❤️ ARUMITA BASKORO
---TAMAT---