Waktu sore biasanya anak - anak dikampungku sekolah TPQ .
Sekolah membaca Alquran untuk anak - anak .
Sebenarnya aku belum lulus dan masih menjadi siswa TPQ .
Tapi karena ditempat tersebut semuanya bocah alias lebih kecil dari aku ,aku pun lebih banyak bolosnya .
Males ,karena yang seangkatan dan seusiaku sudah pada khatam dan lulus .
Seperti biasa sore ini aku juga berangkat dengan seragam Koko putih dan celana hitam .
Pamit pada mama dan naik motor kesukaanku .
Aku memang sudah mahir naik motor dari usia sembilan tahun dan orang tuaku dengan bangga membelikan motor yang aku minta .
Sebuah Motor metic yang pas lah untuk usia aku ,menurut orang tuaku .
Aku melajukan motorku dengan pasti ,tapi bukan ke TPQ melainkan ke warung yang biasa aku datangi untuk nongkrong dan bermain game .
Teman - temanku ini semuanya dari luar kampung ku ,soalnya aku sudah tidak punya teman dikampung .
" Wiihhhh Raffi dah Dateng nieh..." Kata temanku Jeki yang melihatku terlebih dahulu.
" Ehhh masak pake baju necis gitu ???" Tomi meledek pakaian seragam TPQ yang aku pake . Sialan ! .
" Udah gak sak banyak bacot ,gua ganti baju dulu " ujarku seraya membuka jok motor dan mengambil baju ganti .
***
Waktu hampir magrip ,aku bergegas Menganti kembali bajuku dengan seragam TPQ dan pamit pada teman - teman ku .
" Gua cabut dulu ya "
" Keburu magrip entar " kataku berpamitan .
Mereka serempak mengangguk dan dadah - dadah dengan senyum geli .... Iehhhhhh .
Ditengah perjalanan ternyata adzan magrip sudah berkumandang .
Aku memilih secepat laju motorku dengan menarik penuh gas nya .
Namun sial ,saat melewati jalan kearah kampung ku yang bersebelahan dengan parit aku kehilangan keseimbangan .
Motorku masuk parit dan aku terlempar diseberang jalan .
" Tolong....tolong...." Aku terus merintih meminta tolong karena kakiku sudah digerakkan .
Waktu magrip berlalu dan tak tampak seorang pun yang lewat .
Aku terus merintih ,takut dan rasa sakit yang aku rasakan menjadi satu karena malam semakin gelap .
Setelah rintihanku semakin lemah tampak sebuah sepeda motor berhenti .
" Lho le... Nopo Iki ? " Setengah sadar aku melihat seorang bapak - bapak mencoba mengangkat ku.
***
Entah sudah berapa lama aku tak sadarkan diri
Begitu sadar ternyata aku sudah dirumah sakit dan banyak perban dikaki ,tangan dan kepala.
Dari tempatku tidur aku mendengar suara pada dan seseorang yang sepertinya sedang berdebat .
" Aku minta anda bertanggung jawab "
" Gak liat kondisi anak ku separah itu "
Yang ini aku yakin suara papa .
" Lho saya itu menolong anak bapak kok malah dimintai tangung jawab gimana bisa ?! " Sepertinya ini suara bapak yang tadi menolongku ,entahlah aku tidak begitu yakin .
" Ehhh jangan mengelak ya ,aku bisa lapor polisi "
" Dan aku pastikan anda akan menerima akibatnya " papaku terus mengintimidasi bapak tersebut .
" Ya Allah ... Apakah aku salah menolong orang yang celaka ? '"
" Tapi sepertinya memang tadi lebih baik aku tak berhenti dan menolongnya "
" Tadinya aku malah berpikir bahwa rintihan minta tolong tersebut adalah makhluk astral '
" Tapi keputusanku menolongnya malah justru membuatku yang disalahkan "
" Ini beneran manusia pa makhluk lain ya ..." Bapak tersebut terus mengoceh dan papaku tak henti menyalahkannya .
Aku tak mampu bicara karena seakan suaraku tercekat di tenggorokan .
"Ahhhh ... Papa ,jangan lagi percaya sama anakmu ini " keluhku dalam hati menyesali semua yang telah aku lakukan selama ini .
TAMAT