hallo aku sarah sekarang umurku 19 tahun hampir 2 tahun berlalu aku tida bertemu ibu kandung ku apakah ibuku tidak mau ketemu aku? dulu aku sering bertemu ibu ku, ya saat orang tua ku masih harmonis sekarang aku memilih untuk menjauh dari ibu ku, dimulai dari ibu ku ketahuan selingkuh dengan teman sekantor ibuku hari itu adalah hari ter perih dalam hidup ku aku mendengarkan kedua orang yang ku sayang bertikai hebat sampai akhirnya ibu ku pergi selama saat persidangan aku tidak mau untuk bertemu ibuku aku hanya cemburu karena ibuku sekarang dalam pelukan pria yang mempunyai anak 1 tentunya dia pernah punya istri sekarang dia sudah cerai, aku saat itu rindu dengan hariku selesai persidangan pada akhirnya ibu dan ayah ku cerai dan hak asuh di menangkan ayah ku saat itu ayah tidak mengijinkan ku bertemu ibu dan aku juga belum menginginkan hal itu, mungkin karena orang tua rasa rindu ku masih ada walaupun setelah sebulan berlalu karena itu lah aku selalu bolos kelas uring uringan juga sering menyendiri mungkin karena kasihan ayah ku akhirnya mengajak ku bicara dan berusaha menghilangkan egonya dan akhirnya aku mau di pertemukan dengan ibu ku, aku ragu aku takut itu membawa luka yang baru buat ayah ku, harinya pun tiba ayahku mencoba menelpon ibu ku, ibu ku sangat gembira karena bertemu dengan ku akhirnya kita bertemu di sebuah tempat makan yang selalu aku kunjungi bersama mereka ibu ku tidak mengajak suami barunya mungkin dia takut karena akan ada terjadi hal besar terjadi akhirnya aku bisa merasakan hangat keluarga yang tentunya sudah berbeda ibu ku tidak berani liat muka ayah ku dia selalu memandang dengan senyum manis kepada ku dan meminta maaf atas yang terjadi aku, setelah hari itu aku lebih rajin kontakan dengan ibu ku dan sering bertemu yang pada akhirnya aku di ajak ke rumah ibuku dengan suami yang baru aku yang takut akhirnya aku mengi kuti kemauan ibu ku, sekian lama akhrinya aku beremu ayah sambungku dia orang yang baik anaknya juga yang hampir seumuran dengan ku juga baik aku akhirnya beradaptasi walau pun waktu ibu tidak banyak untuk ku bahkan hapir tidak ada setelah hari hari yang biasa saja ku jalani aku mendapat kabar bahwa ibu ku punya anak baru yang membuat kecemburuan ku ya akhrinya kita jarang ketemu karena ibu punya anak bayi aku pun memakluminya, akhirnya aku sudah hapir lulus sma dan besok adalah hari kelulusann ku aku berusaha menghubungi ibu telpon whatsapp tidak ada balasan dari ibu pada hari kelulusan ku berahap untuk ibu datang ke acara kelulusan aku hanya bisa menangis dan di tenangkan oleh ayah dan wali kelas ku, tiga hari setelah itu aku mendapat panggilan dari ibu yang meminta maaf dan beralasan bahwa ada acara keluarga yang bentrok dengan kelulusan ku dengan nada yang kecewa dan tekad yang bulat aku menjawab aku tidak akan bertemu dan menghubungi ibu lagi karena itu hanya akan membawa kekecewaan dan luka ke padaku kata itu juga menutup pembicaraan kita berdua aku juga memblokir nomor ibu dan memberitahu ayah ku bahwa aku tidak akan menghubungi dan bertemu ibu lagi entah lah sepertinya ayah ku paham dengan kekecewaan ku dan berusaha mebujuk ku "mungkin" hari itu tuhan mengecam ku karena aku durhaka beberapa hari beralalu aku mendapat telpon dan chat caci maki dari anak dan ayah sambungkun yang mengatakan aku durhaka dan telah membuat ibu sakit apakah aku salah karena aku memutus kontak ibu dan anak?
aku bingung dan sedih tapi sekarang aku tidak terlalu memperdulikan hal itu aku sekarang hidup dengani ayah dan ibu sambungku,ibu sambung? ya ibu sambung dia sangat baik kepada ku dan selalu melauangkan waktu kepada ku sampai aku kuliah sekarang aku mungkin karena dia belum pernah punya anak karena dia mandul ya aku tidak peduli aku sayang dengan dia, sekarang mungkin aku bahagia? walapun terkadang aku mendapat telpon dari nomor yang tak dikenal yang menangis, meninta maaf dan menyebut nama ku yang membuat luka itu balik lagi.