"Bagaimana aku bisa lupa " lagi dan lagi Rasuna melupakan jadwalnya untuk menjemput sang anak, ruru. mana ini udah telat satu jam pula
Cleck
Baru saja ingin bersiap siap menjemput ruru, pintu terbuka dan menampakkan Yogi sangat sekretaris yang tengah memangku ruru
"Sayang maafkan Daddy yah, Daddy melupakannya lagi " ucap Rasuna ia merasa bersalah karena lagi dan lagi ia tidak menempati janji nya pada sang anak semata wayang
"Tidak papa Daddy, Ruru ngerti kok Daddy lagi sibuk " uucap Ruru
Rasuna hanya bisa tersenyum, ia merasa sedih karena tidak bisa menghabiskan waktu nya dengan anak semata wayangnya jangankan waktu bermain waktu menjemput pun sering melupakan nya
"Rasuna, aku pamit pergi dulu yah kalau ada apa apa panggil aku " ucap yogi
"Ruru, Uncle pamit dulu yah " ucap Yogi ia mengsejajarkan tinggi nya dengan sikecil, ruru kemudian mengecup lembut keningnya
Setelah Yogi pergi Rasuna memangku Ruru dan mendudukkannya di sofa tak lupa pula ia memindahkan laptopnya untuk melanjutkan pekerjaannya
"Oh ya Daddy tadi aku mencoba minuman favorit Mommy, rasanya enak sekali ruru suka, mulai sekarang minuman favorit mommy minuman favorit ruru juga " ucap ruru sambil tersenyum
"Oh ya, emang minuman favorit Mommy itu apa " tanya sangat daddy
"Grapefruit Honey Blacktea, rasanya enak sekali dan Uncle Yogi bilang itu minuman favorit Mommy " ucap Ruru sambil tersenyum dan tak lupa kaki nya di ayunkan
"Minuman itu emang enak sekali Daddy juga suka " uucap Rasuna dengan mata yang terfokus pada laptopnya
Ruru yang melihat itu langsung terdiam, padahal masih banyak yang ingin ia ceritakan pada sang Daddy tapi Daddy nya masih sibuk.
Rasuma pulang larut malam, malam ini ia pulang sendiri karena sang anak tadi merengek ingin pulang duluan katanya bosan jika harus menunggu hingga malam.
"Lampu nya masih menyala ternyata " ucap Rasuna ketika melihat lampu tengah mansion nya yang masih menyala dapat ia llihat sang anak tengah bermain dengan mainannya
"Ruru belum tidur, ini udah malam loh " ucap Rasuna ia menghampiri Ruru dan duduk ddihadapansi kecil
Ruru menghentikan aktivitas bermain nya dan menatap sang daddy "Daddy, ruru boleh pinjam 250 ribu ngak " tanya Ruru mmembuat Rasuna menaikkan sebelah halis nya
"Uang bulanan Rasuna sudah habis?" tanya Rasuna karena tak biasanya Ruru meminta uang
Ruru menggeleng " Belum Daddy, tapi boleh ngak ruru meminjam 250 ribu"
"Untuk apa sayang, 250 ribu itu besar loh buat anak seusia kamu " tanya Rasuna
"Tidak boleh yah, baiklah besok Ruru akan meminjam pada grandma saja" Ruru menunduk lesu
Rasuna yang melihat itu merasa tidak tega " Gimana kalau Daddy kasih aja, kan ruru masih kecil kalau meminjam berarti Ruru harus mengganti nya "
Ruru yang mendengar itu terdiam beberapa saat " Tapi ini bukan jadwalnya Daddy memberi Ruru uang "
Rasuna tersenyum ia mengelus rambut sang anak " Tidak papa sayang, sekarang Daddy akan mentransfer nya " ucap Rasuna mengeluarkan ponselnya dan mentransfer uang pada Ruru
Ruru yang melihat itu langsung mengambil ponselnya yang terletak dimeja disampingnya" Sudah masuk Daddy terimakasih banyak " ucap Ruru
"Daddy pergi dulu yah, nanti setelah Daddy mandi kita tidur sekarang Ruru bereskan dulu mainannya tidak baik anak sekolah pukul sebelas malam belum tidur " ucap Rasuna. baru saja ia akan beranjak pergi tiba tiba sebuah notifikasi muncul diponsel nya
Rasuna yang melihat notifikasi itu langsung menatap Ruru
'Daddy main yuk, kan Ruru sudah membeli 1 jam waktu Daddy" ucap Ruru sambil tersenyum
"Uncle Yogi bilang 1 jam waktu Daddy dikantor sama dengan Rp.18.350.000, jadi Ruru mengumpulkan semua uang jajan yang Daddy dan lainnya kasih, disekolah Ruru tidak pernah jajan buat ngumpulin uang biar bisa membeli waktu Daddy, Ruru sempat sedih karena sudah 2 bulan Ruru tidak jajan selain di traktir oleh Uncle Yogi atau yang lainnya, tapi ketika Ruru sedih Ruru selalu ingat kalau Ruru harus menabung buat membeli waktu Daddy " jelas Ruru dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya
Rasuna yang mendengar itu tidak bisa menahan air mata untuk keluar dari mata nya
"Hiks maafin Daddy hiks Daddy minta maaf " Rasuna sudah tidak dapat lagi menahan tangisannya ia menangis sambil memeluk sang anak, ntah dari mana Ruru tahu tentang itu semua yang pasti perbuatan Ruru kali ini sukses membuat nya menangis dan menyesali semua nya
"Daddy kenapa menangis, Ruru buat salah yah " tanya Ruru polos
Rasuna menggeleng ia melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya "Tidak, Daddy yang salah, Daddy yang salah disini Daddy minta maaf sayang karena nggak pernah ada waktu buat kamu" Rasuna menyesali semua nya, ia menyesal karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga ia melupakan Ruru, padahal Ruru masih kecil dan membutuhkan banyak perhatian dari nya tapi ia malah sibuk dengan setumpuk berkas berkas
"Daddy, Daddy ngak perlu minta maaf, Daddy ngak salah terus Daddy jangan menangis terus nanti 1 jam waktu yang dibeli Ruru malah habis karena Daddy menangis " ucap Ruru
Rasuna yang mendengar itu lagi lagi ingin menangis kembali tapi ia urungkan niatnya ketika melihat wajah kesal Ruru
Pada akhirnya malam itu Rasuna menghabiskan waktunya untuk bermain dengan Ruru, ntah kenapa rasa lelahnya seketika hilang ketika mmelihat si kecil yang tengah tertawa lepas
Tak terasa waktu telah terlewati sekarang sudah pukul 2 pagi, Rasuna dan Ruru saat ini tengah tertidur di kasur mereka
"Daddy, Mommy sedang apa yah sekarang" tanya Ruru ditengah rasa kantuknya.
"Mommy sedang tersenyum diatas sana sambil mengawasi kita " ucap Rasuna
"Uncle Yogi bilang, Mommy sekarang menjadi bintang yang paling bersinar di langit malam, apa itu benar Daddy" tanya Ruru ia mulai memejamkan matanya
"Itu benar, Mommy sekarang telah menjadi bintang yang paling bersinar di langit, bahkan ketika Mommy masih hidup pun Mommy telah menjadi bintang di kehidupan Daddy" uucap Rasuna ia mengelus lembut surai hitam Ruru dapat ia lihat sang anak yang sudah tertidur pulas
" Sayang apa kau melihat semua nya? Apa kau sempat kecewa kepadaku karena telah mengacuhkan Ruru, sayang sekarang malaikat kita telah tumbuh menjadi anak yang manis, pintar dan penurut bukan itu saja, anak kita sekarang sudah bisa menegur Daddy nya dengan lembut bahkan sampai membuat Daddy nya menangis "
Rasuna menatap lembut Ruru lalu mengecup lembut kening si kecil dengan lembut "Selamat malam jagoan nya Daddy dan Mommy "
Rasuna mulai menyamankan diri nya, ia begitu merindukan pendamping hidup nya, Satara bahkan ia selalu berharap bisa membesarkan Ruru bersama Satara pasti rasanya menyenangkan sekali, tapi takdir berkata lain karena Satara harus meninggal terlebih dahulu tepat ketika Ruru baru berusia satu tahun karena kanker hati yang diderita nya
Sebelum benar benar tertidur Rasuna mentransfer uang yang tadi di transfer oleh sang anak , dan pada malam itu ia berjanji akan selalu meluangkan waktunya untuk Ruru anak semata wayangnya satu satunya
harta peninggalan Satara yang paling berharga
"Selamat malam sayangku, jangan lupa datang ke mimpi ku " ucap Rasuna lalu mengambil foto yang ada disampingnya dan mencium foto tersebut.
Ketika Rasuna sudah benar-benar tertidur sebuah cahaya putih muncul, cahaya tersebut kemudian membentuk seseorang bertumbuh mungil, ia berjalan kearah Rasuna dan Ruru lalu membenarkan posisi selimut Rasuna dan Ruru tak lupa juga ia mengecup pipi Rasuna dan mengecup kening Ruru
"Selamat malam juga sayang dan selamat malam jagoan nya Mommy, Mommy selalu mengawasi kalian dari atas sana " ucap nya lembut
"Tuhan terima kasih telah memberikan ku kesempatan meskipun hanya sebentar" ucap nya tak lama sosok itu menghilang terbawa oleh angin malam.
End