Di sebuah Rumah Yang Sangat Megah di sebuah Kota Besar,Terdengar seruan Keputusasaan seorang anak perempuan yang tiada hentinya Berdoa Kepada Sang Maha Kuasa,Air matanya tak dapat terbendung lagi dan seketika itu,Air matanya menguncur deras Bagaikan air yang mengalir di Hilir sungai,Siapapun yang melihatnya akan merasakan betapa Keputusasaan Anak Perempuan Tersebut.
“Haruskah Aku Lari dari semua ini?”.
“Haruskah aku Bertahan?”.
“Oh Tuhan,Mengapa Engkau memberi Cobaan sebesar ini.Aku tau Bahwa Engkau Tidak akan pernah mencobai Hambamu melebihi batas kekuatan dari hambamu ini,Tapi Aku tidak sanggup lagi”.
“Aku Mohon jangan menyiksaku lagi, aku hanya Seorang anak perempuan yang tidak mempunyai Bahu untuk bersandar”.
...................
Elena adalah anak tunggal dari keluarga Kaya Raya,Elena Juga merupakan gadis yang ceria dan penuh semangat. Dia memiliki banyak mimpi dan harapan, dan dia selalu berusaha untuk mewujudkannya. Namun, suatu hari, dunianya runtuh ketika dia mengetahui rahasia kelam yang disembunyikan ayahnya.
Ayahnya, Pak Wiratno, adalah seorang pria yang penyayang dan lemah lembut.
Dia selalu ada untuk Elena, mendukungnya dalam setiap langkah dan selalu memberikan nasihat yang bijaksana.Tapi, di balik Sifatnya yang lemah lembut, tersembunyi sebuah rahasia yang mengerikan.
Teryata Selama Ini Ayah dari Elena Adalah Dalang dari Kasus Bunuh diri ibunya.Elena Mengetahui hal tersebut dengan tidak sengaja ketika ia sedang ingin ke kamar ayahnya untuk meminta Ijin keluar Rumah,Namun Tanpa di sengaja ia mendengar Obrolan Ayahnya dengan seseorang yang berada dalam Telfon ayahnya.
Elena seketika terkejut akan Pengakuan Ayahnya akan hal tersebut,Bagaikan tersambar petir,Elena berlari sekuat tenaga ke kamarnya.Dan tanpa di sadarinya teryata ada sepasang mata yang tengah mengawasinya dari kejahuan.
Elena merasa kehilangan, Dia merasa seperti dia tidak mengenal ayahnya lagi. Dia merasa kecewa, marah, dan bingung. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa seperti dunianya runtuh.
Ayah yang selama ini Dia kagumi dan jugaa merupakan Cinta pertamanya nyatanya seorang Pembunuh.
Namun, di tengah keputusasaannya, Elena menyadari bahwa dia harus menghadapi kenyataan. Dia harus menerima fakta bahwa ayahnya adalah seorang pembunuh, dan dia harus mencari cara untuk mengatasi rasa sakit dan kebingungannya.
Elena mulai mencari bantuan. Dia Pergi dan berbicara kepada Sahabatnya agar bisa membantunya,Sahabatnya yang juga terkejut dan sedih, tetapi bersedia untuk mendukung Elena.
Perlahan tapi pasti, Elena mulai mengumpulkan banyak bukti Dan akhirnya ia mengetahui alasan mengapa Ayahnya membunuh mendiang Ibunya.
Teryata Ibunya berselingku dengan pria lain sehinggah Ayahnya merasa sangat sakit hati akan kejadian tersebut dan tanpa pikir panjang,Ayahya memilih membunuh Ibunya bersama selingkuhannya lalu Ayahya menyamarkan kasus pembunuhan tersebut menjadi kasus bunuh diri.
Bingung,,,
Sedih,,,
Amarah,,,
Semuanya bercampur menjadi satu.
Elena terus berada dalam keadaan yang terombang-ambing.”Apakah Aku harus memaafkan Ayahku?Apakah aku harus melupakan semua kejadian yang telah terjadi?Seolah-olah tidak pernah ada kejadian Semengerikan itu?”.
“Oh Tuhan,Apa yang harus ku perbuat?”.Batin Elena
Setelah berhari-hari bergulat dengan perasaan bingung, marah, dan kecewa, Elena akhirnya memutuskan untuk menghadapi ayahnya. Dia ingin mendengar penjelasan langsung dari ayahnya tentang rahasia yang selama ini Ayahnya sembunyikan.
Pagi hari itu, Elena mengumpulkan keberanian untuk menemui ayahnya di Teras rumah dimana Ayahnya sedang meminum kopi. Dengan langkah kaki yang gemetar, dia menyerahkan semua bukti yang Dia dapat selama ini.
"Ayah,Apakah Ayah tau bahwa Ibu tidak bunuh diri melainkan Ayah yang membunuh ibu?" tanya Nadia dengan suara bergetar.
Pak Wiratno menarik napas dalam-dalam, seolah mencari kekuatan untuk menjawab pertanyaan itu. "Sayang, dulu,waktu kamu berusia 13 Tahun,Kamu masih ingatkan dimana Ayah mengalami Bisnis Ayah hancur total karena Ayah di tipu oleh teman Ayah?Ibumu waktu itu menyalahkan Ayah lalu Ibumu Pergi meninggalkan Rumah,Namun beberapa minggu kemudian Ayah mendapati Ibumu yang teryata Bersekongkol dengan Teman ayah tersebut yang tidak lain adalah Selingkuhan Ibumu.
Dengan rasa amarah,Kecewa,Sakit hati yang tidak dapat terbendung,tanpa sadar Ayah membunuh Ibumu,Ayah Khilaf pada waktu itu.Ayah melakukan kesalahan yang sangat besar.
Ayah sangat menyesal, Namun bubur tidak akan pernah bisa menjadi Nasi dan Ayah telah membayar hukuman atas perbuatan Ayah. Ayah berharap kamu tidak perlu mengetahui ini, tapi sepertinya takdir berkata lain."
Elena merasa air matanya menetes. Dia merasa seperti dunianya hancur, tapi dia tahu bahwa dia harus membuat keputusan. Dia harus memilih antara memaafkan ayahnya atau memutuskan hubungan dengannya.
Setelah berpikir keras, Elena akhirnya mengambil keputusan. "Ayah, aku tidak bisa memahami mengapa kamu melakukan itu, dan aku sangat kecewa. Tapi, aku juga tahu bahwa kamu selalu mencintai dan mendukungku. Aku akan mencoba memaafkan kamu, Ayah. Tapi, kita perlu waktu untuk menyembuhkan luka ini."
Pak Wiratno menatap Anak kesayangaannya dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih, Sayang. Karena sudah mau mencoba memaafkan kesalahan Ayah yang Fatal ini."
Dalam keputusannya, Elena menemukan kekuatan untuk memaafkan ayahnya dan memberi kesempatan kedua bagi hubungan mereka. Meskipun jalan ke depan masih panjang dan penuh rintangan, Elena yakin bahwa mereka bisa melalui semua ini bersama.