Pernahkah kamu melihat teman sebaya mu memiliki pacar ataupun kekasih? Atau kamu sendiri pernah mengalaminya? Atau ada yang belum pernah sama sekali berpacaran seperti ku?
Dan untuk semua yang pernah berada di posisi seperti yang ku sebutkan, ku tuliskan ini sebagai pengingat atau bisa dibilang self reminder.
Aku tahu, masa remaja memanglah menyenangkan. Sedikit banyak mungkin kita pernah merasakan yang namanya kagum terhadap seseorang, baik lawan jenis ataupun tidak. Dan semua perasaan itu, terkadang tidaklah sepenuhnya salah. Hanya saja kita perlu self controling yang baik.
Mengagumi seseorang memang boleh. Mencintai seseorang dalam diam itu juga boleh. Tapi, tolong hindari berpacaran meski orang itu adalah orang yang kamu sukai, orang yang kamu kagumi, atau orang yang menurutmu selalu bersikap baik kepada mu. Jaga batasan mu! Ingat itu!
Kamu mau tahu kenapa? Karena...
Ada seorang teman yang bercerita padaku bagaimana gaya berpacaran dia. Awalnya hanya sebatas bergandengan tangan, lama kelamaan ya... aku tak ingin tahu apa yang akan diperbuat. Bisa saja kan berbuat hal yang lebih dan nekat. Parahnya, dia mengatakan senang sekali berganti pacar jika sudah bosan. Tapi, dia juga bilang jika suatu saat nanti dia tak ingin memiliki pasangan hidup yang pernah berpacaran. Dan banyak orang juga berpikiran demikian bukan? Perlu digaris bawahi mereka "Tak ingin memiliki bekas orang lain."
Aku juga tahu bagaimana rasanya diejek karena tak memiliki pacar. Dikatakan sok polos lah, sok alim lah, ceper lah, gak laku lah, dan masih banyak hal menyakitkan hanya karena tak pernah berpacaran. Dan apa yang ku katakan pada mereka membuat bungkam dan tak pernah lagi menyinggung tentang itu lagi. Meski masih ada sebagian kecil, tapi setidaknya bisa mengurangi omongan unfaedah itu.
Ku katakan pada mereka bahwa "Menjadi orang yang limited edition di zaman akhir memang sulit. Karena tak semua memilikinya sekarang. Seperti halnya enggan berpacaran, berdekatan dengan lawan jenis saja sudah enggan. Itulah letaknya, harga diri seseorang. Seberapa bisa dia menjaga dirinya sebelum bertemu seseorang yang bisa mendampingi hidupnya di masa depan. Karena banyak orang yang tak menginginkan barang bekas."
Seperti itulah ibaratnya. Jika kamu berpacaran sekarang, mungkin saja kelak mendapatkan yang sama meski bisa saja sebaliknya. Tapi, ada pepatah yang mengatakan "jodoh cerminan diri sendiri."
Bukankah sudah sepatutnya kita memperbaiki diri dulu, mengejar mimpi dan karir, membahagiakan orang tua dan terdekat kita, baru memikirkan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis?
Bukankah masih banyak yang belum dicapai hari ini? Yang belum dicoba hari ini? Apa tidak ingin merasakan indahnya masa remaja tanpa berpacaran? Bisa berteman dengan siapa saja meski dalam batas wajar, bahkan tak ada yang marah. Apa tidak ingin merasakan semua itu?
Apa sudah siap jika gaya pacaran yang seperti remaja sekarang yang nekat hingga berujung pernikahan paksa disaat masih sekolah karena hamil di luar nikah? Itupun jika mau bertanggungjawab, jika tidak? Jangan sampai bunuh diri menjadi jalan terakhir yang dipilih!
Ayolah, pikirkan masa depan juga! Jangan hanya karena kesenangan sesaat tapi masa depanmu hancur berantakan!
Aku tak menakut-nakuti! Hanya berbicara fakta yang akhir-akhir ini membuatku prihatin dengan kondisi remaja yang sekarang.
Untuk itu, kepada yang sekarang masih saja berpacaran, katakan pada diri sendiri "Mulai detik ini, hari ini, aku tidak mau berpacaran! Akan ku putuskan dia tapi tidak saling bermusuhan, hanya sekedar menjadi teman. Aku mau fokus pada pelajaran juga masa depan!."
Dan untuk yang sampai saat ini belum pernah berpacaran, bahkan tidak pernah dekat dengan lawan jenis, aku akan mengatakan "Teruslah berjuang mempertahankan mindset mu yang enggan berpacaran. Fokuslah pada pelajaran dan juga masa depan! Aku yakin, menjadi limited edition memang tak mulus jalannya. Tapi akan indah akhirnya."
Karena sejatinya, tak ada kata terlambat untuk semua yang ada di kehidupan ini jika kamu masih mau memperbaiki dan selama napas mu tidak berhenti.
Aku juga tak ingin menjadi lilin yang menerangi orang lain tapi membakar diri sendiri. Sehingga, tulisan ini ku buat sebagai pengingat bagi diri ku dan juga pembaca.