AKU DAN 'TEMAN' KU
"Hai, nama ku vellyn. Kalian bisa memanggilku lyn, aku adalah anak tunggal. Orang tua ku memiliki usaha atau bisa di bilang pekerjaan orang tua ku seorang pedagang. Aku hidup berkecukupan. Oh iya, aku sekolah di Private High School in Jakarta. Aku juga mengikuti ekstrakulikuler pramuka. Dan di hari minggu nanti aku akan ikut lomba, sehingga kita ikut kemah di sebuah hutan"
Di hari minggu, setelah Vellyn telah sampai di sekolah. Ada yang memanggilnya.
"Lyn!! Sini!" Ucap salah satu teman Vellyn. Vellyn pun melihat siapa yang memanggil nya, ternyata teman Vellyn yaitu Anzar. Vellyn pun menghampirinya, lalu Vellyn bertanya kepada Anzar.
"Kenapa, Nzar?" Tanya Vellyn dengan kebingungan
"Nanti lo berangkat sama gue ya, soalnya kata pak Gilang jalan nya harus berdua dua gitu" ucap Anzar dengan senyum manis nya.
"Iya iya, udah cuman gitu doang?" Ucap Vellyn dengan melas
"Satu lagi, jangan lupa kotak p3k lo. Bawa, jangan sampai lupa. Kan lo orang nya pikun" ucap Anzar sambil terkekeh
"Iya iya ah, cerewet lo" ucap Vellyn dengan lantang, lalu Vellyn pun meninggalkan Anzar yang masih menyiapkan barang.
Di sore hari, mereka pun berangkat dengan berjalan kaki untuk menuju hutan. Seperti biasa, Vellyn dan Anzar jalan berdua. Dan mereka bercerita, canda dan tertawa. Hingga tak terasa, mereka sudah sampai di hutan. Lalu pak Gilang memberikan arahan, untuk segera membuat tenda.
Vellyn yang sedang membuat tenda dengan teman nya yaitu Sela, begitu pun juga dengan Anzar yang membuat tenda dengan Kevin. Setelah mereka sudah selesai membuat, pak Gilang menyuruh mereka untuk beres beres dan melakukan aktivitas lainnya. Hingga di waktu pukul jam 02.00 pagi, mereka yang masih tertidur pulas di kejutkan dengan suara tertawa dari tenda sebelah
"HAHAHAHAHAHAHAHAHA" suara itu terdengar suara orang yang tertawa keras, seketika semua orang-orang pada bangun dan melihat apa yang terjadi di luar tenda. Vellyn, Anzar dan Kevin pun melihat kejadian di luar. Setelah Vellyn melihat perempuan yang ternyata di 'rasuki' oleh penunggu tersebut, secara tiba-tiba Vellyn merasakan hawa panas di tubuh nya. Wanita yang di rasuki itu pun melihat ke arah Vellyn, dan Vellyn pun melihat dengan mata kepala nya sendiri, bahwa 'sosok' yang merasuki wanita itu keluar dan 'sosok' tersebut ingin mengcekik Vellyn. Sehingga Vellyn pun lari hingga keluar hutan, Anzar yang tadi ikut menyaksikan langsung mengambil tas dan mengejar Vellyn.
"HEI LYN!! SINI!! MAU LARI KEMANA!!" ucap Anzar sambil berlari mengejar Vellyn yang lari dengan sangat cepat. Hingga pada akhirnya, Vellyn pun terjatuh karena tersandung kayu karena jalan yang di lalui Vellyn sangatlah gelap.
"AKKH" ucap Vellyn merintis kesakitan. Vellyn pun melihat lutut nya yang ternyata sudah berlumuran darah.
Lalu, Anzar pun datang sambil ngos ngos an. "Gue bilang juga apa hah?! jatuh kan lo, lagian lo ngapain si lari lari" ucap Anzar yang masih ngos ngos an.
"Maaf, Nzar" hanya kata kata maaf yang bisa Vellyn ucapkan ke Anzar. lalu Anzar mengambil tas dan mengambil obat p3k, ia pun mengobati luka Vellyn yang masih keluar darah. Vellyn pun melihat keadaan sekitar, dan Vellyn pun sedikit lega karena 'sosok' tersebut sudah tidak mengejarnya lagi.
"Akh, bisa ga si lo pelan-pelan?" teriak Vellyn dengan lantang.
"bisa ga si lo diam, udah di tolongi juga" ucap Anzar dengan nada tegas.
Setelah Anzar mengobati luka Vellyn, ia pun memapah Vellyn sambil berjalan menuju satu rumah untuk di singgahi. Setelah lamanya perjalanan, mereka pun sampai di satu rumah yang terlihat rumah tersebut sangatlah gelap.
Anzar pun mengetuk dan berharap dirumah tersebut ada orang. Tak lama kemudian seorang nenek-nenek pun keluar sambil menatap mereka dengan keheranan, nenek itu berkata
"Loh! kalian datang darimana?" nenek itu sangat terkejut akan kehadiran Anzar dengan Vellyn yang kondisi nya semakin melemah, dan nenek itu pun mempersilahkan masuk kedua remaja tersebut. Nenek tersebut berkata
"Tunggu sebentar ya, nenek ambilkan minuman dan makanan untuk kalian" ucap nenek sambil bergegas ke dapur.
Tak lama kemudian, Vellyn pun merintis kesakitan
"Kepala ku pusing, Nzar"
"Tahan bentar lyn, lo laper? apa lo haus?" ucap Anzar sambil mengecek keadaan Vellyn.
"Gue mau pulang zar, pak Gilang pasti nyariin kita" ucap Vellyn yg sudah melemah.
Tak lama kemudian, nenek datang dengan membawa 2 teh anget dan 2 buah roti.
"Nak, dimakan dulu ya nak. Kalian pasti sudah melalui perjalanan yang sangat panjang dan lama, kan?" ucap nenek dengan khawatir.
Anzar pun mengangguk, dan mengambil sebuah cangkir teh. dan memberikannya kepada Vellyn.
"Nih, lo minum ni teh. atau lo juga mau roti?" ucap Anzar sambil menawarkan teh dan roti.
Vellyn pun meminum teh, dan memakan roti dengan lahap. Lalu anzar pun bertanya kepada Vellyn.
"Lo kenapa lari sih?" tanya Anzar dengan kebingungan. Vellyn pun menjawab "tadi gue di kejar sama 'mereka', Nzar". Anzar pun mendengar itu kebingungan "mereka siapa?" tanya Anzar. "kalaupun gue jelasin panjang lebar, lo ga akan paham apa yang gue bilang, mending lo diam." ucap Vellyn dengan lantang.
Mereka pun berbincang dengan si nenek, tetapi setelah bincang bincang dengan sang nenek. Mereka pun mengucapkan terima kasih kepada sang nenek, tak lama jam sudah menunjukkan jam 07.00 pagi, kemudian ada klakson mobil kevin yang sudah menunggu mereka di luar rumah nenek. Mereka pun keheranan, darimana Kevin membawa mobil.
Mereka pun berpamitan kepada sang nenek, mereka pun jalan menuju mobil Kevin. Dan selama di perjalanan, mereka bercerita banyak hal bahkan tertawa karna candaan Anzar. Tapi siapa sangka, di perjalanan tepatnya di tikungan ada sebuah mobil yang berlawanan arah. Sehingga, Kevin banting setir ke kiri, sehingga mereka pun masuk ke jurang yang sangat dalam. Kevin, Anzar dan Vellyn pun tewas di tempat karena mereka jatuh ke jurang yang dimana jurang tersebut ada bebatuan yang amat besar.
Setelah mereka sudah tewas, datanglah beberapa warga sekitar untuk menolong mereka di bantu dengan alat berat. Tapi sayangnya, nyawa mereka tidak bisa di selamatkan. Jenazah mereka pun di pulang kan ke rumah keluarga mereka dan dimakamkan dengan layak.
Tetapi sayangnya, arwah mereka masih bergentayangan di sekitar jalan tikungan tersebut, karena mereka masih belum bisa terima jika mereka sudah 'meninggal'. Banyak laporan dari warga atau orang yang melintas di tikungan tersebut, mereka mengaku melihat sosok perempuan dan dua sosok laki-laki di tingkungan ataupun di tengah jalan. Sehingga, tak heran juga jika ada yang meninggal di tepi jurang.
Itu lah kisah dari tiga remaja tersebut, sayangnya arwah mereka masih bergentayangan sampai sekarang.