Aku aldi tinggal di sebuah rusun yang berada di kota M aku tinggal di rusun bersama ayah ibu dan adikku.
waktu itu aku masih menganggur
Selama aku tinggal di rusun ada sesuatu yang menarik parhatian ku
Seorang gadis yang cantik manis dan lugu tinggal di lantai 2 sedangkan aku tinggal di lantai 4
Ingin rasanya aku mengenalnya ,
Cukup kenal saja, sudah berbunga bunga hatiku rasanya. "waktu itu"
Hari berganti hari ,sudah ku sobek beberapa lembar kalender yang artinya sudah berbulan bulan aku mengindam idamkan gadis lantai 2 itu ingin rasanya aku memulai percakapan dengan gadis itu tapi aku bingung mulai dari mana dan apa yang akan aku bahas.
Memang kelemahanku di sini bingung,canggung campur aduk rasanya jika ingin mendekati seorang wanita
Ya memang tidak sejago teman teman setongkronganku makanya aku sering di ejek oleh teman teman tongkrongan, tapi aku cuek saja dan aku menikmati itu.
Hari Sabtu tanggal 13 Mei 2023
Aku nongkrong bersama teman temanku di halaman sekitar rusun dan temanku bertanya
"Eh di kamu masih nganggur ya" tanya Rama temanku
"Iya ini cari kerjaan susah" jawabku sembari membakar rokok yang sudah berada dalam genggamanku
"Kamu mau enggak kerja ikut Pak Rustam lantai 2" sahut Rama
Yang ada di pikiranku saat itu bukan pada pekerjaannya tapi pada gadis lantai 2 itu kalau aku kerja dengan Pak Rustam otomatis aku sering ke lantai 2 jadi lebih sering melihat si gadis itu
"Woooy di tanya malah bengong" teriak Rama
"Eehh kamu bikin kaget aku saja" jawabku
"Mau enggk kerja di tanya kok malah" kata si Rama
"Mmmaau" jawabku sambil memikirkan kedepannya aku harus memberanikan diri jika bertemu gadis itu
"Senin mulai kerja ya jam 8 pokokknya sudah siap dan langsung ke rumah Pak Rustam"
"Siap" jawabku
Hari senin tanggal 15 Mei 2023 aku sudah mulai kerja dan sudah siap berada di rumah Pak Rustam sembari menunggu Pak Rustam dan Rama datang aku bakar rokok sambil main hp
"Aldi silahkan masuk" terdengar suara Pak Rustam yang baru saja selesai mandi
"Iya Pak terimakasih" ucapku
"Permisi Asallamualikum" terdengar suara Rama dari balik pintu rusun
"Ya silahkan Masuk Rama" kata Pak Rustam sembari membakar rokok
"Ya hari ini Aldi mulai kerja ya, dan tolong nanti Rama kamu mengajari Aldi" lanjut pak Rustam
" Ya pak " Jawabku dan Aldi
"Sekarang Bapak mau keluar dulu nanti kalau ada apa apa kamu kabari Bapak saja ya Rama"
"Ya pak" jawab Rama
Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.00 dan yang aku tunggu tunggu belum saja kelihatan.
Ya benar gadis lantai 2 yang selama ini aku idam idam kan .
Dan tak terasa waktu sudah pukul 16.00 dan aku bersiap siap untuk naik ke lantai 4
Setelah beres beres aku langkahkan kakiku selangkah demi selangkah dan benar apa yang terjadi bertemu juga aku dengan gadis idamanku karena salting ku lemparkan senyum saja ke gadis itu dan di balas senyum an manis oleh gadis itu dan aku bergegas pulang kerumah
Dan setelah sampai rumah aku membersihkan badanku lalu membuat kopi dan bakar rokok sembari duduk santai di depan teras rusun sambil membayangkan
Senyuman gadis itu sudah habis berbatang batang rokok dan kopi sudah tidak tersisa sedikitpun , lalu aku pindah dalam kamar dan tidak terasa aku tertidur pulas mungkin karena capek hari pertama kerja di rumah Pak Rustam
Ayam berkokok menunjukan waktu sudah pukul 06.00 pagi hari dan aku mandi siap siap berangkat kerja dan sebelum sampai rumah Pak Rustam tak kuduga sudah ada gadis idamanku sedang duduk santai di depan teras rusun. Lalu aku mulai memberanikan diri untuk bertanya basa basi aja
"Lagi nyantai aja ya" tanyaku sambil menahan rasa malu dan canggung
"Iya ini libur kerja" jawabnya sambil melempar senyum
"Kerja di Pak Rustam ya" tanya gadis itu kepadaku
"Iya mbak mari" jawabku malu sambil jalan mengarah ke rumah Pak Rustam
Obrolan segitu saja sudah senang sekali hatiku dan tak terasa aku sudah sampai Depan rumah Pak Rustam dan sudah ada Rama juga di sana dan kita langsung mulai kerja.
Jam istirahat yang kutunggu datang juga
Langsung aku keluar rumah bakar rokok sambil mengamati rumah si gadis itu
"Kok enggak keliatan ya" kataku dalam hati
"Ayo makan" Rama mengajakku makan
Dan aku mulai makan siang setelag selesai aku kembali duduk di depan teras sembari melihat rumah gadis itu dan benar saja gadis itu keluar langsung melihat kearahku dan seketika aku buang muka karena kaget kok tiba tiba keluar gitu aja.
Waktu sudah menunjukan pukul 13.30 dan lanjut aku mulai kerja lagi
Dan setelah pulang kerja aku memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah aku duduk dulu didepan teras Rumah Pak Rustam sambil membakar rokok dan yang aku tunggu tunggu kelihatan juga dia sedang membawa belanjaan mungkin belanja bulanan soalnya belanjaannya banyak banget , aku memberanikan diri untuk membantu membawakan belanjaannya yang banyak itu
"Aku bantu mbak "
"Enggak usah mas nanti merepotkan"
"Enggk mbak santai saja"
Dan aku mulai membawakan belanjaannya sampai di ruang tamu Rumahnya
"Terimakasih ya mas"
"Sama sama mbak"
"Oiya mas situ tinggal di sini juga ya?" Tanya gadis itu
"Iya mbak tinggal di lantai 4 nomer 69" jawabku
"Oiya mas kenalkan nama ku Dewi"
"Iya mbak aku Aldi"
Ternyata Dewi Nama gadis yang selama ini aku idam idamkan
"Sebentar mas aku ambilkan minum dulu pasti haus ya"
"Enggak usah mbak terimakasih" jawabku sambil tersipu malu
"Gapapa mas ini di minum kasian mukanya itu kayaknya kecapean,maaf ya mas ngrepotin
"Enggak santai aja mbak"
"Oiiya mas panggil aja Dewi"
"Iyaa mbak eh Dewi sekalian ini mau pamit pulang bersih bersih"
"Iya mas makasih banyak"
"Iya"
Lalu aku melangkah pulang kerumah dan lanjut bersih bersih lalu tidur
Matahari sudah menunjukan sinarnya lalu bergegas aku mandi untuk berangkat kerja lagi seperti biasa waktu berlalu
Aku dan Rama bekerja seperti biasa
Hari berganti hari dan tibalah Hari sabtu dimana aku sering nongkrong bersama teman temanku di depan Rusun
"Penguasa penguasa berilah hambamu uang beri hamba uang" suara teman temanku bernyanyi dengan diiringi gitar tua ya mesti bunyinya tidak sebagus gitar gitar mahal pada umumnya tapi gitar tua ini setidaknya bisa membuat aku dan teman temanku tidak sepi
Waktu berlalu menunjukkan pukul 21.00
Kulihat gadis idamanku pulang kerja dengan di antarkan tukang ojek
Lalu kuberanikan diri untuk menyapanya
"Baru pulang Dewi" tanyaku
"Iya ini baru pulang masuk siang tadi"
Dan aku mengobrol sambil mengikutinya jalan naik ke atas lantai 2 dan ternyata Dewi orangnya welcome sekali, senangnya aku juga sudah punya nomernya Dewi
"Yaudah aku masuk dulu"
"Iya " jawabku sambil membalikkan badan dan mengarah turun kembali ke teman teman
Dan dari situ aku mulai mengirim pesan ke Dewi dan di balas dengan Dewi. Hari berganti hari dan waktu dimana Dewi mengajak aku keluar untuk makan langsung ku iyakan saja ajakan Dewi tanpa pikir panjang lagi pula ini kan yang sudah kunantikan sejak lama