Love and loss
Patrik Vandestar adalah seorang prajurit muda di ketentaraan, melayani negaranya dengan hormat dan terhormat. Dia telah dilatih untuk menjadi tangguh, ulet, dan selalu siap menghadapi setiap tantangan yang menghadangnya. Namun, terlepas dari komitmennya yang tak tergoyahkan untuk tugasnya, dia tidak bisa menahan perasaan hampa di dalam dirinya. Itu adalah perasaan yang telah menggerogotinya selama beberapa waktu, sejak dia kehilangan keluarganya dalam sebuah kecelakaan tragis.
Suatu hari, saat dia ditempatkan di sebuah kota kecil dekat perbatasan, dia bertemu dengan Marie Foulavier. Dia adalah seorang wanita muda yang cantik, dengan rambut cokelat panjang dan mata biru cerah. Dia memiliki senyum lembut yang membuat Patrik langsung merasa nyaman. Mereka bertemu di kafe lokal, tempat Patrik berhenti untuk minum kopi. Marie sedang duduk di meja terdekat, membaca buku.
Begitu Patrik melihatnya, dia merasakan gejolak aneh di hatinya. Dia tidak bisa menjelaskannya, tetapi dia tahu bahwa dia ingin mengenalnya lebih baik. Dia berjalan ke arahnya dan memperkenalkan dirinya, dan segera mereka mengobrol seperti teman lama.
Marie berbeda dari siapa pun yang pernah ditemui Patrik sebelumnya. Dia baik hati, peduli, dan memiliki kedalaman karakter yang menurutnya menarik. Ketika mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama, dia mulai menyadari bahwa dia jatuh cinta padanya.
Marie juga jatuh cinta pada Patrik. Dia mengagumi dedikasinya pada negaranya dan tujuan hidupnya. Dia melihat kekuatan dalam dirinya yang dia bahkan tidak tahu dia miliki. Mereka mulai lebih sering bertemu, berjalan-jalan di sepanjang jalan kota yang sepi dan menikmati kebersamaan satu sama lain.
Cinta mereka semakin kuat setiap hari, tetapi bukannya tanpa tantangan. Patrik tahu bahwa dia memiliki kewajiban terhadap negaranya, dan bahwa dia mungkin dipanggil untuk berperang. Dia juga tahu bahwa ini mungkin berarti dia harus meninggalkan Marie, mungkin selamanya.
Marie juga mengkhawatirkan Patrik. Dia tahu bahwa dia adalah seorang prajurit pemberani, tetapi dia juga tahu bahwa perang adalah hal yang berbahaya dan tidak dapat diprediksi. Dia mengkhawatirkan keselamatannya dan khawatir tentang apa yang mungkin terjadi padanya jika dia dikirim ke garis depan.
Terlepas dari ketakutan mereka, Patrik dan Marie terus saling mencintai. Mereka tahu bahwa mereka mungkin dipisahkan oleh perang, tetapi mereka bersumpah untuk memanfaatkan waktu bersama sebaik-baiknya.
Suatu hari, Patrik menerima kabar yang selama ini dia takuti. Dia dikerahkan ke zona perang, dan dia tidak tahu kapan atau apakah dia akan kembali. Marie sangat terpukul dengan berita itu, tetapi dia tahu bahwa dia harus kuat untuk Patrik. Dia memeluknya erat-erat, mengatakan kepadanya bahwa dia mencintainya, dan berjanji untuk menunggunya apa pun yang terjadi.
Patrik pergi berperang, tapi dia tidak pernah melupakan Marie. Bahkan di tengah pertempuran, pikirannya sering tertuju padanya. Dia menulis surat-suratnya kapan pun dia bisa, bercerita tentang pengalamannya dan kerinduannya untuk bertemu kembali dengannya. Marie membalas, bercerita tentang kehidupan sehari-harinya dan mengiriminya pesan harapan dan cinta.
Bulan-bulan berlalu, dan perang berkecamuk. Patrik adalah seorang prajurit yang terampil, dan dia dengan cepat naik pangkat. Dia mendapatkan rasa hormat dari sesama prajurit dan kekaguman dari atasannya. Namun terlepas dari kesuksesannya, dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang.
Suatu hari, saat dia memimpin unitnya melalui misi berbahaya, Patrik terkena tembakan musuh. Dia jatuh ke tanah, terluka parah. Saat dia berbaring di sana, berjuang untuk hidupnya, pikirannya beralih ke Marie. Dia tahu bahwa dia mungkin tidak akan berhasil.