Kisah dari cerpen "Jangan suka aku" dan "Pokoknya Aku suka Kau" antara Alex dan Dira...
"Dira, nanti kalo sudah aktif sekolah, jangan lupain gue ya, semoga aja kita satu kelas." Lili, siswi yang duduk di sebelahku ketika kami bersama yang lain tengah mengikuti MOS siswi Golden School, Sudah menyatakan jika kami berteman sejak itu.
"Iya." jawabku pelan. Dan memberi senyum.
"Baik semuanya, sampai bertemu kembali... sebagai bagian dari Golden School, ya." dari atas panggung lapangan, seorang siswa yang pastinya dia adalah ketua MOS melambaikan tangan sembari memegang pengeras suara. Jangan lupakan tebaran senyumnya itu, bisa di tebak..... playboy tingkat VIP ini.
"Iya, kakak." sahut pada peserta MOS, termasuk, aku.
Pulang dari MOS, di depan gerbang.... ya, seingatku begitu...
"Arghhhh." Aku merasakan sakit akibat benturan dari,,,,,
"Ma-ma-maaf." ucap seorang cowok, yang jika dilihat, dia adalah junior sama sepertiku, tentu benar, pakaian corat coret seperti itu, hanya siswa konyol MOS saja yang rela menggunakannya.
Mendapati maaf barusan, aku menganggukkan kepala tanda memaafkannya.
"Eh...." Dia berlari saat aku hendak mengembalikan benda yang pasti miliknya, terjatuh, sepertinya karena benturan tadi.
lancang? mungkin, tapi maafkanlah, aku hanya ingin mengembalikan benda yang tentu harus tahu nama pemiliknya, bukan?
cletek!!!
Suara kunci benda persegi berwarna pastel merah muda itu, terbuka.
ALEXIO BISMA...
Hanya itu, dengan rimbun detail bunga mengelilingi namanya.
Mau membalik halaman berikutnya, tapi, sisi kesopanan mendominasiku saat itu.
"Cukup. Namanya, Alexio Bisma."
Aku memandang mobil Lamborgini kuning itu, sudah melesat menjauh. Melupakan bahwa dirinya meninggalkan benda ini.... Sebuah Diary....
>>>>
"Hei!!" Aku meneriakkan suara, ketika menangkap bayang yang membuatku selalu membawa benda merah muda ini kemanapun, hanya mengopernya ke tas yang satu ke yang lain tiap aku akan keluar rumah, berharap bertemu si pemilik yang menguji imanku agar tidak lancang membuka halaman diary ini.
Ia menoleh,....
"Ini." aku menjulurkan benda itu, dan ia jelas membalasnya dengan raut terkejut.
"Kenapa ada sama kamu." deliknya menajam.
"Waktu itu jat....." tanpa menunggu aku menyelesaikan kalimatku, ia sudah masuk ke kelas yang juga menjadi tujuanku....
Kelas unggulan,,,....
Kami berada di kelas yang sama...
Aku, Dira Kairan Ladh, akan menjadi teman cowok yang kini membuatku kesal, ok, aku tak perlu memaksanya berterima kasih, tapi... jangan kabur seolah aku pencuri di sini.
"Awas saja, akan aku coret wujudnya dari dalam kelas ini." janjiku, enggan berurusan lagi pada cowok itu.
>>>>
Ini part awal bertemu Alexio dan Dira ya.....