Diana seorang gadis cantik berambut pirang dengan mata berwarna ruby. Ditambah mempunyai tubuh ideal yang dapat menarik perhatian para kaum pria.
Diana merupakan seorang Nona muda dari keluarga kaya ternama di Italia.
Ibu dan ayahnya berasal dari Indonesia mereka tinggal di Italia untuk menjalani bisnis akhirnya bisnis tersebut berkembang pesat dan mereka pun menjadi keluarga kaya ternama di negara tersebut
Suatu hari mereka mendapat kabar duka cita dari keluarga ibunya yang berada di tanah air. Ayah dari ibunya yaitu kakeknya meninggal dunia sehingga, mereka pun terbang ke Indonesia secepat mungkin.
Diana dan keluarganya pun sampai di Indonesia.
''Apa masih lama bu?'' ucap Diana.
''Iya..Masih lama, karena kita baru sampai di Jakarta'' Jawab Melody, Ibunya Diana.
''Sekitar berapa jam lagi bu?'' Diana bertanya kembali.
''Ibu juga tidak tahu karena sudah 24 tahun tidak di sini'' Jawab Ibunya.
''Apakah di sana menyenangkan?'' Ucap Diana bertanya kembali.
''Sangat menyenangkan, kamu pasti bakal betah di sana'' Jawab Ibunya.
"Baiklah, semoga di sana menyenangkan seperti kata Ibu'' Ucap Diana.
Diana pun sampai di Indonesia tepatnya di Yogyakarta.
Setelah beberapa hari berduka cita, Diana dengan sepupunya yang bernama Wulan Pergi ke tempat wisata yang dekat dengan daerahnya.
Mereka berdua mengunjungi Candi Borobudur Candi Prambanan dan Malioboro. Sesuai dugaan ibunya, Diana sangat senang berada di Yogyakarta.
Saat sedang di Malioboro, Diana bertemu dengan seorang anak yang memanggil nya dengan panggilan Ibu. Anak itu mempunyai rambut yang sama dengan Diana tersebut, tetapi mempunyai mata biru yang seperti permata. Diana pun bertanya kepada anak tersebut Di manakah Ayah Atau ibunya.
”halo..Gadis kecil, siapa namamu?”Diana bertanya pada anak kecil tersebut.
“Namaku Athanasia” Jawab anak tersebut.
'Aduh, imut banget sih. Anak siapa ini?' Batin Diana.
“Dimana orang tuamu?” Diana bertanya kembali.
“Papa, sedang di kantor, dan Kakak adalah Mama Athy” Jawab Athanasia.
“Anak kecil, kau disini dengan siapa?” Diana bertanya kembali. 'Apa Papanya seseorang yang sibuk hingga menelantarkan anaknya?' Batin Diana
“Jangan panggil aku anak kecil! Namaku Athanasia, panggil aku Athy..!” Ucap Athanasia.
“Baiklah, Athy..Apa Athy ke sini dengan pengasuh?”Diana bertanya kembali.
“Iya...Athy pergi bersama kakak pengasuh” Athy menjawab.
“Dimana kakak pengasuh Athy?” Ucap Diana sambil menggendong Athy.
“Jangan ganggu kakak pengasuh, dia sedang berkencan. Antarkan Athy pulang saja Ma..” Ucap Athanasia dengan puppy eye.
“Baiklah-baik, dimana alamat rumahmu?” Diana bertanya pada Athanasia.
“Athy tidak tahu. Mama jalan saja ke mobil itu, Pak supirnya akan mengantarkan Mama dan Athy” Ucap Athanasia sambil menunjuk ke arah mobil mewah berwarna Hitam.
'Athy harus membawa Mama ke rumah, agar Papa tidak sakit lagi' Batin Athanasia.
Athanasia tahu bahwa Papanya bersikap kejam padanya dan baik pada Zenith karena sihir hitam.
Ia pun tahu hal tersebut dari Komik.
Diana pun berjalan menuju mobil tersebut. Lalu, masuk seperti kata Athanasia. Mobil pun mulai melaju menuju ke kediaman Athanasia.
Mereka pun sampai di kediaman Athanasia.
'Woah..rumah yang sangat besar! Ini sama seperti rumahku di Italia' Batin Diana.
“Mama..Ayo masuk” Ucap Athanasia dengan riang gembira.
“Apa Papa Athy tidak akan marah saat Athy memanggilku dengan panggilan Mama?” Ucap Diana.
“Papa tidak akan marah. Karena, Papa juga tidak tahu Mama ada dimana” Jawab Athanasia. 'Kakak cantik kan memang benar Mama Athy' Batin Athanasia.
Diana dan Athanasia pun masuk ke rumah mewah dan besar tersebut.
Setelah masuk Diana dan Athanasia melewati lorong yang menuju Kamar Athanasia.
“Apa disini tidak ada orang?” Diana bertanya pada Athanasia.
“Para kakak pekerja berada disini hanya saat, Sarapan, Makan siang, dan Makan malam" Jawab Athanasia.
“Mengapa begitu?” Tanya Diana.
“Karena, Papa tidak suka keramaian” Jawab Athanasia.
Mereka pun sampai di kamar Athanasia.
“Kamar Athy sangat cantik..!”ujar Diana memuji
"Terimakasih Mama.." Jawab Athanasia dengan riang gembirang.
"Apa Mama mau berkeliling bersama Athy?" Tanya Athanasia. 'aku harus segera mempertemukan Mama dan Papa!' Batin Athanasia.
"Baiklah, ayo.."Diana menjawab.
"Yeyy.."ucap Athanasia dengan senang dan memeluk Diana.
Saat berkeliling rumah Diana berkata "Apa aku benar ibumu?".
Athanasia menjawab "Tentu saja, Mamaku hanya 1. Entah di sini atau di dunia lain".
"Dunia lain?" Ucap Diana bingung.
"Nanti Mama akan tahu..hihi" ujar Athanasia sambil mengedipkan matanya sebelah.
Athanasia dan Diana pun sampai di ruangan terakhir.
Athanasia dan Diana pun masuk ke ruangan tersebut yang ternyata adalah ruangan Claude bekerja.
''Papa... Ini Athy'' Ucap Athanasia.
''Masuklah'' jawab Claude.
'Suara pria itu serasa familiar dalam ingatanku' batin Diana
Setelah Diana masuk, matanya bertemu dengan Claude atau bisa dibilang saling bertatapan. Claude menatap Diana dengan tatapan terkejut
''D-diana?'' Ucap Claude
''I-iya... Bagaimana kau-'' Diana belum selesai bicara Claude sudah langsung memeluknya, yang membuat Diana tambah terkejut.
'Siapa Pria ini? Mengapa suaranya begitu familiar? Aku merasa bahwa dia adalah orang yang aku percaya, namun aku lupa siapa dia?!' batin Diana
''Papa.. Ada sesuatu yang ingin Athy bicarakan'' Ucap Athanasia.
'Apa yang ingin dia bicarakan sampai bersembunyi dari ku seperti itu?' Batin Diana.
''Apa yang ingin kau bicarakan'' Tanya Claude.
''Ini tentang nyaa'' jawab Athanasia sambil melirik Diana.
'Apakah tentang diriku?! ' Batin Diana.
''Baiklah, aku izin keluar dulu'' Ucap Claude.
''Oh, ya.. Baiklah''
'Heiii... Bukankah dia pemilik rumah ini? Mengapa meminta izin padaku?' batin Diana.
Saat ini banyak sekali pertanyaan yang berenang di kepala Diana.
Claude dan Athanasia pun keluar. Athanasia menyampaikan pada Claude bahwa Diana kehilangan ingatannya, Claude yang mendengar hal tersebut pun geram dan bertanya siapa yang menyebabkan Diana hilang ingatan.
Athanasia menggeleng, ia sudah memeriksa selama 2 tahun lebih. Namun, tetap saja tidak menemukan siapa pelaku di balik ingatan Diana yang hilang. Fokus mereka saat ini adalah membuat ingatan Diana kembali, mereka berdua pun membuat rencana agar, Diana mengingat kembali kenangan mereka yang bahagia.
Setelah membuat rencana bersama, Claude dan Athanasia sepakat bahwa hari ini mereka akan jalan-jalan ke Taman yang sering mereka kunjungi bersama-sama, mereka berharap Diana dapat mengingat kembali kenangan yang indah.
Diana, Claude dan Athanasia pun berjalan-jalan ke taman yang sering mereka kunjungi, dan banyak kenangan yang mereka buat.
Sampai tak terasa sudah malam hari, Athanasia pun meminta agar Diana tinggal di rumahnya dan tidur bersama, padahal itu adalah permintaan Claude. Athanasia pun meminta agar Claude tidur bersamanya juga, akhirnya mereka bertiga tidur dalam 1 ranjang yang sama.
Beberapa hari Diana tinggal bersama Athanasia dan Claude, ia merasa nyaman. Bahkan ia rela membantah orang tuanya karena, Diana tahu ada yang orang tuanya sembunyikan. Diana pun memilih minggat dari rumahnya dan tinggal bersama Athanasia dan Claude. hingga suatu hari, ia jatuh pingsan.
Seminggu kemudian Diana tersadar dari pingsannya. Ia mengingat semua ingatan dan kenangan bahagia yang hilang 5 tahun yang lalu.
Diana di tambah terkejut karena, saat bangun tangannya di genggam oleh Claude yang tertidur di samping ranjangnya. Begitu pun dengan Athanasia, Athanasia tertidur di samping Diana sambil memeluk Diana. Walau begitu, ia bersyukur bahwa Tuhan telah mengembalikan ingatannya.
3 bulan kemudian terungkap bahwa yang membuat Diana kehilangan ingatannya adalah orang tua Diana. Claude yang kesal pun bergegas akan menghampiri kedua orang tuanya Diana, namun Athanasia menghalanginya.
''Lihatlah perasaan mama, lagi pula mama juga tidak memperpanjang masalah ini... Jika Papa tetap bersikeras ingin menghukum Kakek dan Nenek, Mama mungkin saja akan kembali membenci kita. Aku tak mau kehilangan Mama untuk yang kedua kalinya..!'' Teriak Athanasia.
Akhirnya Claude memutuskan untuk mengabaikan masalah tersebut. Alasan orang tuanya Diana berusaha memisahkan Claude dan Diana adalah, saat itu Claude merupakan gelandangan yang ternyata penerus perusahaan besar .
Setelah kembali menjadi CEO dalam perusahaan itu, ia mencari Diana. Namun nihil, hasilnya Claude menerima Athanasia yang tiba-tiba muncul di depan rumahnya dan menghentikkan pencariannya tentang Diana, karena itu membuatnya semakin terjerumus dalam sihir hitam.
4 bulan kemudian Claude dan Diana melaksanakan resepsi pernikahan dan mereka bertiga hidup dengan bahagia.
Tamat...
Terimakasih sudah membaca dan mohon dukungannya