Judul : Karena Senyumanmu
Sinopsis : Raka remaja yang sangat pendiam, dingin dan tak perduli dengan sekitar namun, di balik semua itu Raka menyimpan perasaan cinta yang mendalam kepada seorang wanita. Namanya Reni wanita yang awalnya hanya mengekor kemanapun Raka pergi tapi suatu hari Reni menjauh karena kecerobohan Raka. Apa yang harus Raka lakukan agar Reni bisa kembali padanya?. Cuss langsung ke cerita...☺️☺️
Raka Hermawan remaja yang terkenal dingin, cuek, pendiam dan tak perduli dengan sekitar. Usianya 19 tahun berwajah tampan dan ada lesung pipi membuatnya sangat di kagumi oleh remaja putri di kelas. Tidak hanya tampan dia juga pria dengan segudang prestasi. Namun, di balik itu semua Raka tak sekalipun berpikir akan perasaan orang lain. Baginya tidak ada seorang pun yang akan menjadi sahabat sejatinya.
Setelah kedua orang tua Raka berpisah Raka hidup sendirian. Tidak ada seorang pun yang menemaninya. Hanya kesendirian yang selalu Raka rasakan bahkan tersenyum pun Raka sudah lupa.
Sepulang sekolah Raka langsung pulang numun, dipertahan jalan hujan turun dengan derasnya membasahi tubuhnya. Hawa dingin yang Raka rasakan tak ia hiraukan Raka tetap berjalan melewati beberapa gang setelah 10 menit berjalan pun Raka sampai dirumah yang 19 tahun ia tinggali.
Tidak ada suara ayah yang tertawa bersama ibu. Tidak ada suara sambutan ketika Raka sampai di rumah bahkan pertengkaran ayah dan ibunya pun tidak lagi ia dengar.
Kini Raka seorang diri tanpa siapaun yang akan mencemaskan keadaanya.
Raka segera mandi dan memasak makanan untuk mengganjal rasa laparnya. Raka mengambil foto ayah dan ibunya.
"Ayah, ibu apakah kalian baik-baik saja? Kapan kalian akan kembali. Raka merindukan kalian. Apa sebegitu mudahnya ayah dan ibu melupakan Raka, apa diantara ayah dan ibu tidak merindukan Raka? Apakah Raka memang tidak diharapkan hingga Raka harus hidup seorang diri hiks hiks?" Air mata Raka jatuh berlinangan membasahi pipinya.
Setelah selesai makan raka bergegas membereskan piring dan gelas. Raka merasa ada kekosongan dalam dirinya. Raka takut untuk mengatakan apa yang ia rasakan pada seseorang. Yang berkecamuk di pikiran Raka adalah ayah dan ibu saja tega meninggalkan dirinya seorang diri apa lagi orang lain. Begitu pikirnya.
Hujan seakan menusuk tubuhnya. Namun Raka tidak memperdulikannya bahkan Raka merasa hawa yang begitu dingin yang Raka rasakan adalah pelukan yang sangat hangat baginya.
_______________________________________________
DISEKOLAH
Terlihat wanita yang sedari tadi memperhatikan Raka. Kulitnya sawo matang. Rambutnya sebahu dan memakai kacamata berwarna hitam. Memperhatikan tanpa mengalihkan pandangan. Reni nama wanita yang sedari tadi memperhatikan Raka sudah seperti detektif.
"Kenapa dia pagi ini? Tidak seperti biasanya?wajahnya pucat apa yang terjadi padanya?apa dia sakit? Aku harus segera memeriksanya. Lah dia kenapa ? " Melihat Raka yang terduduk di lantai Reni pun segera menghampirinya.
Di tengah kepala Raka yang sangat pusing hingga Raka tidak bisa mengontrol tubuhnya dan jatuh. Datanglah wanita yang segera membantu Raka berdiri.
Raka merasa bahwa ada seseorang yang berusaha menolongnya pun segera melepaskan tangan seseorang dan alhasil Raka jatuh untuk kedua kali.
"Apa sih! Gak usah nolongin gua. Pergi sana"teriak Raka dengan penuh emosi.
"Apaan? Gua cuma mau nolongin lie gak boleh?" Reni mencoba menarik tangan Raka untuk kedua kali dan kali ini masih di tepis oleh Raka.
"Gak usah belagak kenal sama gua, gua bisa berdiri sendiri." Raka mencoba bangun dari tempatnya namun selalu jatuh di posisi yang sama.
"Tuh kan bandel banget di bilangin. Sudah gua bantui koe berdiri."
"Gak butuh pergi sana" usir Raka dengan beberapa helaian napas
"Wajah Lie pucet banget tuh, gua anter ke UKS ok. Sampai UKS kok setelah itu gua pergi woke."
"Setelah itu koe pergi?"
"Iya. Janji gua"
Reni memapah Raka walau tubuhnya kecil. Raka hanya diam.
"Kenapa low bisa demam sih. Jangan bilang kalau loe kehujanan kemarin. Ya gua lihat hujan kemarin deres banget apalagi loe pulang kan gak bawa payung. Ah gua tau pasti ini cara loe supaya bisa kabur kan hari ini ulangan.''
"Kalau memang gua mau kabur mah gak usah sekolah. Lagian loe juga tau kalau hari ini ada ulangan jadi gua paksain masuk. Emangnya koe kabur kalau ada ulangan."
"Loe barusan ngejek gua" tanya Reni sambil komat kamit.
Raka tak memperdulikan ocehan Reni.
"Istirahat nanti gua bilang ke guru piket kalau loe sakit. Woke"
"Jangan sok akrap"
"Terserah elo... Gua masuk kelas dulu"
"Dasar cewek aneh"
...
Bersambung....
Cerita fiksi
Mohon bijak dalam membaca ☺️☺️