Pagi cerah sinarnya yang panas menusuk kulit, terlihat seorang remaja mengendong tas, dan menggunakan seragam Sekolah bertuliskan SMP. Dia dibonceng oleh Kakaknya mengunakan sepeda motor, terlihat kakaknya juga sama mengendong tas namun bedanya kakaknya itu sudah SMA.
Adiknya bernama Emma, sedangkan Kakaknya bernama Alex. Sesampainya didepan sekolah Emma pun turun dan Menyalami Kakaknya Alex, setelah itu Alex pun berangkat menuju sekolahnya sendiri.
Emma pendiam disekolah, namun Emma sangat pintar. Alex di sekolahnya sangat dikenal karena ganteng dan pintar, hingga banyak kaum laki-laki yang iri. Sampai suatu ketika Adiknya kecelakaan bersama orang tuanya, tapi Tidak dengan Alex. Alex latihan Basket disekolahnya hingga Alex mendengar kabar tersebut dan pergi kerumah sakit. Dirumah sakit orang tuanya masih menunggu diluar ruangan karena dokter masih memeriksa Emma, yang keadaannya masih sangat lemah. Orang tuanya hanya luka goresan saja. Orang tuanya menceritakan bahwa sebenarnya mereka memang mau kerumah sakit karena ingin memeriksa penyakit Emma, namun ditengah jalan ban mereka menginjak paku dan membuat mobil mereka oleng dan jatuh kejurang. Saat dokter itu keluar,
"kalian harus segera mencarikanya donor ginjal karena kondisi Emma sangat lemah, jika sudah dapat kita akan mulai operasi besok" Dan dokter tersebut pun pergi.
Orang tuanya sangat sedih karena mereka kekurangan biaya untuk mencari pendonor ginjal untuk Emma.
"Ibu, Ayah Lebih baik Aku saja yang mendonorkan Emma ginjal" Kata Alex.
"Tidak... Tidak usah lebih baik kita cari yang lain saja" Jawab ibunya.
"Ibu hanya aku yang cocok dengan ginjal Emma, lagi pula kita kekurangan biaya untuk mencari ginjal. Han.... Hanya cukup untuk biaya operasi Emma saja" Ujar Alex.
"Sudahlah Bu tak apa-apa biarkan Alex memilih maunya" Kata Ayahnya pasrah.
Ibunya pun menurutnya. Karena sudah mendapatkan pendonor, operasi dimulai malam itu. Orang tuanya menceritakan bahwa sebenarnya mereka memang mau kerumah sakit karena ingin memeriksa penyakit Emma, namun ditengah jalan ban mereka menginjak paku dan membuat mobil mereka oleng dan jatuh kejurang. Saat dokter itu keluar,
"kalian harus segera mencarikanya donor ginjal karena kondisi Emma sangat lemah, jika sudah dapat kita akan mulai operasi besok" Dan dokter tersebut pun pergi.
Orang tuanya sangat sedih karena mereka kekurangan biaya untuk mencari pendonor ginjal untuk Emma.
"Ibu, Ayah Lebih baik Aku saja yang mendonorkan Emma ginjal" Kata Alex.
"Tidak... Tidak usah lebih baik kita cari yang lain saja" Jawab ibunya.
"Ibu hanya aku yang cocok dengan ginjal Emma, lagi pula kita kekurangan biaya untuk mencari ginjal. Han.... Hanya cukup untuk biaya operasi Emma saja" Ujar Alex.
"Sudahlah Bu tak apa-apa biarkan Alex memilih maunya" Kata Ayahnya pasrah.
Ibunya pun menurutnya. Karena sudah mendapatkan pendonor, operasi dimulai malam itu. Alex pun pergi ke ruang operasi untuk memulai operasi untuk Adik tersayangnya. Setelah selesai operasi ternyata berhasil, saat akan masuk ke ruang Alex ternyata Alex tidak ada disitu tapi iya meningalkan surat.
Disisi lain terlihat Alex bertemu dengan orang, yang ternyata adalah musuh Alex yang bernama Toni, dan orang tersebut yang membuat Keluarganya kecelakaan. Alex pun mulai mengajak Toni untuk berkelahi secara jantan, Alex tidak menyadari bahwa luka jahitannya mulai terlepas,
"kau akan mati hari ini Alex.... " Kata Toni. Saat Toni maju, Toni pun menancapkan pisau ke perut Alex, saat Alex merasakan sakit di bekas jahitannya, tapi Toni baru menyadari bahwa Alex juga menancapkan pisau ke perutnya. Mereka pun mulai jatuh dan terbaring lemah karena kehabisan darah. Hingga polisi dan orang tua Alex datang dan membawa mereka kerumah sakit, Alex masih bisa diselamatkan, sama dengan Toni. Tapi saat Toni berada di ruangannya Alex datang dan mencabut selang oksigen Toni membuat Toni Meninggal.
alasan Toni membenci Alex karena Alex lebih pintar dari Dirinya, hingga membuat Toni iri. Alex datang ke ruang Adiknya, Dia merasakan nyeri di Bekas jahitannya Alex tersenyum dan perlahan matanya tertutup hingga Alex meninggal di sisi Adiknya. Orang tuanya datang dan melihat Alex Meninggal disisi Adiknya, mereka sangat sedih, namun mereka harus terlihat kuat didepan Emma. Karena itu pesan terakhir Alex.
1 minggu kemudian
"Bu.... Kok kak Alex ngak pernah jengukin Emma sih Bu...apa jangan-jangan kak Alex udah ngak sayang Emma lagi ya..." Kata Emma.
Ibunya pun hanya bisa diam kemudian menangis dan memberikan surat dari Alex. Emma pun menangis setelah membaca surat tersebut
"Kak.....Emma janji buat jagain Hewan peliharaan Kakak, serta ginjal kakak, dan makasih..... Makasih.... Banget udah jagain Emma, Ibu, dan Ayah. Emma.... Emma... Janji bakal nurut sama Ibu, dan Ayah. Makasih ya...Kak Alex.... " เฒฅโฟเฒฅ
Isi Surat Alex adalah...
๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ; ๐๐ฎ๐ฎ๐ข, ๐๐ฃ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐บ๐ข๐ฉ
๐๐ฃ๐ถ, ๐๐บ๐ข๐ฉ ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐๐ฅ๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ถ ๐๐ฎ๐ฎ๐ข. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐จ๐ช๐ฏ๐ซ๐ข๐ญ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ฎ๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ..?.๐๐ฉ ๐บ๐ข... ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ต๐ข๐ถ ๐๐ฎ๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ซ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฏ ๐๐ฐ๐จ๐ช ๐ข๐ฏ๐ซ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.
๐๐ข๐ณ๐ช; ๐๐ญ๐ฆ๐น : )