Ditengah sengatan terik mentari serta kepulan asap kendaraan berlalu lalang menambah bahan bakar emosional penumpang bis jurusan antar kota. Diantaranya menggerutu kesal, ada yang memprotes tidak terima atas haknya, tak sedikit pula cibiran dan makian pun dilontarkan olehnya. Dari sekian banyak penumpang yang ku lihat tak ada ubahnya sama saja, kini sorot mataku berhenti di seberang kanan kursiku tampak Sepasang lansia sedang bercanda mesra suap-menyuap dengan makanan ringan seadanya serta sebotol teh pucuk dinikmati berdua. Mereka menoleh ke arahku tersenyum lebar melihatkan gigi mereka yang telah habis dimakan usia, membuatku kikuk menggaruk-garuk kepala karena tertangkap basah memperhatikannya.