Alkisah tinggallah gadis bernama orange...
ibunya telah meninggal jadi ia diurus dengan kakak nya kakaknya bernama merah lalu suatu hari orange berkata kepada kakaknya kakak apakah aku boleh bermain keluar dengan teman-teman kata kakaknya boleh tapi jangan jauh-jauh namun orange pergi ke kota seberang dan melihat sekelompok anak-anak bermain anak-anak itu mengajak orangnya untuk bermain bersama mereka mereka pun berteman tapi setelah hari-hari itu orangnya sering ke kota seberang padahal kota seberang paling dilarang dengan kakaknya karena kakaknya khawatir dengan adiknya kalau di situ banyak anak yang nakal dan jahat kakaknya takut orange akan bersekutu dengan anak nakal lalu suatu hari orange sedang berjalan-jalan tanpa temannya sendiri ke kota seberang dan orange melihat rumah orang pagarnya besar sekali lalu kebetulan pagarnya itu tidak dikunci pagarnya terbuka orange pun masuk ke sana dan melihat buah jeruk yang sangat segar sekali lalu orangnya ingin makan buah itu tapi ia ingat pesan ibunya kalau ingin meminta buah seseorang atau mengetik sebuah seseorang harus izin dulu kepada orangnya lalu di sana ada pintu besar orange pun mengetuk pintu besar itu halo apa ada orang di sini aku ingin meminta buahmu sepotek saja lalu orange lelah karena menunggu orang yang di sana tidak datang-datang akhirnya orange pun tergoda dengan kesegaran buah jeruk itu. di hatinya berkata lagi pula tidak ada orang di situ aku sudah menunggu setengah jam dan kakimu kan sudah capek sudahlah makan saja lagi pula pagarnya saja sudah agak kelihatan tua kan siapa tahu tidak ada orangnya di sana kau makan saja petik saja pasti enak dan lezat lalu orange pun memakan buah itu seperti baru segitu tas itu pintu itu pun terbuka dengan keras lalu muncullah seorang penyihir wanita tua wanita tua itu sangat menyeramkan orange pun ketakutan lalu wanita tua itu berkata siapa kamu beraninya kamu masuk-masuk ke rumahku tanpa izin orange pun berkata aku sudah mengetuk pintumu berkali-kali tapi kamu tidak datang bukannya itu salahmu sendiri lalu wanita tua itu memukul tongkatnya tiga kali dengan marah-marah berani ya kamu sudah makan buahku selepas itu kamu marah-marahi aku dasar kurang ajar aku akan mengutukmu kalau kamu tidak makan buah jeruk yang segar kamu akan mati tapi kalau kamu memakan buah jeruk yang tidak segar atau buah jeruk yang busuk hatimu akan busuk atau kamu akan kekeringan orange pun bingung dengan kata sang penyihir lalu seketika orange terbangun dia ada di atas kasur di rumahnya iya berkata dalam hati apa semua yang kemarin terjadi itu hanyalah mimpi apa kenyataan ya lalu orangnya merasa kekeringan dan dia sangat mau jeruk ia baru ingat kata-kata penyihir jangan-jangan benar kata penyihir waktu itu hidupku tergantung dengan jeruk sekarang aku harus minta kakak untuk membelikan aku jeruk tapi duitnya dari mana ya ya sudah berdoa saja biar kakak bolehin lalu ia ke bawah dan turun menemui kakaknya kakaknya pun berkata eh adikku kamu sudah bangun tumben bangun pagi lalu orange pun berkata kakak aku boleh nggak minta buah jeruk yang segar ya kak lalu kakaknya pun berkata ya ampun kamu sangat mau jeruk ya kemarin kakak kira kamu mau strawberry karena kamu kan sukanya strawberry jadi kakak pilih strawberry banyak sedangkan jeruk hanya 2 butir maksud kakak dua buah lalu orangnya pun mengelola nafas huff syukurlah masih ada jeruk dalam hati orange akan tetapi dalam sisi hatinya ia khawatir karena buah jeruknya hanya ada dua jadi dia memutuskan untuk memakan buah jeruk itu setelah dia makan buah jeruk itu hidupnya seperti kembali dia seperti terlahir kembali akan tetapi kakaknya tidak punya uang lagi untuk membeli jeruk lagi jadi orange memutuskan untuk bekerja untuk buah jeruk itu atau meminta buah jeruk itu karena namanya buah jeruk sih ya kalau habis masuk pasti akan keluar makanya ia ingin cepat-cepat mendapatkan jeruk agar ia tidak kekeringan atau mati karena hidup dia bergantung dengan buah jeruk lalu dia mulai mencari pekerjaan saat ia mencari pekerjaan ada seorang yang menjual buah jeruk dan buah-buahan lainnya meski ia sangat ingin mendapatkan buah jeruk itu akan tetapi ia tidak ingin mencuri lagi dan ia ingin mendapatkannya secara adil maka karena itu ia bekerja di situ dan ia berkata kepada ibu itu bu saya ingin bekerja di sini apakah boleh kata ibu itu berkata boleh akan tetapi upahmu tidak ada karena di sini jarang membeli aku pun kemiskinan jadi apa kamu mau bekerja denganku kan aku hanya orang biasa saja dan aku tidak memiliki upah untukmu lalu orange berkata iya bu nggak apa-apa bu bagaimana bu kalau misalkan kata kita sepakat ibu kan mempunyai pohon jeruk nah setelah berdagang dan bekerja kepada ibu-ibu bayarannya memberi aku jeruk saja buah jeruk nggak apa-apa kok jadi mereka pun sepakat dan dia pun bekerja di sana akan tapi malamnya gadis itu sehari berjalan lancar lama-kelamaan pohon jeruk itu mati dan dia pun kekeringan dia juga harus mencari orang yang ingin memberinya buah jeruk ia pun meminta-minta kepada orang orang tapi tidak ada yang ingin memberikannya jeruk lalu seorang nenek tua yang tidak kelihatan mukanya karena dia muka dia ditutupi dengan jubah lalu nenek itu berkata sebelum fajar hari ini kamu harus mendapatkan jeruk itu kalau tidak nyawamu akan mati sambel sambel pergi nenek itu pun ketawa dan menjatuhkan biji jeruk ia pun ketakutan karena suara itu persis dengan suara nenek-nenek yang menutupnya tadi ia pun tahu bahwa yang datang kepada dia itu adalah penyihir nenek tua yang tadi lalu ia pun bergegas untuk mencari buah jeruk manapun ke penjuru dunia sayangnya hari itu musim mangga jadi tidak ada buah jeruk sampai ia cari-cari ia menggali-gali tidak ada buah jeruk iya pun ingat yang nenek itu kasih biji jeruk . matahari pun sudah terbenam iya pun lari untuk memakan buah jeruk itu di pikirannya kalau buah jeruk itu dimakan setidaknya ada rasa jeruk yang kutelan lalu sampailah ia dekat-dekat situ tibalah juga azan ashar dan dia mengetahui itu sudah masanya fajar ternyata benar kata si nenek hukuman untuk orang yang mencuri sepertinya adalah kekeringan dan mati ia pun mati di jalanan tidak ada yang ingin menolongnya karena ia mati sebagai buah jeruk yang busuk