Di suatu fajar, dikala mentari mulai bersinar, ku berdiri di tepi pantai sembari menatap ombak yang berjalan dengan perlahan dan menabrak sebuah karang, serta dikawal suasana embun pagi yang berjatuhan dan menerpa dedaunan.Ku termenung membayangkan impian yang tidak pernah tercapai.Tiba tiba, kulihat semangat para kumpulan hewan berjuang demi melanjutkan kehidupan, disitulah ku mulai bangkit dan mencoba melangkah selangkah demi selangkah meninggalkan semua beban di masa lalu, dan mencoba mencari harapan yang baru.
Pagi itu,dua orang sahabat berjalan beriringan menuju sebuah sekolah, sebut saja mereka Hilmi dan Ismail.Hilmi adalah anak kedua dari dua bersaudara dan ia lahir dari keluarga yang sangat kaya.Ia tinggal bersama kedua orang tuanya yang dimana ayahnya adalah seorang CEO perusahaan dan ibunya adalah pemilik restoran sekaligus dosen di sebuah universitas.Ia mempunyai seorang sahabat bernama Ismail.Berbeda dari Hilmi, Ismail terlahir dari keluarga yang sederhana.Meskipun mereka berbeda dalam status sosial, namun mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tetap berteman dengan baik.
Tidak terasa perjalanan yang mereka lalui begitu cepat dan akhirnya mereka tiba di sekolah.Karena mereka berdua beda kelas, jadi ketika bel berbunyi mereka masuk ke kelas masing masing."Hilmi aku masuk dulu ya,nanti ketemuan di kantin setelah jam pelajaran".Kata Ismail sambil berjalan menuju kelas."Oke".kata Hilmi.Saat di kelas, Ismail melihat seorang perempuan yang kita sebut saja Intan duduk di ujung kelas bersama seorang lelaki kaya.Ku dengar dengan samar Intan memaksa lelaki itu untuk memberikannya cincin emas yang sangat terbatas jumlahnya,tetapi lelaki itu tidak mau dan meninggalkan wanita itu sendirian.Diketahui wanita tersebut adalah teman sebangku Ismail dan saling mengenal 2 tahun yang lalu,dan Ismail sudah sejak lama mengetahui karakter si Intan yang sangat buruk.Intan kerap melakukan hal serupa kepada semua lelaki kaya dan hanya mengharapkan hartanya saja.
Setelah jam pelajaran selesai,Ismail dan Hilmi bertemu di kantin sekolah.Tanpa sengaja Hilmi melihat Intan berada di kantin itu juga.Dan selang beberapa hari setelah melihat Intan,sepertinya Hilmi menaruh perasaan ke Intan."Ismail liat,wanita itu cantik sekali.Bukankah dia teman kelasmu,dia sudah punya pacar belum?".Tanya Hilmi."Iya dia teman kelasku,tapi sebaiknya kamu mencari wanita lain saja daripada dia.Dia memang cantik,tapi sejauh yang kukenal,dia hanya memanfaatkan harta pasangannya saja.Oleh karena itu hubungannya dengan lelaki lain selalu kandas di tepi jurang".Ucap Ismail."Tidak ada yang bisa menghalangiku jika ku sedang jatuh cinta.Aku akan tetap menembaknya dan akan kujadikan dia pacarku".Ucap Hilmi.
Tiga hari setelahnya,Ismail pun terkejut melihat Hilmi dengan Intan telah berpacaran.Sebagai seorang sahabat, Ismail datang menghampiri Hilmi dan menasihatinya."Hilmi,lebih baik kau putuskan dia,sebelum kau menyesal seperti lelaki sesudah engkau".Ucap Ismail dengan tegas."Lebih baik kau pergi,daripada merusak hubunganku disini.Sebagai seorang sahabat kau harusnya mendukung".Kata Hilmi dengan wajah memerah."Oleh karena itu aku ada disini dan membujukmu kawan,ku mendukungmu menuju jalan yang lebih baik sebelum kau menyesal di kemudian hari".Ucap Ismail."Cukup, sepertinya kau tidak mengerti.Mulai saat ini jangan anggap aku sahabat lagi dan lebih baik jangan temui aku lagi!".Ucap Hilmi dengan lantang."Apakah karena wanita itu kau memutuskan hubungan persahabatan kita?oke mungkin persahabatan kita akan redup,tapi persahabatan kita tak akan pernah terputus."Ucap Ismail."Sebaiknya kau pergi dari sini"Ucap Hilmi."Oke jika itu maumu aku akan pergi,dan akan kubiarkan kau sampai waktu yang yang memberikan pelajaran untukmu".Ucap Ismail sembari berjalan meninggalkan Hilmi."Kamu jangan percaya ya dengan ucapan Ismail barusan,dia hanya ingin merusak hubungan kita,dan sebaiknya kamu menjauh dari dia"Ucap Intan kepada Hilmi.
Tidak terasa hubungan Intan dan Hilmi baru berjalan selama 2 minggu,tetapi Cinta Hilmi kini mulai goyah.Hilmi tidak tahan dengan tuntutan Intan yang selalu meminta apa yang Intan mau,mulai dari perhiasan,outfit jutaan,dan bahkan tak henti henti untuk berbelanja.Karena merasa paling diperhatikan,jadi seenaknya melakukan segalanya.Dan Intan pun lebih memerhatikan barangnya yang bernilai jutaan dibandingkan Hilmi yang selalu berusaha membuatnya nyaman.
Di siang hari di sekolah,Intan datang menemui Hilmi dan meminta dibelikan hadiah yang sangat mahal untuk kado ulang tahunnya yang akan dia adakan sepekan lagi."Kamu jangan lupa ya siapin kado buat hadiah ulang tahunku Minggu depan".Ucap Intan."Aduhh maaf yah cantik,akhir akhir ini keuanganku mulai menipis.Lagipula sudah banyak hadiah yang selalu ku berikan padamu".Jawab Hilmi.Intan yang mulai menyadari bahwa Ekonomi Hilmi mulai menipis,Intan pun pergi meninggalkan Hilmi dan berniat mencari lelaki kaya lain tanpa memikirkan perasaan Hilmi.
Esoknya di jam istirahat sekolah,Hilmi melihat Intan bersama lelaki kaya lain bergandengan tangan.Sontak dengan perasaan yang kecewa Hilmi mencoba menghampiri Intan dengan penuh rasa kesal,tetapi berhasil dihadang oleh Ismail yang datang menghampiri Hilmi."Begitu teganya dia meninggalkanku setelah dia temukan yang baru,yang lebih segalanya dariku".Ucap Hilmi
Hilmi pun akhirnya menyesal tidak mendengarkan ucapan Ismail dulu,justru dia yang merusak tali persahabatannya dengan Ismail karena keegoisannya.Hilmi pun merasa sangat bersalah dan meminta maaf Ismail.Ismail pun memaafkan Hilmi dan kini mereka kembali menjadi sepasang sahabat yang selalu bersama baik dalam keadaan suka maupun duka.
Persahabatan mereka berdua pun berlanjut hingga ke anak cucu.Di sini aku memberi amanat bahwa carilah wanita yang indah akan akhlak dan adab,bukan hanya indah karena rupa.Karena jika kau hanya menjadi lelaki penikmat,maka kau hanya akan dapat wanita pemikat.Dan satu lagi,Jangan pernah meninggalkan sahabat, karena dikala kau merasa tidak disukai,maka dialah tempat dimana kau merasa dihargai,dan itu akan kau dapatkan pada sahabatmu bukan pacarmu.