Taehyung tidak tahu sejak kapan dia memiliki kemampuan ini. Kemampuan melihat seutas benang merah yang mengikat pada jari kelingking setiap makhluk hidup. Dia tahu sebuah mitos tentang benang merah itu. Mitosnya jika benang tersebut akan terhubung dengan pasangan yang ditakdirkan untuk kita.
Taehyung pun tidak tahu apa dia harus mempercayai mitos itu, namun selama ini matanya tidak berbohong karena dia selalu melihat jika ujung benang seseorang akan terikat di jadi kelingking orang lain dan tidak lama kemudian keduanya akan melakukan hubungan mengikat seperti menjadi sepasang kekasih atau mereka akan melangsungkan pernikahan. Jadi dia pun mempercayai jika dia memang memiliki kemampuan melihat takdir pasangan setiap orang.
Pernah suatu hari karena bosan dia menjodohkan salah satu temannya dengan seseorang yang benangnya saling terhubung dengannya. Dan benar saja tak lama setelah itu temannya itu menjalin hubungan kekasih dengan orang yang dia jodohkan itu. Tapi yang sedikit tidak terduga adalah dia begitu berterima kasih kepada Taehyung untuk mendekati seseorang.
Melihat bagaimana bahagianya seseorang bertemu dengan pasangan yang ditakdirkan untuknya membuat Taehyung pun ikut merasakan betapa bahagianya perasaan itu. Dan hingga saat ini menjodohkan seseorang menjadi hobi rahasia yang dimiliki olehnya.
.
"Tolong berikan jalan untuk 'Dewa Asmara' kita ini." Ucapan dari sahabatnya itu membuat Taehyung tertunduk malu.
Benar karena hobinya yang menjodohkan seseorang dan tidak pernah gagal. Orang-orang di sekitarnya pun mulai memanggil Taehyung dengan julukan memalukan seperti itu.
"Jimin! Tidak bisakah kau berhenti memanggilku dengan sebutan memalukan itu? Ayolah, aku bukan dewa atau semacamnya!" Erang Taehyung kesal.
"Aku hanya bercanda, tapi serius Tae. Apa kau memiliki suatu kekuatan untuk melihat jodoh seseorang? Bisakah kau mengetahui siapa pasanganku di masa depan?"
Pertanyaan sepintas Jimin itu hampir membuat Taehyung tersedak ludahnya sendiri. Jelas saja dia tidak ingin kemampuannya ini terbongkar karena pasti hanya akan ada hal merepotkan nantinya. Karena itu dia berpikir untuk segera mengalihkan pembicaraan ini.
"Apa kau sungguh ingin tau siapa pasanganmu? Kalau begitu berhenti bermain dengan semua gadis dasar kau playboy!"
Jimin memanyunkan bibirnya. "Kan siapa tau diantara gadis itu akan ada seseorang yang cocok untukku."
Taehyung hanya bisa menghela nafasnya. Dia sangat mengetahui Jimin itu bisa dibilang seseorang yang haus akan kasih sayang dan perhatian karena itu dia sering berkencan dengan banyak gadis. Dan ketika Taehyung menasehatinya alasan itulah yang selalu keluar dari mulutnya.
Dan jelas itu alasan yang tidak berguna karena Taehyung tahu tidak ada diantara gadis-gadis yang dia kencani akan menjadi pasangannya karena pasangan masa depannya sebenarnya adalah orang yang selalu berselisih dengannya saat ini.
Menurutnya itu sangat lucu karena orang yang selalu berselisih pada masa ini akan menjadi pasangan di masa depan. Dan jelas Taehyung tidak sabar untuk melihat cerita kisah cinta mereka berdua.
.
Seperti biasa untuk mengakhiri harinya Taehyung selalu memeriksa pesan singkat yang masuk. Entah menjawab pesan singkat dari teman-temannya atau memeriksa kembali jika ada suatu pemberitahuan agar dia tidak melewatkan di keesokan paginya. Dan setelah memeriksa semuanya tidak ada pesan yang penting dan kebanyakan hanya berisi pesan teman-temannya yang meminta saran hubungan percintaan kepadanya.
Jika diminta jujur sebenarnya Taehyung merasa sedikit kesal dengan keadaannya sekarang. Bukan apa dia selalu membantu teman-temannya untuk menemukan pasangan takdirnya tapi sampai saat ini dirinya selalu sendirian dan tidak mengetahui siapa yang akan menjadi pasangan takdirnya nanti. Karena jari kelingkingnya kosong tidak memiliki benang merah yang terikat padanya.
Taehyung menghela nafas pelan. "Apa karena aku bisa melihat takdir pasangan orang lain karena itu aku tidak memiliki pasangan sebagai bayarannya? Itu takdir yang agak menyedihkan."
Semakin lama matanya semakin terasa berat dan akhirnya Taehyung memilih untuk segera tidur agar dia tidak terlambat ke sekolah besok paginya.
Karena sudah lelap, Taehyung tidak menyadari handphonenya yang bergetar karena ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Dan perlahan sebuah cahaya merah bersinar memutari jari kelingking Taehyung. Sedetik kemudian cahaya merah itu berubah menjadi seutas benang merah pendek muncul mengikat jarinya.
.
.
Jika saat waktu istirahat makan siang Taehyung selalu memilih untuk menyendiri di perpustakaan atau di sudut kantin yang tidak banyak ditempati anak-anak yang lain. Sehingga jika ada seseorang yang sedang menghampirinya dia bisa langsung mengetahuinya, seperti sekarang.
Setelah cukup dekat dengan Taehyung orang itu langsung mengatakan, "kau benar Taehyung kan?"
Dan Taehyung sudah tidak bertanya-tanya lagi tentang apa yang diinginkan orang itu saat menemuinya karena beginilah cara semua orang mencarinya. Setelah mengatakan itu dia pasti akan mengatakan–
"Katanya kau cukup ahli dalam hubungan romansa seseorang? Keberatan jika kau mengatakan padaku bagaimana pasangan masa depanku?"
Dan tepat seperti apa yang ia perkiraan. Taehyung mendongak untuk melihat seseorang yang berbicara di depannya dan seketika dia terkejut karena Jungkook lah orangnya.
Mungkin terkejut memang sedikit berlebihan tapi kenyataannya Jungkook adalah urutan pertama orang yang harus dihindari di sekolahnya karena banyak rumor buruk yang beredar tentangnya. Dan Taehyung yang menginginkan ketenangan tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan orang yang merepotkan seperti itu.
Refleks dia mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah tangan Jungkook. Dan seketika Taehyung membulatkan matanya karena terkejut melihat benang merah yang mengikat kelingking Jungkook juga mengikat pada kelingkingnya.
'Yang benar saja?!' Taehyung berteriak dalam batinnya.
Dengan sedikit panik Taehyung mengatakan apapun yang dia pikirkan saat ini. "Aku tidak tahu apapun tentangmu, jangan tersinggung tapi aku lebih banyak membantu pada orang-orang yang aku kenal. Karena itu aku tidak bisa membantumu."
Jungkook terdiam sejenak. Dalam benak Taehyung berteriak menginginkan Jungkook segera pergi dari hadapannya. Tapi sepertinya keberuntungan sedang tidak memihaknya kali ini karena setelahnya Jungkook berkata, "Kalau begitu kita harus berkenalan dan menjadi lebih dekat bukan?"
Sungguh. Ingin sekali rasanya Taehyung berteriak sekencang-kencangnya untuk melampiaskan kekesalannya ini.