Definisi Move On itu, yang seperti apa sebenarnya.? setelah mendengar kabar berakhirnya hubunganku yang terjalin selama 4 tahun lamanya, banyak dari temanku bertanya tentang bagaimana dengan perasaanku.
jika di tanya sudah move on atau belum.? sejujurnya hingga kini pun aku belum tau apa jawaban pastinya, tapi satu yang pasti adalah :
tak ada lagi luka yang tertinggal ketika aku melihat nya dengan orang lain, sudah tak lagi memikirkan tentangnya dan sudah tak perduli tentang baik atau buruk kabar dirinya.
semua itu terjadi tepat ketika ia memutuskan ku secara sepihak, awalnya aku masih kekeh ingin mempertahankan hubungan kami. karna kalian tau lah ya kan.? empat tahun bukan waktu yang sebentar dan tentunya banyak memori manis yang tercetak disana. tapi ia tak mau mendengarkan ku, dan memilih pergi.
aku yang pada saat itu berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa ragi menerima keputusannya saat itu. dan semua cerita indah kami mulai berbalik arah setelahnya.
mimpi untuk hidup bersama hingga tua kemudian memiliki anak dan cucu yang banyak kandas sudah. sejak saat itulah aku memilih untuk tak lagi memperdulikan segala yang berkaitan dengannya.
karna menurutku, ketika seseorang telah berani mengambil keputusan maka ia harus sanggup menerima resiko yang akan dihadapinya nanti.
tepat setelah tiga tahun delapan bulan lamanya masa pendidikan ku di tanah orang kini saat nya aku kembali dengan nama baru yang tersemat dibelakang nama ku. nama yang bisa ku banggakan pada orang-orang yang selalu mengganggap remeh aku selama ini.
begitu tahu aku telah kembali dari masa pendidikan, teman-teman semasa putih abu-abu mengundangku untuk menghadiri reuni lima angkatan kami sekaligus merayakan kedatangan aku kembali katanya. dan aku menyanggupi itu.
selain ingin bernostalgia mengenang masa-masa remaja ku, aku juga ingin memastikan seseorang di sana. dan sepertinya Dewi Fortuna memang sedang berpihak padaku. karna ternyata salah seorang yang hadir di sana adalah mantan ku.
"Hai Ell," sapanya.
"Hai juga," sapa ku. dengan gaya yang ku buat se anggun mungkin, dan jangan lupakan senyuman manis yang tercetak di bibir ku demi menambahkan kesan yang elegant. aku ingin melihat apa yang akan ia lakukan dan sampai sejauh mana ia bereaksi.
"apa kabar,?" ucapnya lagi.
"seperti yang kamu lihat," jawab ku
"sepertinya kamu jauh lebih baik dari tiga tahun terakhir kita bertemu," ujarnya lagi. aku tersenyum mendengarnya, jelas aku lebih baik sekarang. aku sudah mendapatkan apa yang ku cita-citakan, dan sekarang akan kubuktikan bahwa usaha ku tak pernah sia-sia.
"kamu masih inget ga tentang kita.?"
seketika keningku berkedut dengan kedua alis menyatu membentuk sebuah busur yang siap menembak anak panah ke sasarannya.
"masih," jawab ku sekenanya
"kalo diinget-inget lagi lucu ya Ell, kamu dulu suka ngambekan kalo aku lama bales chat. kamu juga dulu suka minta video call sebelum tidur."ia sedikit terkekeh mengingat kebiasaan kami dulu. sedang aku tersenyum kecut mendengarnya.
"iya" jawab ku.
"kalo kamu gimana.? bagian apa yang paling kamu ingat.?"
"bagian dimana kamu bercinta dengan ibuku tepat dihari ulang tahun ku, waktu itu kamu bilang tidak bisa datang keacara ulang tahun ku lantaran ibu mu sakit. padahal kamu sedang berbagi peluh dengan ibu ku dikamar hotel. kau kamu menginginkan putus padahal aku sudah berniat mempertahankan, dan akhirnya aku menyerah setelah tau bahwa tak ada lagi cinta untuk ku. atau bahkan mungkin selama pacaran kamu tak pernah mempunyai perasaan untukku. sedikit tragis memang jika dikenang, tapi aku sedikit beruntung karna dipertemukan dengan manusia seperti spesies kalian. jadi kedepannya aku bisa sedikit berhati-hati jika akan melabuhkan hati."
meski sudah ku coba, rasa kecewa dan sakit hati itu tetaplah ada. terlebih jika mengingat bagaimana aku yang bekerja keras melawan depresi yang kuderita lantaran menyaksikan sendiri orang yang waktu itu sangat amat kucintai bercinta dengan ibu kandungku sendiri.
"bisa kita memperbaikinya,?"
aku menggelengkan kepalaku dengan seringai kearahnya. menurutku ini sangat memalukan. bagaimana mungkin ia dengan percaya diri kembali menawarkan apa yang sudah ku ketahui endingnya.
"tidak," jawabku mantap
"why.?"
"aku masih sedikit waras untuk mengulang kisah yang sama. sama seperti mu yang memutuskan untuk pergi tanpa alasan begitu pula untuk kembali padamu pun aku tak punya alasan." tandas ku.
.
.
.
.
.
.
.
hai bestie👋
mohon bantuan dan dukungannya ya🙏🏻
terimakasih sudah mau mampir. kalo ada kritik dan saran silahkan komentar.!
love U all💝