📲"Jika kamu tidak membayar sampai besok lusa, aku akan mengirim para pengejar untuk mematahkan kedua kakimu dan menjual organ-organ di tubuhmu untuk melunasi hutangmu!"
📳"Kakak, kamu terlalu kejam! Kita sudah saling mengenal selama 10 tahun!"
📲"Justru karena kita sudah saling mengenal, makanya aku 10 kali lebih tidak percaya denganmu daripada orang lain! Besok lusa segera lunasi hutangmu atau mati!!"
📳"Tunggu, Kakak! Aku membutuhkan wak-"
Tit tit tit! panggilan diputus!
Harry langsung melempar HP-nya ke lantai!
Bukk!! HP rusak!!
"Akh!! Keparat itu tidak memberikanku waktu tambahan sama sekali! Aku harus mencari uang secepatnya sebelum orang-orangnya memburuku dan menjual ginjal dan hatiku!"
***
Keesokan harinya.
Pak Harry melangkah ke sebuah kamar apartemen kecil yang merupakan apartemen tetangganya. Dia membawa makanan berupa sarden kalengan yang beratnya sekitar 500 gram. Dia akan berkunjung ke tetangganya dan membawa sarden sebagai oleh-oleh.
Kemarin ia diteror oleh debt colector yang menagih hutang sebesar 10 milyar. Hari ini ia harus mendapatkan uang dari tetangganya untuk menutupi hutangnya!
Tok tok tok! ketukan pintu!
"Oh, Paman Harry, ada apa?" tanya Ronald.
"Paman membawakanmu sarden, apa kamu sudah makan?"
Ronald menggelengkan kepala.
"Biarkan Paman masuk, paman akan menghangatkan sarden untukmu."
Ronald heran karena tetangganya yang jarang berinteraksi dengannya tiba-tiba datang membawa sarden dan meminta ijin memasak. Meski begitu, ia masih menyingkir dari pintu dan membiarkan tetangga itu masuk.
Harry melihat sekeliling di ruangan kecil apartemen studio yang dipenuhi berbagai barang berharga.
Ada Tv LCD 54 inch keluaran terbaru, jam Patek Philippe ratusan juta yang di pajang di etalase lemari kaca, dan berbagai jenis logam berharga yang juga dipajang di etalase kaca yang disertai lampu terang.
'Nilai barang berharga di ruangan ini saja sudah lebih dari cukup untuk membayar hutangku! Aku harus berhasil!' pikir Harry dalam hati, ia bertekad.
Harry langsung masuk ke dapur dan menuangkan sarden di kaleng pada teflon lalu menyalakan kompor gas.
Sambil menunggu sarden menghangat, ia bertanya pada Ronald. "Bukankah rasanya kesepian tinggal sendirian? Kenapa kamu tidak pindah saja ke rumah Paman di samping?"
Ronald menggelengkan kepalanya.
"Jika kamu pindah ke rumah Paman, setidaknya kamu tidak perlu khawatir karena Paman bisa memasak untukmu setiap hari."
Ronald menatap polos pada Paman Harry, matanya berkedip-kedip. 'Ada apa dengan tetanggaku ini? Kami tidak ada ikatan darah, kenapa ia mengajak tinggal bersama?'
Harry diam-diam mengambil bungkusan serbuk putih dari kantung celananya dan menuangkan serbuk itu pada sarden yang sedang dimasak.
Tangannya bergetar saat menaruh serbuk putih ke sarden dan keringat dingin muncul di dahinya.
"Apa kamu punya nasi?"
"Ada di rice cooker, Paman."
Harry mengambil nasi putih dan menaruhnya di meja makan. Ia lalu mematikan kompor dan menuangkan sarden ke piring besar dan memberikannya pada Ronald.
"Silahkan makan. Paman sudah makan tadi, hanya membawakanmu makanan karena khawatir kamu belum makan."
Ronald mengambil sarden dengan sendok, dan warna bumbu sarden yang seharusnya kemerahan karena sambal tomat berubah menjadi hitam berbau busuk.
Wajah Ronald berubah menjadi putih pucat dan kurus. Ada lapisan warna hitam yang mengitari matanya.
Warna rambut menjadi lebih hitam dengan rambut memanjang dan berantakan.
Juga, ada banyak noda darah di pakaian putih yang ia kenakan.
Dia tersenyum pada Harry.
Harry yang melihat secara langsung Ronald yang tiba-tiba berubah, menjadi panik dan bergidik!
Ronald mengacungkan sendok yang berisi sarden yang telah diracuni dan tersenyum pada Harry.
"Paman, Bukankah lebih baik jika kamu juga ikut makan bersama?"
Melihat sarden yg telah berubah warna karena racun yang telah ia taruh membuat Harry bergidik.
Terlebih lagi tampilan Ronald sekarang ini sangat mirip hantu!
Harry ingin berkata membela diri, tapi ia menemukan tidak bisa bersuara.
Harry mencoba berlari tapi kakinya seolah ada yang menekan dan tidak bisa bergerak sama sekali.
Taring panjang muncul disertai lidah yang memanjang hingga ke dada. Tampilan Ronald semakin menyeramkan!
Mata Ronald memerah semerah darah dari daging kambing yang disembelih.
Suara Ronald menjadi berat dan serak.
"Temani makan, Paman!"
***
Sebulan kemudian, mayat Harry ditemukan di apartemen tetangga yang sudah lebih dari satu tahun tidak dihuni. Penyebab kematian adalah karena keracunan neurotoksin dan ciguatera dari sarden basi yang ia makan.