Indonesia Yang Kaya Raya Ini Tak Lepas Dari Hal Hal Yang Mistis,Tanah Nusantara Yang Kaya Akan Legenda Bahkan Mitos
Di Daerah Sumatra Bagian Selatan Indonesia
Terdapat Sebuah Kampung Yang Yang Damai Tentram Nan Indah,Namun Kampung Tsb Menyimpan Sebuah Rahasia Dan Mitos Mitos Yang Tidak Sederhana
Aku Duduk Di Bangku 1 Smp Kala Itu,Sewaktu Aku Kecil Nenek Banyak Bercerita Kepadaku
Suatu Hari Aku Teringat Akan Cerita Nenek Ku. Waktu Itu Angin Berhembus Dengan Kencang Menumbangkan pohon Pohon Yang Besar Maupun Yang Kecil
Saat Itu Aku Berumur 7 Tahun.
Nenek Ku Termenung Menatap Langit
"ini Pertanda Jangan Pergi Keluar Dulu Ya Cu" Nenekku Menasehati
Aku Terdiam Bingung Apa Yang Di Maksud Dengan"Pertanda"Itu
aku Terdiam Bingung Sejenak Memikirkan Apa Yang Di Bilang Oleh Nenek
Aku Memberanikan diri Untuk Bertanya"Apa Yang Di Maksud Oleh Nenek Bertanda Itu?Tanya Ku Yang Bingung
"nenekmu Ini Sudah Tua,Sudah Seharus Nya Nenek Harus Bercerita Padamu
" Desa Ini Banyak Menyimpan Kisah Baik Itu Legenda Maupun Mitos,
Mitos Nya Kalau Angin Riang Ribut Menerpa Bagaikan Badai Di Hari Yang Cerah,Itu Biasa Nya Pertanda Mahluk Halus Gunung Dan Siluman Turun Ke,Mereka Hanya Meminta Sebagian Rezeki Hasil Perkebunan"Nenek Sembari Mengajak ku Duduk Untuk bercerita
Di Kampung Ini Lumayan Subur Banyak Tanaman Yang Subur Di Sini Mulai Durian,Karet,Kelapa Sawit,Dll
"Ada sebuah Suku Mahluk Halus Yang Biasa Nya Berkeliaran Mencari Anak Untuk Di culik Oleh Mereka" Lanjut Nenek
"siang Hari Pun Masih Bisa Di Culik Nek?" Tanya Ku Terkaget
"Ya,Mereka biasa nya Menyamar Sebagai Orang Tua Ataupun Keluarga Anak Yang Akan Di Culik Tersebut
Ciri ciri mereka adalah
Mereka Tidak Punya Garis Seperti Saluran Di Bawah Hidung Mereka,Moncong Mulut Nya Seperti Orang Purba"Lanjut Nenek
" Jadi Untuk apa Mereka Menculik Anak Anak Nek?"Tanya Ku Penasaran
"anak Yang Culik Tersebut Akan Di Bawa Ketemoat Mereka Dan Di sana Anak Tsb Anak Di Putuskan Akan Menjadi Budak Pesuruh Atau Untuk Di Makan" Cerita Nenek
Aku Terdiam Merinding Ketakutan Mendengar cerita Nenek
"Sudah Ya,Nenek Mau Memasak Dulu" Ujar Nenek
Tak Lama Kemudian Farel,Teman Ku Bermain Memanggilku Dari Luar Untuk Mengajak Ku Bermain
"Tama....Tama...Tama.Main Yuk" Teriak Farel Di Depan Rumahku
"Tidak Ah..Takut Kamu Saja Main Sana..Aku Tidak Di Suruh Keluar Hari Ini" Ujar Ku
"Ah Cemen...Yasudah Aku Main Dulu Ya"
Beranjak Farel Ingin pergi,Aku Melihat Farel Menyapa Paman Nya Dan Paman Itupun Mengajak Farel Untuk Berkunjung Ke Rumah paman Nya
aku Berbaring Di Kasur Ingin Tidur Siang,Terkejut Oleh Suara Guruh Di Langit
"Eh...Kok Aneh Padahal Hari Secerah Ini"
Tak Lama Langit Pun Mendung Nenek Berteriak Dari Dapur menyuruhku Untuk Menutup Dan Mengunci pintu,Langit Pun Gelap Namun Tak Menampakkan Hujan Yang Turun,Aku Melihat Dadi Jendela Kamarku Aku Termenung Dan Terheran.
"Kenapa Aku Sedih Ya..Perasaan Ku Tak Enak Sekali ...semoga Tidak Terjadi Apa Apa" Ucapku
"Dug...Dug..Dug..Dug..Dug"
Aku Terkejut Mendengar Bedug Dari Masjid Di Dekat Rumahku,Aku Merasa Agak Bingung Kenapa Bedug Bukan Di Jam Sholat Ya?
mungkin Salah pukul kali"Gumam ku Di Dalam Hati.Tak Lama Aku Melihat Nenek Yang Berlari Kecil Dari Dapur Dan Berkata"Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun"
kenapa Nekk!?"Tanya Ku Sangat Terheran
"diam Lah Dengar Apa Yang Di Umumkan Di Masjid" Bentak Nenek Ku
"Inna Lillahi Wa Innalillahi Rojiun Telah Meninggal Adinda Kami Farel Bin Marta Hari Senin Pukul Jam 2 Sore " Suara Dari Toak Masjid Terdengar Jelas
"aku Merinding Ketakutan Di Pojok Kamarku Mendengar Itu Aku Terlemas Lesu,Teman Bermainku Telah Hilang Satu Untuk Selamanya Di Dunia,
Nenek Mendapat Telepon Bahwa Jasad Farel Belum Di Ambil Oleh Warga Karena masih Menunggu Tim Polisi Ke Tempat Kejadian
Nenek Ku Pun Ingin Bergegas Pergi
" Nek Ikut!?"Teriak Ku
"Tak Usah Di Rumah Aja Kunci Pinfu Rapat Rapat Ya" Jawab Nenek
"Aku Ikut Nekkk" Jawab ku Sambil Menangis
"Tapi Jangan Nyesal Ya" Nenek
Akupun Pergi Bersama Nenek Menuju Temoat Kejadian Di Mana Farel Meninggal
akhirnya Akupun Sampai Betapa Terkejut Nya Aku Melihat Jasad Temanku Itu. Ia Bersimbah Darah,Organ Organ Tubuh Nya Pun Tidak Lagi Lengkap,perut Yang Bolong Mengeluarkan Usus Dan Organ Lain Nya Seakan Akan Di Tarik Paksa Oleh Seseorang Bahkan Tangan Dan Kaki Ny Lun Tidak Lagi Menyatu Dengan Tubuh.
Akupun Pulang Dengan Perasaan Luar Biasa Merinding Ketakutan Dengan Muka Yang Pucat Pasih,Aku Tak Enak Makan Beberapa Hari Membayangkan Kejadian Itu.
"Betapa Beruntung Nya Aku Waktu Itu Lebih Mendengarkan Nasehat Nenekku,Andai Saja Akh Ikut pergi Bermain Bersama Nya Mungkin Aku.......