Hiruk pikuk kota metropolitan membuat orang-orangnya produktif akan pekerjaan dari terbit matahari hingga terbenam masih banyak yang lalu lalang dijalan.
"Arumm berangkatt.. Assalamualaikum" kata
Arumi Kladrani,gadis cantik pendiam itu berpamitan untuk memulai hari dengan sekolah. Ia masih Sekolah di Sekolah Menengah Atas.
"Sipendiam yang pintar" itu kata teman-teman disekolahnya
Tapi sebenarnya Arum tidak benar-benar pendiam
Hanya dia malas untuk bergabung dikeramaian.
"Arummm... tunggu" teriak Niar
"Cepetan lama banget sih" balas arum
Niar adalah sahabat dari sd,smp hingga sekarang sma
Arum sudah mengggapnya keluarga.
"Sabar sih udah depan gerbang juga" kata Niar
"Masih puasa?" Sambungnya.
"Masihlahh,kenapa,lo enggak?".
"Enggak gue pms" jawab Niar
Mereka berdua berjalan memasuki kelas melewati koridor yang penuh anak" duduk dan berdiri
"HAIII,Arum sayang"
"Gue aja jijik apalagi arum yang dipanggil gitu sama lo Zan"
Niar tertawa puas,
"Iri lu ar" ucap Zanu. Zanu seorang cowok yang suka usil dengan Arum karena sering menggoda dengan nada mengejek yang lucu.
"Udah sih ribut mulu bedua heran" ucap Arum
Hari ini mereka sekolah dibulan Ramadhan,kelas pesantren kilat tidak boleh di tinggal karena tetap absen,kali enggak mah Niar dan Zanu gamau. Niar dengan Zanu heran kenapa Arum rajin banget kesekolah padahal ga ngapa-ngapain,itu yang membuat mereka terpaksa masuk juga.
"Katanya bakalan ada anak pesantren yang ngajar kita" ucap Zanu . "Emang iya nu?" Balaa Niar. Zanu mengatakan dengan benar karena mereka melihat ruang tamu didekat ruang guru penuh dengan orang-orang yang tak mereka kenali.
"Ada yang ganteng gebet ahh" ucap Niar semau kata
"Ngaca dulu deh lo betina,heran gue liat yang cakep dikit may gebet aje " cerocos Zanu.
Mereka sampai dikelas manaruh tas dikursi lalu keluar untuk duduk didepan kelas.
Dari situ mereka bisa melihat ruang tamu guru.
Dari rungan itu keluar seorang Pria dengan perawakan lumayan tinggi,putih,sedikit mancung.
"MASYAALLAH!!. Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan" ucap Niar
"Jaga mata WOYY!! PUASA INGAT". Kata Zanu menyadarkan sahabatnya itu. "Berisik!!" Balas Niar
"Rumm liat deh cakep kan" ucap Niar sambil menyenggol Arum disampingnya yang sibuk dengan handphone dari tadi
"Hmmm.. gatau" balas arum
Bel berbunyi menandakan semua murid harus masuk kekelas. Semua telah duduk rapi dikursi masing-masing. Tapi Arum kekakus sampai ia rasa telat. Hingga seorang pria dan wanita yang mereka yakin kan umur nya tak jauh dari mereka masuk bersamaan dengan Arum dibelakangnya.
Arum pun duduk dikursi samping Niar yang sengaja dikosongkan untuk Arum.
"Assalamualaikum,semua nya" ucap sang pria
"Waalaikumsalam" jawab seisi kelas
"Mulai hari ini sampai beberapa hari kedepan kalian akan ikut pesantren kilat,maka dari itu agar kita lebih akrab kita kenalan dulu ya kan kak sintya" ucap pria itu
"Benar banget bang Zamsyam,jadi ayo kita kenalan"
"Hallo semua kenalkan nama Saya Zamsyam,kalian bisa panggil Bang zam atau syam" ucap Zam
"Sekarang giliran kakak,Nama Aku Sintya Ningrum,kalian bisa panggil kak sintya".
"Salam kenal bang Zam dan kk Sin" ucap semua barengan
"Sekarang gimana kalian memperkenalkan diri? Biar kakak sama Abang enak manggil kalian?" Ucap sintya
Satu persatu semua mengenalkam diri.
"Jadi karena cowok cewek ga boleh gabung kita suit siapa yang kalah keluar yang menang didalam" ucap kk sintya
"Oke setuju" jawab semuanya
Maju lah Zanu dipihak cowok dan Arum dipaksa mewakili pihak cewek
Arum melihat sekilas Zamsyam menyandar di-dinding
Zamsyam pun tak sengaja seperti membalas tatapan mata Arum dipersekian detik Arum berjalan kedepan Zanu
Zamsyam hanya diam dan memperhatikan Zanu dan Arum suit.
Tim cewek kalah maka harus belajar ditempat lain.
"Arumm.." panggil seseorang
"Kenapa?" Jawabnya tetap berjalan memandang kedepan.
"Lo diliatin kakak yang cowok tadi dikelas"
"Oh.." jawab arum.
Pesantren kilat diisi berbagai kegiatan dari bermain hingga menonton bersama. Hingga hari terakhir pun tiba.
"Arum,foto bareng kakak itu ayo" ajak Niar
"Hmm yaa.."
Mereka berfoto menghabiskan hari terakhir bersama mereka.
Di hari sebelumnya Arum mulai memperhatikan Zamsyam karena terhipnotis dengan suara mengajinya dan kelakuannya.
"Bang Zamsyam,Arum mau foto bareng" ucap Niar
"Ayo..ayo" jawab Zam
"Niarr.." kesal Arum
Mereka berfoto bersama.
"Hadiah untuk kakak" ucap Arum
"Terima kasih"
Hari berakhir hanya foto dan ingatan menjadi kenangan
entah kapan akan bertemu kembali. Arum tetap berhubungan wajar dengan Zamsyam disosial media
5 Tahun berjalan Arum menyukai orang yang tidak pernah bertemu dengannya lagi. Arum sadar akan salah selalu memikirakan orang itu. Arum setiap melihat foto Zamsyam di sosial media ia takut khilaf. Perlahan ia mencoba untuk biasa saja.
Hari begitu cepat membawa ia ke takdir melihat Zamsyam telah menikah dan bahagua rupanya,Kedua sahabatnya satu per satu Zanu dan Niar sibuk dengan kehidupan bahtera rumah tangga mereka.
Arum memulai kehidupan dengan lapang hati menerima dan mengikhlaskan setiap yang datang dan pergi,Arum menyibukan diri membuat namanya melambung didunia kerja. Akhir cinta dalam diam tak semua indah.
"Maka kemanakah Takdir Doa ini membawa ku?"
-Tamat-