Apa yang kalian pikir saat mengingat laut? Airnya? Pemandangan? Seram?. Semua orang yang pasti berbeda-beda begitu juga dengan pikiran mereka tentang laut seperti ada menurut orang laut itu indah dan menyenangkan, ada juga menurut orang laut itu menyeramkan. Tapi aku yakin semua orang akan berpikir sama mengenai laut yaitu:
LAUT ADALAH MISTERI
Misteri karena mereka belum mengetahui apa yang ada di dasar laut dan ada makhluk apa saja yang mendiami laut?. Lebih tepatnya itulah yang sedang kuteliti bersama beberapa temanku saat ini didalam kapal khusus buatan negara kami.
Negara kami membiayai perusahaan di tempatku bekerja untuk meneliti dasar laut. Aku pikir itu adalah hal yang menyenangkan mengingat dari kecil aku suka laut. Kapal yang kami naiki saat ini memiliki ukuran yang besar namun hanya saja kapal ini muat hanya untuk maksimal lima orang yaitu Aku, Eri, Kat sebagai peniliti, lalu kapten Wer dan asistennya Mon sebagai orang yang mengendarai kapal.
Saat ini cahaya dari atas yang menembus permukaan air laut masih terlihat hingga kami benar-benar berada di bawah cahaya mulai meredup menjadi gelap, Kapten Wer dengan segera menyalakan senter yang tidak terlalu terang agar kami tidak menarik perhatian predator yang menghuni disana yang menyukai cahaya.
“Kalian semua siap?” Tanya kapten Wer
“Siap kapten”
“Baiklah ini dia, ambil yang paling penting waktu kita hanya sekitar dua jam”
Selama kapten membawa kapal ini aku bisa melihat dengan jelas makhluk-makhluk disini. Kebanyakan ikan namun dengan bentuk dan warna yang tidak biasa.
Ikan itu berukuran besar dengan warna neon hijau terang
Ikan itu berukuran kecil namun badannya sangat panjang seperti ular
Makhluk itu berbentuk seperti kerang namun badannya sisik
Dan masih banyak lagi yang tidak biasa. Sebagai peniliti kami dilatih harus bisa mengamati dengan cermat lalu mencatat yang penting dan mencari solusi ataupun kesimpulan.
Saat ini satu jam telat berlalu.
“Baiklah waktu kita satu jam lagi mengingat bensin kendaraan ini terbatas”
Kami semua hanya mendengarkan. Lalu kapal ini tetap berjalan hingga diarah bawah kami bisa melihat sebuah lubang yang besar, kapten memberitahukan hal itu kepada kami semua dan menanyakan jika lubang itu layak untuk dikunjungi atau tidak. Membuat Aku, Eri, dan Kat berdiskusi. Kami bertiga menatap lubang itu, di pinggir lubang itu dikelilingi oleh cahaya yang melingkar. Kemudian aku sangat yakin dengan jawabanku.
“Kurasa tidak usah kapten, mengingat bensin terbatas lebih baik kita segera kembali” Kataku
“Baiklah, semuanya sekarang santai kita akan kembali ke rumah”
Kami semua tertawa.
Aku tahu satu hal selama perjalanan pulang aku berpikir kenapa manusia selalu penasaran dengan segala hal, maksudku ada baiknya beberapa hal tidak perlu diketahui karena berlebihan itu tidak baik bukan?. Aku harap sekarang perusahaan dan negara kami senang saat kami sudah menemukan sesuatu disini di laut spesial negara kami.
Aku lupa memberitahukan kalian sebenarnya laut ini adalah laut illegal yang tidak boleh dikunjungi oleh siapa pun karena negara kami membuat suatu kesalahan saat salah satu eksperimen negara kami yang berbahaya lolos dari mereka dan memasuki lautan ini sehingga menyebabkan banyak kematian misterius karena setiap korban yang mati saat dibawa ke daratan badan mereka berubah menjadi buih. Karena itulah laut ini dilarang dan itu menjadi cerita dari negara kami.
“Dalam lima belas menit kita akan sampai”
Saat kapten berkata seperti itu aku lega karena kami sudah hampir pergi dari sana, lebih tepatnya lubang itu karena itu bukan lubang melainkan mulut dengan mata terang menghiasi mulut makhluk itu aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika kapal ini masuk kesana.
Saat sedang memikirkan hal itu, ada sesuatu yang bergerak dari arah luar, aku menatap saat makhluk itu bergerak, aku melihat sekeliling Eri dan Kat sedang tertidur sedangkan Kapten dan asistennya sedang mengendarai kapal sembari berbicara. Aku kembali menatap kearah sosok itu dengan segera aku memotret menggunakan kamera buatanku sendiri yang aku desain agar tidak mengeluarkan suara dan cahaya namun tetap bisa menghasilkan gambar yang jelas. Saat aku sudah berhasil memotret makhluk itu, karena cahaya matahari yang memasuki air laut sekarang dengan jelas aku bisa melihat makhluk itu yang terlihat familiar membuatku kembali memotret makhluk itu untuk terakhir kalinya.
Tak berselang lama kapal sudah kembali tiba di permukaan. Di ruang kerjaku aku kembali memeriksa hasil foto yang kudapatkan. Dengan jelas sosok yang kufoto ini adalah seorang manusia hanya manusia, tapi bagaimana bisa seorang manusia bisa disana dan bertahan. Dan manusia itu juga menggenakan kain yang menutupi badannya seperti gaun dan mukanya adalah muka seseorang yang aku kenal dia adalah
EKSPERIMEN YANG BERHASIL LOLOS
Kurasa inilah yang menyebabkan semua korban menjadi buih, karena itu memang kekuatannya, hal yang aku syukuri adalah setidaknya dia tidak menjadikan kami menjadi buih. Karena sudah pasti aku sangat yakin dia menjadi makhluk yang pendendam mengingat orang-orang disini selalu memperlakukan dia kejam, aku tidak pernah kuat melihat dia tersiksa meskipun begitu sebenarnya akulah yang membuat dia lolos dari sana. Benar aku yang menyebabkan semua kejadian ini.
“Sora kau harus kesini”
“Ada apa?”
“Darurat”
Aku mengikuti dia dan menemukan keempat rekanku yang tadi bersamaku dikapal sekarang berubah menjadi buih laut. Sudah kubilang kan laut itu indah dengan misterinya yang masih belum tepercahkan dengan MAKHLUK DASAR LAUT yang menghuni disana.
🐋🐳🐋🐳