"Sudah Nenek bilang jangan mengintip di bawah kolong!"
"Aku tidak mengintip Nek! Eyin baru terbagun dari!" tegasku. Nenek terus menyalah kan aku.
Tapi ini aneh sekali. kemana lala malam malam begini. waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
"Nek kita harus melaporkan pada polisi!"
"percuma karena lala tidak ada di dunia,"
balas Nenek membuatku bingung.Apa maksudnya?
"jadi lala kemana, Nek?"
Nenek tak menjawab. la masih terus menatap boneka yang di pegangnya. ini benar benar tidak masuk akal!
Aku bungkukan badanku, mengintip bawah kolong. Aku harus melihat gelap di bawah sana. Ternyata hanya itu saja? suara ketukan dari bawah kolong berasal dari mana?
"Lala ada dibawah kolong."
Aku duduk menghadap Nenek.
"Apa Nenek bercanda? Hanya gelap dibawah kolong. kalau lala ada pasti aku melihat nya."
"Kau tidak tahu apa apa. Ayo ikut Nenek!"
Aku mengikuti Nenek dari belakang. kami berjalan menuju sebuah gubuk gelap. Tanpa ragu? Nenek masuk ke dalam lalu memberi hormat sebelum melewati pintu. Aku ikuti saja.
peorang lelaki tua tengah duduk di keliling lilin. Lelaki itu tersenyum tipis. Nenek langsung duduk di hadapan lelaki tua itu.
"Ada apa, Mar?"tanya dia.
"Lala, cucuku. Telah dibawa oleh ratu. Tolong bawa lala kembali."
Aku masih tidak mengerti apa yang dimaksud Nenek. ratu? Zaman sekarang mana ada ratu.
"Ratu itu? Bagaimana bisa lala masuk ke sana?"
"Siapa yang akan kita jadikan penolong, lala di sana?"
"Dia, Eyin. Aku yakin Eyin bisa masuk ke sana menyusul adiknya." Nenek menunjukku.
Aku menyusul adikku kemana?
sungguh kalau ini yang akan terjadi
aku tidak akan mau ke sini. Hal hal aneh
terus mereka bicarakan
☀🍃🍃🍃🍃🍃🍃☀
malam lagi. Lelaki itu itu sedang menyiapkan sesuatu. Di kamar bekas Ibuku di kelilingi lilin dan aku di suruh masuk ke bawah kolong tidur setelah lelaki itu membaca sesuatu. Aku juga di suruh membawa cermin
dan anehnya lagi saat aku di suatu tempat aku tidak boleh menatap mata sembarangan saat disana, Aneh! Tapi aku ikuti saja.
Tampak lelaki itu komat kamit. Aku menggulingkan tubuhku masuk ke bawah kolong namun berselang menit aku merasa berguling di pasir.
Aku dimana?
Sebuah Istana berdiri kokoh di depanku.
Bukan takjub malah takut. Suasana Istana itu sepi
dan gelap. Tapi kaki ku ingin melangka ke sana.
Langkah demi langkah aku masuk.
Ada aroma sangat busuk di Istana ini. Saat tiba di suatu ruangan yang rame orang orang, tetapi orang orang itu bersikap tak acuh padaku dan tidak menginjakkan tanah.
Mereka bukan manusia! Dan
dimana aku?
Adikku, Lala! Ia seperti memberi hormat pada seseorang. aku melewati kerumunan dan terlihat wanita buruk rupw memakai mahkota. Bergaun putih seperti .. Boneka kemarin! Namun ratu ini sangat jelek dibandingkan boneka dibawah kolong walaupun seram tapi cantik!
pandangan Lala kosong. Aku berusaha memanggilnya namun Lala tidak menghiraukan aku.
"Lala!"Aku berasil memegang bahu Lala. tetap aja lala memberikan tatapan kosong.
"manusia" petik ratu itu menggema. semua pandangan tertuju padaku. Gawat mereka mengetahui aku manusia.
"Lala kamu ingat kakak, kan?"
tanyaku. Lala ta merespon
"Lala! ini kakak!" Aku
menggoyangkan baju Lala.
tetap saja Lala tak merespon.
Geram. Aku mengambil cermin lalu menunjukkan wajah nya.
"Kau lala, kan?"
Seketika Lala memuntahkan darah kental. Aku masih gak mengerti apa yang terjadi.
"Cermin .. Cermin .. !"ratu itu
berteriak.
Tanpa sengaja aku mengarakan cermin itu ke ratu. jarak kami tidak jauh. seketika Istana itu bergetar hebat. orang orang di ruangan itu tampak panik.
"Lala! kau tidak apa apa?"
Lala masih pucat setelah
memuntahkan darah kental tadi.
Bruakkk!!
Benda keras menghantam Istana itu. sontak Aku tersadar. Aku sedang baring dibawah kolong tempat tidur. Lala jugq di samping ku.
"Eyin! Lala!" pekik seseorang.
suaranya sangat ku kenal.
Ibu! kami langsung berguling keluar. Ibu langsung memeluk kami berdua. Air mata nya menetes.
"Alhamdulillah kalian lolos dari ratu itu,"
ucap Ibu membuatku tersentak. Bagaimana Ibu
tahu?
"Ibu tahu?"
Tentu saja, Ibu pernah
mengalaminnya," jawab Ibu
Aku membalas pelukannya. sungguh penglaman aneh tadi tidak pernah ku lupakan.
Walaupun misteri dibawah kolong tempat tidur itu belum terungkap.
☀🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃☀
( End )
note : maaf ya author baru up ( karna malas aja hehhe) 🐾😁