2019
Aku tidak pernah berfikir untuk mempermainkan perasaan seseorang. Apalagi harus mencintai dua orang di waktu yang bersamaan.
Anggaplah aku ini Bunga yang di cintai Manusia dan juga Hewan.
Aku pertama kali jatuh cinta saat melihat dia, dia yang kusebut Abang gondrong. Saat itu aku dan dia berada di satu naungan yang sama, hanya saja kami berbeda universitas.
Aku menyukainya karena sikapnya yang ku pandang sangat langka untuk di kalangan laki-laki seusia nya.
Jika laki-laki seusianya harus mengejar cinta, bahkan berganti pasangan, berbeda dengan Abang Gondrong.
Abang Gondrong malah lebih tertutup kepada semua wanita, bahkan cenderung menghindar saat ada wanita yang mendekatinya.
Berpenampilah tak terlalu rapih, rambut yang di ikat asal serta poni yang terbentuk karena sendirinya.
Aku berusaha mendekatinya, menyapanya bahkan jika salaman tangan kami bisa ku laminating, mungkin saja sudah ku pasang di dinding kamar dan melihatkannya ke seluruh dunia.
Bahwa aku pernah bersalim tangan dengannya, Si Abang Gondrong. Rasa itu pun bertahan cukup lama.
Tetapi di waktu yang bersamaan, aku juga sedang mencintai seseorang dia ku sebut Pria Sok Tau. Mengapa? Karena dia adalah kakak kelas ku yang begitu sok tau, sok mengatur dan sok perhatian.
Semua yang ia ceritakan pasti berhubungan dengan sesuatu yang paling ia tau, seperti hanya dirinya saja yang tau.
Tapi entah mengapa aku menyukainya. Seperti tak masuk akal tetapi ya begitulah aku pernah mencintai 2 orang yang sama di waktu yang sama.
Entah mereka tau atau tidak jika aku menyukainya tetapi yang pasti aku lah yang memutuskan rasa itu agar tidak berlarut-larut.
"Huh .... Sakit sih tetapi apalah daya aku yang mencintai dua laki-laki itu dan aku juga yang harus memilih."
"Tetapi aku tidak mau. Maka dari itu, aku tidak memilih keduanya. Karena mereka hanyalah cerita yang akan aku kenang kala di masa depan nanti."
"Mengisahkan Aku yang mencintai dua orang sekaligus."
"Rakus banget kamu, kayak pawang buaya," ujar temanku.
"Aku? Mungkin saja."
"Jadi? Apa kau masih mencintai dua orang itu?" tanya temanku lagi.
"Entahlah, aku hanya ingin Pria sok tau itu bahagia dengan wanitanya dan aku hanya berharap Abang Gondrong bisa datang ke padaku walau sekali saja untuk melihat wajahnya lagi."
"Setelah impian mu terkabul, apa yang kau lakukan?"
"Menghilang. Aku merasa bersalah tau."
"Mencintai dua orang walau mereka tidak tau aku menyukainya di waktu yang bersamaan."
"Hmm, asli pawang buaya sih ini," ledek teman ku.
Bukan hal yang harus di banggakan jika kau mencintai dua orang sekaligus. Malah itu yang akan membuatmu berfikir akan jahatnya dirimu.
~▪︎~
Setelah dua tahun berlalu begitu saja, impian ku satu-satu mulai terkabul. Pria sok tau itu menikahi kekasih incaran hatinya.
Sedangkan Abang Gondrong yang selalu aku tunggu pun datang dan menyatakan perasaannya kepadaku. Menyatakannya bahwa ia ... juga mencintaiku.
Dan kisah ini hanya aku dan almarhumah teman ku saja yang tau. Kisah yang ku ceritakan padanya tidak akan muncul kembali dan sudah terkubur sangat dalam.
Kisah yang berakhir bahagia setelah kau merasa begitu jahatnya dirimu.
"Aku akan selalu mencintaimu, kamu dan hanya kamu."
-END-