Saat aku masih tinggal di dalam hutan, tiba tiba ada orang luar menemui keluarga kami yang sdng bermukim di dalam hutan, tiba tiba saja dia menggerebek kmai lalu kamipun kamur, menyelamatkan diri, dan berpencar.
Keluarga kami pun lari dari dalam hutan tersebut, setelah itu kami pun mencari tmpt untuk tinggal sementara, kami melihat toko yang terlihat agak sepi, lalu kami masuk kesana, kasir nya punmerasa agak takut, lalu dia pergi bersamaan dengan pelanggannya yang mencuri makanan nya berangsur angsuran keluar, lalu tony menutup pintu toko itu, dan skrg di sini lah tempat kami tinggal, disini, aku lah yang memimpin keluarga ku ini, mengapa? Karna hanya aku yang mempunyai kekuatan ini, kekuatan yang tidak bisa aku jelas kan, dan aku tidak bisa memberi taunya kepada keluarga ku langsung, tapi sepertinya mereka sudah mengetahui itu, setelah beberapa hari di dalam toko ini, kami tidak pernah keluar, karna di dalam toko ini sudah ada kamar mandi dan kebutuhan makanan disini, tony pun berkata, Aila, bagaimana kalau kita melihat bagaimana keadaan di luar sana, ucapnya, lalu aku mulai berpikir, tidak mungkin juga kita akan tetap tinggal di sini sampai selamanya, pasti org org disini akan mulai meragukan toko ini, lalu akupun membuat rencana, untuk keluar dengan org yang aku pilih yang menurutku kuat, setelah itu aku menyuruh tony dan beberapa orang utuk keluar lebih dulu, saat dia kembali, dia mengatakan ada beberapa keluarga kita yang di sekap juga, di antara semah semak semak dekat hutan
Lalu akupun bersiap akan menyelamatkan nya dan akhirnya kamipun keluar, ternyata ada banyak orang disana, lalu aku berencana utuk membereskan yang paling belakang dulu. Dan jaraknya juga tidak terlalu jauh dari pintu belakang toko, kami pun mulai menyerang satu persatu dan mulai melangkah maju dengan perlahan dan aku berhasil memegang dili yg masih kecil ini, dan penjaganya mulai tersadar, untung saja masih belum ada yang menjaga org org ku yg di tahan itu, jadinya aku hanya perlu menyelesaikan org yang belakang ini, yaa yang pasti tidak sedikit sih, lalu kami pun berkelahi, mengambil pistol dari org yg sudah mati, suara tembakan pun pecah, aku menggunakan kekuatanku untuk melindungi tony dan lainnya agar tidak tertembak, setelah melihat kalau kami pintar menyerang, beberapa pengawal itu pun menyerah, dan mau membantu kami menyelamatkan org org itu, dan bertepatan dengan itu, penjaga yg lainnya pun keluar dari rumahan di dekat org org ku di tahan, lalu kamipun bersiaga, aku memegang erat dili, karna dia masih kanak kanak, jadi aku harus menjaganya, dan membuat perisai ke org org ku saja, tony bertanya kpd ku, apakah kita bisa mengalahkan org itu, lalu aku berkata ya, karna jumlah kita sama dengan penjaga yg di sana itu, lalu saat hendak mulai menembak, tiba tiba saja, adek(namanya) dari dalam toko keluar melihat apa yang terjadi, aku pun hilang konsentrasi ku, karna nya dan dengan cepat menyuruhnya masuk kembali, dan org lainnya pun datang untuk melihat juga, aku tony mu lain mundur dan memarahinya dan mengunci pintu itu, org org ku mulai kurang dan akupun mengambil pistol dan ikut menembak, yg dili berada di belakang ku, sambil menahan perisai dan sambil menembak, itu sangat melelahkan, tapi untung saja kami menang, lalu tony dan yg lainnya pergi melepaskan org org ku yg di tahan, penjaga yg mau membantuku tadi sudah mati tertembak oleh lawan.
setelah itu, di depan pintu toko, aku melihat ada anak yg terlihat baru dewasa seperti ku ini, aku bisa merasakan kalau dia juga memiliki kekuatan sama seperti ku lalu aku menyuruh yg lainnya masuk termasuk dili, dan sekarang hanya aku, tony, dan anak yg ku sebutkan tadi bersama temannya yang masih di luar, menyuruhnya memberikan kartu nya, karna semua org memiliki kartu yg di lpegangnya masing masing, dari kartu anak itu aku bisa merasakan kalu dia juga memiliki kekuatan namanya adalah hadi, dan ada juga seorang cewe suzy dan cowok zak, berarti ada 3 org memiliki kekuatan yang sama seperti ku ini, lalu aku menyuruh yangainnya masuk, dan hanya kami ber empat di luar lalu hadi mengatakan kalau aku terlihat sangat hebat tadi, aku tidak percaya kalau bisa bertemu dengan org org yg seperti ku, lalu suzy berkata kalau dia masih belum bisa mengendalikan kekuatannya, dan tidak bisa melakukan hal yang seperti aku lakukan tadi, lalu mereka berterima kasih pada ku karna telah menyelamatkannya, dan aku memperkenalkan namaku, lalu kami pun saling berjabat tangan dan tersenyum.
Lalu masuk kedalam, setelah itu, aku pun memperkkenallkkan mereka dan langsung memberikan nya tugas, aku dan hadi memimpin serangan, sedangkan suzy dan zak membuat perisai atau perllinndungann saat saling seranng berlangsung, llallu. Tony dan yg lainnya menjaga org org yg terluka, lalu seemmua nya bertepuk tangan karna ada org yg bisa dii ajjk ber sama ku, dan berterima kasih karena telah menyelamatkan anggota keluarga nya,
Beberapa minggu kemudian, di katakan ada org yang telah berubah menjadi zombi, lalu kami mendapatkan kan seperti sinyal kalau ada keluarga kita yang sdng terjebak dan ingin di selamatkan, lalu aku tony hadi suzy zak dan lainnya pun bersiap untuk pergi ke sana, kami berpamitan org org yg berada di toko, lalu pergi saat malam hari menggunakan sepeda motor, di sana kami pergi melewati seperti perumahan, dan ada semak semak, dan beberapa saat kemudian, kami menemukan seperti jembatan dan ada air mengalir cukup deras, di sebrang jembatan itu, ada sebuah rumah dan di situlah tempat sinyal itu berasal, dari dalam rumah itu, saat melewati jembatan tiba tiba adavseseorang datang dengan pedangnya, dan mulai menyerang kami, kamipun berkelahi di jembatan dan di sebrang nya, aku membuat perisai pada org orang di sekitar ku agar dia tidak terluka, lalu setelah beberapa saat org yg menyerang kami sudah mati aku pun beristirahat di sebrang jembatan itu dan aku merasa ada goresan di bahuku lalu tony mengatakan kalau bahuku berdarah, lalu dia pun mengobatinya dan hadi menghampiri ku menanyakan apakah aku baik baik saja, dan aku menjawab iya, hadi juga mengatakan bagaimana bisa aku terluka padahal aku membuat perisai utk org org di sekitar ku, mungkin aku lupa atau tidak fokus melihat org org itu di serang, lalu tiba tiba saja sekumpulan zombi pun datang, ada yang menyerang kami dan ada yang hendak pergi ke dalam rumah itu, hadi dan yang lainnya pun langsung menyerang tidak membiarkan zombi itu pergi ke rumah itu, saat aku hendak ikut menyerang, tony menghentikan ku, mengatakan kalau aku perlu di obati, lalu aku pun tetap duduk beberapa saat dan setelah selesai aku langsung berdiri dan mengambil cangkul lalu menancapkan nya ke kepala zombi yang hendak menyerang hadi, setelah itu aku langsung masuk ke dalam rumah dan menyuruh orng orng itu untuk keluar, mengatakan kalau sudah tidak apa apa, lalu semuanya pun keluar, dan menyuruh mereka menaiki motor dan ada satu mobil milik mereka, dab pergi dari sana setelah tidak ada zombi yang datang lagi, lalu kami pun pergi dari sana, aku membonceng anak remaja di belakang ku, lalu setelah sampai di rumah kosong yang kita temuai, kami pun beristirahat di sana, lalu tony memarahiku karna melihat lukaku yang baru saja di obati tadi, lalu akupun di suruhnya untuk duduk di dalam kamar itu, dan aku menyuruh org org itu untuk masuk kedalam, setelah sampai di kamar hadi suzy dan zak juga ikut kedalam, zak bertanya apa aku baik baik saja, dan aku mengatakan jangan kawatir, lalu tony menyuruh yang lainnya untuk keluar sebentar, dan hadi menolak, lalu suzy dan zak pun keluar dari kamar, "kamu mau diam di sini?" tanya ku pada hadi, "iya" "terserah kamu lah" kata ku, lalu tony menyuruhku membuka jaket ku, dan di bantu oleh hadi, lalu saat mengobatinya kelihatannya tony kesusahan karna bajuku tidak sampai ke bawah, lalu aku menyuruhnya untuk memotong bajuku saja, dan dia mengatakan tidak apa apa, lalu aku mengambil gunting dan langsung memotong nya, hadi pun terlihat seperti mengalihkan pandangannya, dan aku tersenyum kecil, "aku bilang tidak apa apa, aku bisa" kata tony, lalu aku menyuruh hadi untuk membantuku menggunting yang di belakang, lalu tony langsung berkata biar aku saja, lalu dia pun mengguntingnya, dan tersisa hanya bh dan baju dalam ku, perasaanku tadi lukaku nggak sesakit ini deh, tapi skrg sakit sekali ya, tanyaku dalam hati sambil menahan nya, lalu hadi bertanya pada tony "apa perlu di jahit ya" "iya, kalau kau melihat ini apakah kau tidak menjahit nya begitu" jawab tony, lalu hadi pergi ke belakang ku melihat lukanya, lalu kembali lagi ke hadapanku, lalu aku bertanya, "apakah sebesar itu?" "iya" jawab nya, "perasaan tadi gk sakit deh, knp skrg kayak gini ya, aww" kataku, "pelan pelan dong aila kesakitan kan jadinya" kata hadi ke tony, "iya maaf aila, tahan sebentar lagi ya" kata tony, lalu aku mengangguk, gk papa kok, setelah lukanya di obati dan di perban, aku menggunakan jaket ku lagi dengan bantuan hadi, lalu tony keluar untuk menaruh peralatannya dan aku menyuruhnya melihat apakah ada orgvyang yerluka juga di luar, "gk dingin" kata hadi, aku pun menggeleng, padahal dingin lah, masa nggk, kataku dalam hati, lalu dia menyuruh ku untuk istirahat di kasur dan aku bilang gk papa, tapi dia tetap saja memaksa, dan akhirnya akupun tidur di kasur menghadap samping, dan dia menyelimuti ku menggunakan selimut yg ada di sana, lalu dia duduk menggunakan kursi di dekat kasur, lalu suzy dan zak pun masuk, mereka terkejut melihat baju ku robek dan ada darahnya, dan aku bilang jangan kawatir, lalu suzy menyuruh hadi untuk keluar membiarkan ku untuk istirahat, zak pun juga begitu, lalu mereka pun keluar.
Di dalam kamar sendirian aku merenung, aku merindukan kakak ku, entah kenapa aku kepikiran saja, dulu aku sering bermain main dengan nya dia juga merawat ku sampai aku di kirim ke keluarga ini karna orang tuaku terpaksa memindahkan ku karna kakek ku mengetahui kekuatan ku, yang dimana kakek ku merasa kalau manusia mempunyai kekuatan itu terlihat seperti alien, intinya dia sangat tidak suka melihatku sejak itu, lalu aku berpisah dengan kedua kakak ku, nama kakak ku yang cewek adalah liz, dia cewek yang catik dan juga baik, dan kakak tertuaku laki laki namanya rank, dia juga baik pada ku, dia terlihat benar benar cocok menjadi kakak tertua karna terlihat seperti itu, dan dia juga terlihat sangat tampan di mataku.
setelah merenung lama di dalam kamar, aku pun merasa ngantuk karna keheningan ini dan terasa kelopak mataku berat, dan kemudian pintu terbuka saat itu aku menutup mata ku, lalu mendengar suara pintu tertutup lagi, lalu duduk di pinggir kasur, aku tidak tau siapa itu dan juga malas membuka mata, lalu aku merasakan bibir nya menyentuh pipi ku, stelah itu aku membuka mataku dengan perlahan dan melihat hadi di hadapan ku, dia terlihat sedikit terkejut karna aku bangun, kami bertatapan lalu dia hendak mencium ku lagi, dan akupun menahan bahunya, "aku ingin bangun" kataku, lalu dia memegang pinggang dan punggung ku untuk membantu ku bangun, lalu dia menatapku dan aku menatapnya kembali, dia pun mencium ku, bibirnya terasa lembut di mulutku tapi aku tidak membalas ciumannya, beberapa saat dia pun membuka matanya dan akupun juga begitu, lalu aku bertanya "apakah kau suka padaku?" lalu ia menjawab iya, "cinta?" tanya ku lagi, ia juga mengangguk, akupun menatapnya, lalu berkata, "aku juga suka padamu, tapi hanya sebatas suka saja, tidak cinta" lalu dia hanya diam, dan minta maaf, karna telah mencium ku, lalu aku berkata "tidak apa apa, aku harap kau bisa menemukan wanita yang cocok dengan mu" lalu dia menanyakan "cowok seperti apa tipe mu itu" lalu aku menjawab, "seperti kau ini, tapi hanya saja kau terlalu baik buat ku, jadi aku gk bisa menerima mu" lalu dia diam dan berkata "baik lah, mungkin lain kali aku bisa jadi tipe mu itu" dia pun tersenyum, dan aku juga begitu, lalu tony pun masuk, bertanya apa aku lapar apa tidak, aku menjawab tidak dan mengatakan aku ingin istirahat saja, lalu, aku pun tidur kembali dan mulai menutup mata, tony pun menyuruh hadi keluar, lalu aku menyuruhnya menutup pintu dengan mata ku masih tertutup. Bukan apa apa, hanya saja aku berpikir, mengapa org bisa jatuh cinta pada ku?.
Keesokan harinya seli mengatakan kalau sepertinya kita tidak bisa keluar dari sini, karna zombi semakin banyak di luar sana, tapi setelah di lihat lihat, ada sekolahan di sebrang sana, dan aku mengingat kalau ternyata di dalam sekolah itu lah tempat rumahku yang ada tempat lapangan bulu tangkis itu, terlihat di sekolahan itu ada banyak orang yang berjaga, sepertinya tidak ada zombi yg masuk ke sana, lalu berpikir apakah kakak ku selamat di sana.
lalu aku melihat zak yang berada di ruang tamu, sedang merokok dan di dekatnya sdng berbincang dengan suzy, lalu aku menghampiri nya, "aku ingin mencoba rokok itu sesekali" kataku pada zak, "ini bukan rokok tapi vape" pikirku sama saja kok, sama sama mengeluarkan kan asap, lalu suzy berkata "kau mau coba aila?" aku pun mengangguk dan kedua org itu saling bertatapan dan zak pun memberinya pada ku, "bagaimana caranya" tanya ku lalu tiba tiba hadi datang dari belakang ku dan bertanya ada apa di sini lalu suzy menjawab "ini aila mau coba pake vape" lalu hadi pun mengambil vape itu dari tangan ku dan mengatakan tidak boleh dan aku pun bertanya "knp, dari dulu aku ingin sekali mencobanya" lalu hadi menjawab, "kalau kau bisa, memangnya kau mau meluangkan waktu hanya untuk benda ini?" aku pun hanya menatap nya, lalu dia berbisik pada ku "nanti mulutmu gk semanis ini lagi loh jadinya" lalu akupun tertawa dan memukulnya dan dia juga ikut tertawa, hadi pun mengembalikan vape itu ke zak, "gak jadi" kata zak, lalu hadi mengajak ku makan, dan aku berbalik dan tersenyum pada suzy dan zak.
Tidak terasa seminggu sudah berlalu, sudah seminggu kami berada di dalam rumah ini, dan ada kabar kalau terdapat virus yg menyebar yg dimana itu dapat membuat orang sakit dan demam, lalu kami pun membuat tempat ini menjadi rumah kita.
seminggu selanjutnya, entah dari mana dia tau kalau aku ada di rumah ini, tentara yg aku lihat yang berjaga di dalam sekolah itu mengirim surat dan mengatakan kalau aku harus kembali ke rumah lama ku yaitu ke dalam sekolah itu, di dalam surat itu mengatakan kalau kakak perempuan ku terkena virus yang dapat membuat orang sakit itu, lalu aku di minta oleh ayah ku untuk pulang karna itu permintaan dari kakak ku, katanya sih dia kangen, lalu aku menatap zak dan suzy, lalu hadi bertanya "rumah itu rumah aslimu la?" aku pun mengangguk, "sebenarnya aku di kirim ke keluarga dimana pertama kali kita bertemu itu, karna kakekku gk teeima kalau aku punya kekuatan" ucap ku pada 3 orang ini, "begitu ya" kata suzy "aku juga begitu" kata zak, sebenarnya aku di buang oleh ibuku seperti kamu ini la" "ohya?" kata kami bertiga, "knp kau gak pernah cerita"kata suzy, "yaa karna gak penting aj gitu kn" jawab zak, lalu tentara itu menyuruh ku untuk cepat bersiap, lalu aku menatap suzy zak dan hadi, lalu mereka mengatakan gk papa disini dan menyuruhku untuk pergi, lalu akupun berpamitan dan tidak Lupa juga dengan tony, aku memeluk satu persatu sahabatku itu lalu pergi dan mengatakan aku akan kembali.
Lalu aku pun pergi kerumah ku dengan 2 tentara yang menjagaku, sesampainya di gerbang aku melihat orang tuaku yg sudah menunggu dan aku pun tersenyum pada nya dan dia juga begitu, lalu di dekat panggung aku melihat kakak laki-laki ku, dan akupun langsung memeluknya, dia juga terlihat senang melihat ku, lalu dia menyuruhku untuk memberikan sesuatu untuk kakak perempuan ku dan didalamnya ternyata ada pembalut, "itu titipan tadi katanya dia butuh itu, kamu aj yg kasi" aku pun mengangguk, lalu aku masuk ke dalam rumah dan melihatnya berbaring dengan infus di tangannya, hanya ada kami berdua di dalam, lalu kamipun berpelukan dia terlihat lemas, akupun memberikannya pembalut itu dan dia pergi ke kamar mandi, aku menunggu di kasurnya sambil duduk melihat sekitar