Enam Tahun kebersamaan itu tidaklah mudah untuk melupakannya, namun betapa mudahnya untuk berakhir?
Kika mematung di depan cermin mengamati seraut wajah tirus dengan hidung lancip yang tak lain adalah dirinya. Sebenarnya apa yang salah pada dirinya? sehingga semua harus berakhir tanpa ending yang jelas?
Kika gadis 23 tahun yang harus merasakan pahitnya cinta pertama. Laki-laki yang di harapkan akan menjadi imam dalam hidupnya telah merampas miliknya.
Aeron Randy itulah cinta pertama Kika. Pertemuan yang tak di sengaja membuahkan buntut panjang yang akhirnya terikat sebuah janji.
Kisah itu bermula ketika suatu sore Kika hendak mengantar keponakannya berenang, namun naas karena ban sepeda motornya tiba-tiba melindas sesuatu dan .. duaarrr
Ban motornya pecah.
Dalam kebingungan mencari tukang tambal ban dia bertemu dengan Aeron yang sedang survey area car free day. Wajah manis Kika rupanya tlah memikat hatinya. Mereka berjabat tangan, kemudian saling tukar nomor telephon.
Enam tahun bersama Aeron tanpa cela, pacaran mereka lurus-lurus saja hanya sebatas cium kening dan berpelukan. Kika percaya seratus persen bahwa Aeron juga tulus mencintainya, dan berharap hubungan mereka berlanjut sampai akhir hayatnya.
Namun siapa sangka ternyata cintanya berbalas dengan penghianatan. Enam Tahun lamanya Kika telah dibutakan cinta Aeron. Janji hidup bahagia bersamapun seakan hanya khayalan.
Janur melengkung di depan rumah Kika, mengakhiri masa lajangnya. Hari itu betapa bahagia hatinya bisa bersanding dengan sang pujaan hati. Senyum Aeron mengembang tampak manis, sesekali kecupan kecil mendarat dipipi Kika. Ijab kobul berjalan lancar, momen itu yang tlah merubah statusnya menjadi nyonya Aeron.
Sanak saudara datang silih berganti memberikan ucapan selamat dan doa kepada kedua mempelai. Tak berapa lama tamu undangan meninggalkan resepsi pernikahan mereka.
"Dek aku ingin" kata Aeron membuat rona merah dipipi Kika. Aeron membimbing Kika memasuki kamar berhias bunga, aroma mawar melati menyeruak hidung.
Aeron merengkuh tubuh mungil Kika, membawa dalam dekapannya.
"Akhirnya kamu milikku dek" bisikkan Aeron membuat bulu kuduknya meremang. Hembusan nafas Aeron membuat gelayar nikmat. Lembut tapi pasti Aeron menyentuh titik-titik sensitif Kika hingga membuatnya tergelinjang dan mendesah pelan.
"aahh.. ak akuu bahagia hhh bersamamu mas".
Gerakan tangan Aeron dengan cepat membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Kika hingga tanpa satu helai benangpun.
Dilepasnya sendiri pakaian pengantin yang melekat ditubuhnya. Dan mereka tampak polos. Sesaat keduanya terkesima menatap keindahan ciptaan Tuhan dihadapan mereka. Mereka saling mendekat tanpa kata, membiarkan naluri mereka memegang kendali. Mereka saling sentuh, menyesap dan bergumul dalam kenikmatan surgawi.
sesekali terdengar rintihan dari bibir Kika. Namun hanya sesaat karna pagutan gelora hasrat tlah meruntuhkan logika.
"maass pingin pipis"
"Ayo dek sayang kita tuntaskan bareng" Kika yang berada dibawah kungkungan Aeron hanya mengangguk pasrah.
"mmaasss... aku keluaarr.... hehh..hehh" ritme gerakan pinggul Aeron semakin cepat dan terjadilah pelepasan itu. Aeron tersenyum puas. Dan keduanya terlelap setelah melakukannya.
Kika mengusap kasar air mata yang tak terbendung lagi. Semua hanya untuk dikenang. Mengingat malam panas itu hanya membuat luka semakin terkoyak. Bagaimana tidak? Pernikahan yang diharapkan membawa kebahagiaan justru menjadi bumerang yang mencabik-cabik hidupnya.
Pagi hari setelah pergumulan panasnya...
Datang dua orang laki-laki tampan mencari Aeron.
Setelah mempersilahkan tamunya masuk, Kika memanggil suaminya. Dan..
"Dek sayang, mas bisa minta tolong dibelikan rokok?" tanya Aeron. Kika menggangguk,
"bisa mas sayang" Kika mengambil selembar uang ratusan yang diberikan Aeron.
Kika keluar setelah pamit kepada suami dan dua orang tamunya. Karena toko yang menjual rokok agak jauh dari rumahnya Kika bawa sepeda motor yang terparkir disamping rumah.
Seperempat jam kemudian Kika kembali, namun ada truk yang menghalangi jalan menuju rumahnya, Kika menitipkan sepeda motornya di rumah tetangga. Dengan berjalan kaki dia tinggalkan motor disana.
Sampai di depan rumah, pintu tertutup dia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban, apakah suaminya pergi bersama tamunya? tanyanya dalam hati. Dia coba buka pintu, tidak dikunci.
Kika masuk, namun langkahnya dihentikan oleh suara gaduh didalam kamar, karena penasaran dia mendekat kearah pintu. seketika badannya lemas mendengar erangan dan desahan silih berganti, salah satunya suara yg dia kenal desahan orang yang bergumul dengannya semalam.
Karena penasaran dia mengintip dari lubang kunci.
Sungguh pemandangan yang menjijikkan dan diluar nalarnya. Dia dapati tiga orang tampan itu tengah bermain threesome.
Aeron terlentang sambil mulutnya mengulum v***l laki" yang setengah jongkok diatas kepala Aeron dengan mulut yang mengulum v***l temannya yang tengah nungging mengulum v***l Aeron.
Kika tidak tahu apa yang tengah dia rasakan kini. Antara jijik, malu dan rasa benci kepada suaminya dia buka pintu dengan kasar sehingga mengagetkan tiga manusia b***t yang sedang bercumbu panas.
"Pergiiii... pergi kalian semuaa!!!" Kika teriak kesetanan. membuat laki-laki itu segera mengambil pakaian dan memakainya dengan asal kemudian melarikan mobilnya meninggalkan rumah Kika.
"Jangan mendekat!"perintah Kika ketika Aeron ingin memeluknya.
"Adek sayang mas bisa jelaskan" kata Aeron santai tak merasa bersalah sedikitpun.
"aku bukan adekmu, kamu jahat mass, kau menghancurkan harapanku" Tubuh kika merosot lunglai dilantai. Tangisnya semakin pecah tak terbendung lagi.
"Aku tahu ini suatu saat terjadi, kamu akan tahu siapa diriku. ya! inilah aku, maafkan aku yang menikahimu karena syah***ku. Aku mencintaimu dek sungguh, tapi aku juga tidak bisa berpisah dengan mereka" suara Aeron lirih.
"Aku tidak bisa terima dengan semua ini mas, aku tidak mau berbagi tubuh suamiku dengan orang lain apalagi orang seperti mereka .. huhuuuhuu" Kika menundukkan wajah memeluk lututnya. Pundaknya berguncang karena tangisnya yang tiada reda.
"Baiklah aku akan terima konsekuensinya, apapun itu, namun satu yang harus kamu tahu dek, aku sangat bahagia bisa menikah dan memilikimu" Aeron mencoba merengkuh pundak istrinya. Namun dengan kasar Kika menepisnya.
Masih dengan sesenggukan Kika menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aku tidak ingin pernikahan ini, hatiku sakit mas. Ceraikan saja aku mas huhuuhuu"
"Jangan katakan itu, Aku mencintaimu Kika, aku tidak ingin cerai denganmu" mata Aeron berkaca-kaca.
"pergi atau kau bunuh saja aku mas, aku rela mati dari pada jalani pernikahan seperti ini" Kika mengambil pisau dan mendorong tubuh suaminya untuk keluar dari rumahnya.
"Baiklaah, mas akan pergi sayang, kamu tetap istriku, cintaku" Aeron membawa mobilnya pergi meninggalkan Kika.
Kika menatap kepergian suaminya, orang yang telah membawanya kedalam lingkaran pernikahan yang membuatnya dilema.
Tembok Pernikahan yang dibangun semalam kini telah runtuh hancur sisakan puing-puing.
Kika menunduk sedih
"Mas Aeron, Pernikahan ini telah hancur seperti hancur leburnya perasaan cintaku karena penghianatanmu" bisiknya lirih
*********************Sekian********************