Pagi itu, didesaku terjadi pembunuhan misterius, dari yang kudengar, kedua tangan korban jari-jarinya telah dimutilasi, hanya ada bukti pisau daging besar yang tergeletak di samping korban, dan pelakunya telah ditangkap polisi. Selebihnya aku tidak tahu lagi.
Saat malam tiba, pembunuhan yang terjadi sekitar 2 rumah dari rumahku itu masih saja membuatku takut, sialnya aku hanya sendirian sekarang karena yang lain keluar kota satu minggu yang lalu.
Aku berbaring dibawah selimut, menjadi sangat was-was pada setiap celah bawah pintu dan jendela yang jelas-jelas tidak akan ada yang bisa masuk kedalam.
Biasanya, jam 08.00 aku bersantai didepan televisi dan melihat siaran ulang balapan.
Tik
Tik
Tik
Keringatku sudah membuat kerah bajuku basah sekarang, aku tidak tahan lagi. Setelah keluar kamar aku segera menyambar kipas angin yang berada diruang tamu, dengan membawa henfon yang siap menelfon polisi.
Drap Drap (suara langkah kakiku)
Dreakkk ( suara aku menarik kipas angin)
BRAKK (suara pintu yang kututup dengan keras dan buru-buru)
Sekarang, keringatku pasti akan kering.
Na~~~na~~~na~~na na, nana,
Seseorang menelfonku, tapi tunggu dimana telefonku? Tidak! suaranya berada jauh dari kamar, oh ... hpku pasti tertinggal dimeja samping aku mengammbil kipas anginnya.
Baiklah, aku bukan anak kecil! Maka aku akan mengambilnya, dan mengangkat telfonnya dengan suara yang tidak gemetaran.
Ya, walaupun aku ini seorang perempuan yang tinggal sendirian, dengan berita pembunuhan. Tidak akan membuatku takut, kupikir begitu.
Aku berada diruang tamu sekarang. Huh, aku bodoh telah mengira pembunuh itu akan datang kerumahku, kulihat cahaya terang dari semua ruangan dirumah, dan suara berisik para warga yang berpatroli, mereka takut, tapi sebagian besar penghuni desaku adalah mantan polisi.
Huft
Lama, telfon ku telah menyerah, akhirnya ia tidak berdering lagi sekarang.
Bruk
Dengan sedikit keras kududukkan tubuhku kesofa, dan berniat menonton televisi. Ini membuatku takut! Chanel pertama yang kulihat malah berita sisran tadi pagi. Dengan buru-buru aku menggantinya Sial, ketakutanku ini malah membawaku kefilm horor yang menampakkan kuntilanak tanpa jari.
"AAAAAAAA"
Teriakku tidak terkontrol, kerika melihat flashback mayat hantu tersebut, seketika aku teringat pembunuhannya.
Aku telah menenangkan diriku. Secepat kilat menuju dapur dan minum. Kupikir, orang diluar akan datang, tapi para warga telah berombongan menjauh dari rumah.
📱🎵Na~~~na~~~na~~na na, nana,
Telfonku berbunyi lagi. Aku segera menuju ruang tamu dan mengambilnya, uh aku pelupa sekali, tidak sekalian mengambilnya saat aku ingin menonton televisi.
"Nak, pastikan kamu mengunci semua akses masuk rumah, dan letakkan kuncinya ditempat yang aman, segeralah tidur. Ini ibumu."
Ketika sampai, aku mendengar pesan suara, suaranya sangat asing, serak dan seperti tertahan mencoba selirih mungkin untuk disampaikan.
"Ah, sekarang telefon rumahnya malah rusak juga, aduhh suaranya jadi mengerikan." Ucapku kemudian mengambil telfon dan mencabut semua kunci, meletakkannya diatas lemari, untuk itu aku harus memanjat beberapa meja (meja kayu kecil) yang disusun.
Srekk
Ku tarik selimut dan bersiap tidur.
Srrr
Tik tik
Suara kipas dan jam membuatku merasa tidak sendirian.
📱🎵Na~~~na~~~na~~na na, nana
"Halo" ya, akhirnya aku beehasil mengangkat telfon.
" Kau harus tidur, gadis kecil. Uhuk, uhuk," suara dari seberang telfon, suara siapapun dengan serak di tenggorokannya.
"Ya, ya, ini ayah kan? Aku akan tidur, sebenarnya jika ayah tidak menelfon, aku sudah tidur." Kataku. Nomernya memang asing, itu sudah biasa dalam keluarga kami, nomer henfon akan diganti setiap bulannya, ya itu nomor yang tidak diberi pada siapapun.
Tut
Tanpa bicara lagi, telfon ditutup. Sepertinya ayah menyesal telah menelfonku.
Ugh, aku tidak bisa tidur sekarang, jadi aku menyetel musik dan membuka aplikasi diary untuk melihat-lihat.
Ini, aneh setelah beberapa saat aku mengingat hal yang membuatku ingin muntah sendiri, karena saking gugupnya. Aku, tidak punya pesan telefon, tempat ayahku berada sekarang, tidak mungkin ada sinyal.
Deg.
Aku bangun dari posisi tidur. Langsung menatap pintu kamarku. Dari sekian banyak cerita creepy yang kubaca, biasanya pembunuh akan menyuruhmu tidur kemudian menusukmu dengan brutal, setelah memastikan kamu tidak bisa lari.
Kunci, aku lupa dimana kuncinya! Uh, siapa yang menelfonku?!
Kuharap itu hanya halusinasiku selama ini, karena obat tidur yang kukonsumsi minggu lalu, ya kurasa aku meminumnya terlalu banyak.
Lalu, aku tidak sengaja melihat toples depan kasurku, dengan cahaya remang aku melihatnya, hatiku tenang, karena benda itu masih disana, maka aku akan tetap aman.
TAMAT.
Siapakah Si Dia yang ingin diketahui si Aku??
Jawab yang tahu ya!
Thanks~~~