Leona Athena Aslannosa Vamos't adalah seorang gadis cantik pujaan hati setiap mata pria bahkan wanita.mereka yang melihat Leona terus saja menyukainya bahkan sampai menjadi fans fanatik,namun tidak ada satupun dari mereka yang berani mendekati Leona,gadis itu begitu misterius.
sore ini Leona pergi ke cafe temannya yang terletak pada kawasan dekat pantai,gadis berambut hitam lebat bermata Violet itu berjalan ke sana sembari telfonan dengan kakaknya."aku udah taro berkasnya di meja."dengan nada yang lembut Leona berbicara dengan seseorang di ponselnya tersebut,namun dibalas dengan nada yang sedikit meninggi dengan suara sangar dan maskulin khas milik kembarannya.
"kamu taro berkasnya di mana Leona?!!,berkas itu sangat penting!", kini suara Leon semakin meninggi ia begitu frustasi karna kehilangan berkas yang seharusnya ada di kantornya pagi ini. "tidak tau" jawaban Leona sungguh membuat Leon semakin frustasi. Telfon mereka di putuskan secara sepihak oleh Leona, menyadari hal itu Leon langsung saja membanting ponselnya.
sesampainya di cafe, Leona segera memeluk temannya."Rene....",ucap gadis itu sembari memeluk hangat sahabatnya itu."Leona! woahhh, akhirnya kau datang."balas gadis bernama Renesha selaku sahabat Leona,gadis berambut pirang bermata biru itu sangat merindukan Leona, ia baru saja pulang dari Prancis.
setelah saling berpelukan, mereka berdua ber cakap-cakap ria berdua sampai datang bunyi suara dering ponsel milik Leona, langsung saja gadis itu menerima telfon tersebut sembari meminta izin pada temannya."selamat sore, dengan siapa ini?."ucap Leona dengan nada yang sopan sedikit lembut."sore, saya dari perwakilan DN.A group, saya inggin bertanya untuk pertemuan besok dengan tuan Leon apakah bisa di majukan menjadi jam 9 pagi?." balas laki-laki itu menggunakan nada yang sedikit sopan dengan suara payau."Setelah saya lihat, sepertinya bisa di majukan untuk besok. saya akan segera mengonfimasi hal ini,terkait pemajuan waktu pertemuan besok pada tuan Leon." balas Leona. " Baik terimakasih nona." "sama-sama." kemudian dimatikan secara sepihak oleh Leona.
"urusan pekerjaan?." Leona mengangguk lesu, sepertinya ia harus ikut lagi besok, mengingat DN.A group adalah musuh mereka, pasti Leon menyuruhnya untuk ikut/diam saja di rumah agar terhindar dari bahaya.
"baiklah sebelum itu, bagaimana kalau kau membantuku mengurus caffe dlu sebentar." Leona mengangguk sekali lagi.
............
Malam harinya, Leona dan Renesha telah selesai merapikan caffe jujur saja itu sangat lelah untuk mereka namun menyenangkan."hah, masih harus semangat buat buka caffe ini sebulan dan setelah itu aku harus langsung pergi ke Prancis, melelahkan." Leona menatap sahabatnya yang kelelahan itu dengan tatapan sendu, ia tau ia tak bisa selamanya dengan sahabatnya. "Hey tak usah sedih,aku janji akan kesini saat libur."ucap Renesha menyadari tatapan sendu Leona, lagi-lagi Leona hanya mengangguk pasrah.
"oh itu mobilmu." ucap Renesha sembari menunjuk ke arah mobil sport hitam kesayangan Leon.
"Bye dulu ya Ren." Renesha perlahan masuk ke dalam mobil sembari melambaikan tangan. dibalas senyuman dan lambaian tangan oleh Renesha. "selamat ting-." ucap Renesha tapi tak terlalu terdengar oleh Leona.
"Leon,aku......","umh-umh." teriak Leona ketika ia di bekap oleh orang di sampingnya dia memberontak mencoba melepaskan diri, namun nihil ia terburu pingsan terkena obat bius."S*ialan kau Renesha!."
..........
begitu terbangun Leona sudah duduk terikat di kursi."kau sudah bangun rupanya...." ucap seorang lelaki sembari mendekat ke arah Leona."k-kak Ezy?!!." begitu terkejutnya Leona ternyata orang yang menculiknya adalah orang yang dia sukai selama 9 tahun lamanya. dia adalah Rezrister Deon Xavier, Ceo DN.A group sekaligus musuh kembarannya. Dulu keluarga Vamos't dan keluarga Xavier sangat dekat sampai mereka berniat menjodohkan Leona dan Rezrister sampai akhirnya keluarga Alexander masuk dan merusak hubungan ke dua keluarga tersebut, bahkan berniat menikahkan putranya dengan Leona yang belum genap 16 tahun. Keluarga Alexander membuat sebuah konspirasi dan menuduh keluarga Xavier hingga keluarga Vamos't berusaha menyudutkan keluarga Xavier. hal inilah yang menyebabkan keluarga Xavier membenci Vamos't.
"benar, aku adalah Kak Ezy kesayangan mu itu." ucap Pria itu sembari menampilkan senyuman sycopath, sungguh sangat menakutkan di mata Leona.
"apa kau tau Leona?, orang yang tadi telfon denganmu adalah seorang hacker yang ku bayar untuk melacak keberadaan mu,tapi sungguh melihatnya berbicara denganmu meski hanya telfon, membuatku amat-sangat cemburu." pria itu semakin mendekat ke arah Leona dan......
Cupp~
pria itu mencium Leona bahkan melumatnya, dia melumat bibir Leona lembut, sembari memasukan lidahnya,sampai Leona nyaman dan mulai membalasnya. sungguh Rezrister adalah pria yang sangat pandai berciuman sampai membuat Leona sangat tergoda, ia bahkan sampai mendesah di sela-sela ciumannya kala Rezrister mulai memasukan tangannya ke baju Leona dan memainkan payudaranya
"kau menyukainya baby?."ucap pria itu, menatap Leona dengan tatapan lembut dan senyuman menggoda."Tentu saja Daddy." balas Leona dengan nada sensual membuat Rezrister semakin tergoda dengannya.
"mulai saat ini dan seterusnya, kau bukanlah putri keluarga Vamos't, jadilah istriku dan hiduplah sebagai Nyonya keluarga Xavier." ucap Rezrister sembarj menggendong Leona setelah di bebaskan dari kursi ala bridal style.
"as you wish Mr Xavier.", balas Leona.
cupp~
mereka kembali berciuman,Rezrister membawa Leona ke kamarnya.ia membuka baju nya dan gaun milik Leona kini mereka sama-sama full naked
Dan............
Tamat~