"Aaaakh aku baru tahu, akhirnya memberikan undangan pernikahan padanya cukup membuat lega hati ku ya pus. Kenapa tidak dari awal saja aku berikan undangan itu padanya ya pus?" Lea mengajak bicara hewan peliharaannya sambil menikmati udara lewat jendela rumah.
"Uk.. uk.."
"Dengan begitu, ia tidak akan lagi menaruh harapan pada ku kan pus? Ah bodohnya aku, mana bisa kau membalas kata kata ku dengan ucapan? Hanya bisa guk guk." ujar Lea mengelus kepala Momo, si kuping panjang yang setia menjadi pendengar curahan hati Lea.
"Uk.. uk.."