[ BERCERITA TENTANG CALON RAJA DARI SEBUAH DESA KECIL DISAMPING DANAU ]
Tokoh utama : HERU SISWANTO
Penulis : DEV
Type. : KISAH NYATA
Cerita dimulai dari anak laki" yang bernama HERU SISWANTO ia lahir pada tanggal 26 Desember 1999
hari dimana ibu melahirkan dia adalah awal penderitaan yang akan dirasakan oleh anak ini,
bagaima tidak? diumur yang masih 2 tahun dia harus berpisah dengan ayahnya. karna kasus perceraian yang disebabkan orang ke 3 di kehidupannya.
setelah kejadian itu ia memilih tinggal bersama ibunya dan melupakan segala hal tentang ayah keparat yang telah mencampakkan dia dan ibunya.
entah kenapa takdir kelam terus menumpuk menghancurkan masa kecilnya.
setelah selang 5 tahun terus terusan menjalani kehidupan pahit ditinggalkan oleh sang ayah kini, giliran ibu yang merawatnya dari kecil mulai menunjukkan rasa lelah dalam hidupnya.
penyakit, usia yang makin menua, ekonomi yang semakin parah ditambah dengan ocehan ocehan mental dari tetangga di segala penjuru arah dari rumah.
pada saat bekerja ibu HERU mengalami suatu hal yang tidak diinginkan ( luka pada jari jempol ). karna penyakit diabetes yang dideritanya beliau diwajibkan melakukan operasi ( amputasi ). agar tidak menjalar semakin parah,
dan dengan terpaksa HERU SISWANTO yang mendapatkan beasiswa karna kepintarannya harus menarik ulang cita" nya untuk terus belajar sampai kejenjang sekolah yang lebih tinggi ( S1, dll )
di saat teman temannya bermain.tertawa. dan belajar. HERU terpaksa menghabiskan sisa masa kecilnya untuk banting tulang bekerja siang dan malam sampai kulit telapak tangannya mengelupas karna pekerjaan yang dijalaninya. (kuli bangunan)
baru beberapa tahun setelah dia HERU SISWANTO mati matian bekerja dan mengangkat ekonomi keluarga. (sembari merawat ibunya yang sakit sakitan). ia dengan terpaksa merelakan dan melepas kepergian sosok yang selalu membuat dia bersemangat meneteskan keringat kerja keras. (IBU) ya.. beliau meninggalkannya... beliau pergi dan tidak akan kembali !
apa perasaan yg dirasakannya (HERU) pada saat itu ? { SELURUH SYARAF OTAK YANG BERHENTI BEKERJA,. HATI YANG HANCUR LEBUR SAMPAI KE UKURAN YANG JAUH LEBIH KECIL DARI SEBUTIR DEBU,. PERASAAN UNTUK BERTAHAN HIDUP TELAH MUSNAH)
Terombang ambing oleh kehidupan.
tercabik cabik oleh kerasnya takdir.
setiap detik didunia adalah kehampaan.
otak yang terus berfikir untuk berhenti bernafas.
air mata yang mengalir seakan akan tidak memiliki batas,
setiap rasa menjadi hambar. dunia yang semakin lama semakin kehilangan warnanya.
kaki terus melangkah dengan otak dan hati yang kosong.
dia terus bertanya kesana kemari dan berbicara kepada Tuhannya, [ KAPAN SEMUA INI BERAKIR ]
waktu yang dihabiskanNya setiap detik hanyalah untuk menungggu waktu "AJALNYA TIBA !!!"