Aku selalu penasaran seperti apa serunya hidup di dunia bawah, maka pada suatu hari aku memohon pada ayah dan ibu untuk boleh turun ke bumi 1 hari saja, 1 hari di khayangan sama dengan 25 tahun di bumi.
Creeesh.
Aku menahan perih saat logam panas berbentuk bunga suci menempel di bahu kananku. Kata ayah, tato bunga suci itu adalah simbol identitasku sebagai dewi khayangan, jika sudah waktunya tato itu berfungsi mengantarku kembali ke dunia asalku.
Flash.
Sekilat cahaya masuk ke tubuhku dan aku pun berpindah dimensi.
"Freya, bangunlah, nak ... kamu tidak rindu dengan mama dan papa?" Gumam seorang wanita cantik disela isak tangisnya. Sekilas aku melihat tubuh baru-ku terbaring lemah di hospital bed, dengan sejumlah alat penunjang hidup, rupanya 'aku' sedang koma dan sudah dinyatakan mati secara medis, namun wanita yang sedang menggenggam jemariku itu menolak rencana dokter yang ingin mencabut alat – alat itu di tubuhku. Menurut dokter, tindakan itu bertujuan mengakhiri penderitaanku dan menyelamatkanku dari kondisi hidup yang tidak lagi berkualitas.
Tidak lagi berkualitas? Hm kita lihat saja nanti.
Aku lalu berkonsentrasi membayangkan sesuatu yang kuinginkan terjadi.
Perlahan kubuka mataku dan menggerakkan jemari yang sedang digenggam wanita itu.
"Mama," ujarku pelan.
"Freya, kamu bangun, sayang?" Mamaku terpekik lalu mengecup keningku.
"Dokter, Freya sadar ... Freya sadar, baru saja ia memanggilku," kata mama sambil menghampiri dokter yang sedang berjaga.
Tim dokter dan perawat menghampiriku dan melakukan pemeriksaan.
"Amazing, ini sungguh diluar nalar," kata dokter itu kagum melihat kemajuanku.
"Dokter Freya, apa yang anda rasakan?" Tanya salah seorang perawat.
"Haus, aku mau minum," sahutku lemah. Perawat itu tersenyum. Hanya 2 hari setelah bangun dari koma selama 1 tahun, aku yang saat itu sebagai Freya diperbolehkan pulang dan setelah beristirahat selama 3 hari di rumah keluarga baruku aku kembali ke rumah sakit itu tidak sebagai pasien lagi, melainkan sebagai Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.
Banyak rekan bahkan pasien yang memujiku setelah koma, katanya aku semakin cantik dan bersinar.
Papaku menyarankan aku banyak belajar mengingat aku telah tertidur selama 1 tahun, pasti aku banyak lupa akan banyak hal termasuk ilmu kedokteran yang menjadi modal utamaku menyembuhkan pasien.
Masuk akal sih apa yang dibilang papaku ith, namun aku tidak butuh itu semua karena aku punya metode penyembuhan sendiri.
"Hai, Keluhannya apa ya?" Kalimat itu yang selalu kutanyakan pada pasienku sebagai formalitas, sebab saat kami bertatapan sejenak sebenarnya aku langsung memindai dan bisa menemukan apa yang menjadi sumber penderitaan mereka tanpa alat pemeriksaan apa pun. Demikian juga dengan obat yang kuresepkan itu hanyalah 'perantara' saja, sebab sesaat sebelum pasienku meninggalkan ruanganku, perlahan aku meniupkan nafas dari mulutku ke arah mereka, itu adalah penyembuh yang sesungguhnya.
Bisa kalian tebak, dalam waktu singkat pasienku membludak tapi tidak ada pasien yang datang dua kali dengan keluhan yang sama padaku.
"Dokter Freya, saya mau perawatan biar tambah cantik seperti dokter, dong?" Pinta pasienku.
Aku tersenyum menanggapi, rupanya pasienku ini sama seperti pasien lainnya yang setelah sembuh dari penyakit sebelumnya terus untuk kedua kalinya mereka akan datang untuk urusan kecantikan, mereka ingin punya kulit sehat, bersih dan bersinar sepertiku.
"Boleh dong ibu, tapi saya tidak melayani praktek yang gimana-gimana lho, bu. Cuma pakai 2 produk berupa sabun dan krim. Sabunnya bisa untuk wajah dan seluruh badan begitu juga dengan krimnya, tinggal ini ibu oles setiap pagi sebelum beraktivitas dan malam hari sebelum tidur. Aplikasikan secara merata sambil dipijat ringan ya ibu. Khusus untuk badan, ibu bisa tambahkan sedikit minyak zaitun, boleh merk apa saja untuk menambah kelembaban kulit ibu, ya," sahutku tanpa membocorkan kandungan utama kedua produk itu adalah kelopak bunga suci khayangan yang sudah diekstrak sedemikian rupa.
Nah teman-teman, walaupun secara fisik aku adalah manusia biasa, namun dibalik profesiku sebagai Dokter Kulit aku punya identitas tersembunyi yang hebat yaitu Dewi Khayangan.
Aku senang 'terlahir' sebagai seorang dokter, makanya aku melayani pasienku dengan senang hati, karena selain penasaran seperti apa rasanya jadi manusia bumi, misi utamaku turun ke dunia adalah membuat manusia bahagia dan panjang umur.