Termenung kala senja datang mengingat luka lama yang telah kering, namun meninggalkan bekas yang sangat besar. Mengikis semua kenangan kita.
Kata "Kita" nyatanya hanya kiasan semata, semua semu dan tak berbentuk lagi seperti kaca yang pecah karena kesengajaan.
Kesengajaan yang membuat semua berubah tidak ada lagi kata "Kita" yang ada hanya aku dan kamu. Kamu yang memberi luka ini dan meninggalkannya seolah kamu tak melakukan apapun.
Aku dan kamu hanyalah dua orang asing yang dipertemukan secara tidak sengaja atau bisa dibilang takdir Tuhan. Agaknya aku menyesali pertemuan itu, andai waktu bisa diputar kembali, aku akan lebih memilih untuk tetap menjadi orang asing di kehidupanmu.
Namun, semua tidak bisa dirubah karena hanya sia-sia saja. Melangkah ke depan adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan. Tapi tidak semudah itu bukan, mudah diucapkan namun sulit dilakukan.
"Life must go on" begitulah kata orang yang berusaha terlihat kuat. Biarlah semua berjalan semestinya dan seadanya, aku tidak ingin mengurangi atau menambahkan.