Februari....
Kan kusambut malammu detik ini.
Di awali senja yang semakin pucat pasi.
Dengan angan tak pasti beri asa sedikit dalam hati.
Februari....
Mungkinkah malam ini akan sedikit berarti.
Kan ku terawang wajah indahmu.
Yang semakin jauh hilang di awang awang.
Februari....
Debar hati semakin membaur rasa.
Iringi senja yang semakin menghitam.
Kelam....mencekam relung hati yang kesepian.
Februari....
Malam menjelma menikam hati.
Malam semakin mengharu biru.
Karena tanpamu dan tiadamu.
Februari....
Malammu memasung sukmaku.
Merajah setiap rasa, membalut rindu akan dirimu.
Aku tergulung arus gelombang cinta jarak jauh...
By: zie arshyla olivvia
Rasanya ingin kumenangis, bila teringat itu semua.
Ternyata jalan hidupku tak semulus jalan tol.
Sesak size sepatuku, lebih sesak lagi rasa ronga dadaku.
Kau buat aku melambung tinggi jauh ke awang awang.
Lalu aku kau hempaskan, tau kan rasanya(sakit dong? pastinya)
Aku seperti layang layang yang indah melenggang ke angkasa.
Ketika membubung tinggi, tiba tiba tali engkau putus begitu saja.
Tau dong nasib si layang layang itu?
Layang layang terbang tiada kendali, mengikuti arah angin yang membawanya pergi. Entah ia akan jatuh di mana.
Untung jatuh di pangkuan mama, jadi aman deh.
Yahh...itulah kenangan valentine pertama dan yang terakhir ku.
Ku ucapkan terima kasih padamu.
Karena kamu aku jadi tau betapa pentingnya rasa terima kasih, rasa kasih sayang dan ketulusan.
Bila ada kesamaan dalam cerita.
Saya mohon maaf🙏🙏🙏
Kejadian hanya imajinasi belaka.
Ikuti kisah selanjut nya.