Cuaca yang tiba-tiba memburuk membuat pesawat kehilangan kendali, petir yang menyambar di beberapa sisi akhirnya berhasil membuat pesawat itu jatuh. Sang pilot tidak sempat memperingatkan para penumpang lebih jauh, karena detik setelahnya burung besi itu hancur karena menabrak permukaan laut dengan begitu keras.
Ya, setidaknya itulah yang diingat olehku sebelum mendapati bahwa aku terdampar di sebuah pulau antah berantah ini. Beberapa puing pesawat terlihat ikut terdampar di pulau dengan beberapa barang yang wujudnya telah rusak. Sekarang aku hanya bisa berharap berita hilangnya pesawat yang kutumpangi segera ditindaklanjuti agar ada yang bisa menyelamatkanku dari pulau ini.
Karena tidak ingin menunggu dalam diam, aku mulai beranjak dari tempatku, pepohonan kelapa menjadi tujuanku. Aku akan berteduh sebentar dari sengatan sinar matahari yang terasa membakar kulit itu. Setelah beberapa saat aku memutuskan untuk masuk ke dalam hutan, berdoa saja ada pohon buah yang bisa dijadikan pengisi perut.
Aku terus berjalan sambil mengedarkan pandangan, hingga aku menemukan pohon mangga yang tampak sudah berbuah. Senyuman lebar seketika terbit di wajahku, bersyukur mendapatkan makanan, sangat. Kemudian aku memetik beberapa buah untuk kembali aku bawa ke pantai. Ya, menunggu di pantai lebih baik karena tim penyelamat bisa datang kapan pun.
Begitu kembali, aku mendapati sebuah kursi penumpang yang terdampar di tepi pantai. Aku tidak melihatnya tadi. Karena didorong rasa penasaran, aku menghampiri kursi penumpang itu.
Aku dibuat terkejut kala mendapati seorang lainnya yang selamat. Seorang wanita berkulit putih pucat, surai hitamnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya. Segera aku lepaskan wanita itu dari kursi penumpang tersebut, kemudian aku membawanya untuk berteduh di bawah pohon kelapa tempatku menyimpan buah-buah mangga yang tadi kupetik.
Sambil menunggu wanita itu sadar, aku memperhatikan wajahnya yang tampak familiar. Ah, aku tahu! Wanita itu adalah seorang selebriti yang sedang naik daun. Dia banyak membintangi judul film belakangan ini. Aku tahu karena pernah menonton salah satu film yang dibintanginya bersama kekasihku.
Kekasihku ... aku jadi teringat padanya. Kami sedang bertengkar sebelumnya hingga dia memilih untuk melarikan diri ke Kanada, aku berencana untuk menyusulnya dan memperbaiki hubungan kami, tetapi malah mengalami kecelakaan dan terdampar di pulau ini.
"Eunghh ...."
Aku segera menoleh ketika mendengar suara, wanita itu tampak mulai membuka kelopak matanya yang berhiaskan bulu mata yang lentik.
"Apakah Anda baik-baik saja? Mungkin ada yang terasa sakit?" Aku bertanya dengan niat baik, hanya ingin membantu sesama. Apalagi tampaknya hanya kami berdua yang selamat dari kecelakaan pesawat itu.
"A-aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing." Tangannya terangkat untuk memijat pelipisnya dengan pelan. "Ada di mana kita?"
"Kita terdampar di sebuah pulau asing setelah kecelakaan pesawat, dan tampaknya hanya kita yang selamat."
Wajahnya seketika berubah murung. Terlihat sedih begitu mendengar penjelasanku.
Namun, daripada berlarut dalam kesedihan, aku menyodorkan buah mangga yang tadi kupetik. "Makanlah! Kita akan berada di sini sampai tim penyelamat datang."
"Terima kasih."
***
"Aku menyukaimu!"
Aku mendengar seruan dari arah belakang. Wanita itu, yang memperkenalkan diri dengan nama Yena, terlihat memandangku dengan wajah memerah. Dia berada di tepi pantai, tetapi aku masih bisa melihatnya dengan jelas.
"Maaf, tidak bisa. Saya sudah memiliki kekasih asal Anda tahu," balasku dengan tegas, tidak ingin memberikan harapan lebih.
Aku tidak tahu apa yang membuat perasaan semacam itu muncul pada si wanita selebriti itu. Kami memang terjebak di pulau ini sudah hampir sebulan, tetapi tidak ada hal berarti yang bisa menjadi pemicu munculnya perasaan itu.
"Aku tetap menyukaimu."
"Yaa, itu adalah hak Anda sebenarnya." Kini aku memandang lurus pada wanita itu. "Tetapi saya menyarankan agar Anda melupakan perasaan itu, karena saya tidak akan membalas perasaan Anda." Setelahnya aku kembali melanjutkan kegiatan menangkap ikan untuk makanan kami.
Aku mendengar langkahnya yang mendekatiku, semakin masuk ke dalam air untuk menghampiriku. Hingga tiba-tiba aku masuk ke dalam pelukannya.
"Aku akan melakukan apa pun agar kau menyukaiku." Dia berucap seraya mengeratkan pelukannya. Kemudian aku merasakan tangannya yang bergerak liar di atas dadaku yang telanjang, lama, lalu turun ke perut.
"Anda melakukan hal yang salah, Nona."