Hah pindah sekolah untuk yang kedua kalinya,,,,,aku benci ayah juga ibuku yang seenaknya memindahkan anaknya. mereka selalu saja melarang ku ini itu dan aku juga harus menuruti apa yang mereka katakan seperti pindah sekolah ini pindah sekolah sudah sering terjadi pada ku dari aku duduk dibangku SD karena ayah juga ibu ku sangat protektif kepadaku jika ada masalah sedikit disekolah ku,maka aku akan langsung dipindahkan.
Seperti keadaan ku saat ini dipindahkan gara gara hal sepele, a sebentar tadi aku bilang pindah kedua kalinya kan kepindahan ku
pertama:alasannya karena ada geng cowok yang selalu menggangguku dan kedua orang tua ku mengetahui itu lalu aku dipindahkan.
Yang kedua: itu gara gara aku ketahuan membolos bersama teman teman ku. Aku anaknya sedikit nakal karena pergaulan. Karena tidak mau aku terjun kepergaulan yang tidak baik orang tua ku akhirnya memisahkan ku dengan teman teman ku disekolahan lama,dengan memindahkan ku lagi disekolah baru padahal aku baru saja mendapatkan teman akrab dan sekarng aku harus mencari teman baru lagi disekolah baru ini hah sangat menjengkelkan.
Disekolah baru ku ini saat aku berjalan jalan dijam istirahat tiba tiba saja keadaan koridor 1 ini menjadi riuh saat melihat tiga cowok tampan yang berjalan dengan coolnya mungkin mereka primadona sekolah ini dan aku mengetahui ini karena disekolah ku yang sebelum-sebelumnya ada yang seperti ini para fansnya akan menjerit-jerit saat melihat idola mereka lewat, bagi ku itu biasa saja.
Aku mengigit roti yang ku pegang dengan gigitan besar sambil memandangi orang orang yang sedang bermain basket dilapangan.
"Hai" Tiba tiba dibelakang ku ada suara aku pun membalikkan tubuhku,aku terpejelarat kaget melihat tiga cowok yang berjalan tadi berada didepan ku dan salah satu dari mereka yang berperawakan paling tampan diantara kedua temannya itu tersenyum padaku.
"Dhan,kok berhenti si kita kan mau kekantin" ucap teman yang disebelah kanannya itu
"Iya ayuk ah cepetan,liat tuh anak anak yang lain ngeliatin kita udah kaya apa aja,seperti cacing kepanasan" ucap teman yang disebelah kirinya
"Mereka kepanasan karena melihat kita yang tampan ini,tapi aku kepanasan melihat cewek cantik yang ada dihadapan ku ini" ucapnya dengan narsis berkata sambil menatap diriku hah pipiku tiba tiba menjadi panas mendengarnya,tapi aku berusaha bersikap biasa saja
Kedua temannya yang mendengar itu pun bingung dengan jawaban itu sama juga seperti degan diriku.
"Kenalin aku Dhan" ucapnya dengan suara cool sambil mengulurkan tangannya kepadaku
"Yuki" jawab ku tanpa menerima uluran tangan Dhan
"Hahahaha" kedua teman Dhan tertawa pelan dengan penolakan yang ku berikan.aku bingung melihat mereka kenapa harus tertawa aku tidak menerima uluran tangannya karena malas.
"Dhan uluran tangan kamu ditolak hahaha" ucap temannya terbahak-bahak
"Inikali pertama uluran tangan seorang Dhan ditolak hahaha" kata temannya yang satu lagi
Dhan menurunkan tangannya dan bersikap biasa saja
"Diam" ucap Dhan bicara kepada dua temannya tapi tidak digubis oleh kedua temannya itu
Aku kembali mengigit roti ku dengan ukuran besar lagi sampai mulut ku penuh dan pipi ku mengembung
"Kamu anak baru ya" tanya si Dhan lagi dan ku jawab dengan anggukan kepala karena mulut ku masih penuh jadi tidak memungkinkan aku berbicara
"Kamu mau gak jadi pacar aku"
Uhukk aku langsung terbatuk saat mendengar kata itu apa tadi dia menembak ku ini gila sangat sangat gila,dan aku tidak sadar saat aku batuk tepat didepan Dhan roti yang ada di mulutku mengenai mukanya saat aku batuk.
Hahahaha kembali kedua temannya tertawa menertawakan Dhan karena mukanya yang terkena remahan roti yang ku makan,aku pun juga ikut tertawa karena ekspresi muka Dhan sangat lucu ia tidak kelihatan marah sama sekali dengan ulahku.
"Hemm tidak apa apa" ucap Dhan segan berusaha tidak marah dan menyingkirkan roti dimukanya dengan tangannya sendiri
"Bagaimana Yuki apa jawaban mu?"
Oh tidak aku harus jawab apa? Aku mematung,suara ku seakan akan menghilang. primadona sekolah ini menembak ku?
~TAMAT~