Malam ini cuacanya cerah sekali. Bulan purnama yang indah diatas sana juga dihiasi dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip.
Dibalut dengan kemeja berbahan tipis dan rok sebatas diatas lutut, dia memakai seragam musim panas yang berbahan tipis. Rambut pendek sebahu yang bergoyang karena tiupan kejahilan angin malam yang dingin. Dia berdiri diatap gedung apartemen berlantai 10.
Moon Ravel, nama gadis yang berdiri di pinggiran pembatas. Pembatasnya hanya setinggi satu meter, tidak ada pagar untuk menghalanginya.
Moon berdiri tanpa rasa takut. Tatapan matanya terlihat kosong menatap gemerlap Ibukota pada malam hari. Dibawah sinar bulan yang redup, Moon perlahan-lahan menutup matanya. Manik biru itu telah terbungkus oleh kelopak katanya.
"Maaf, Ayah, Ibu... Moon bukan anak yang baik, Moon tidak bisa membanggakan kalian seperti kakak... Moon tidak mau belajar, Moon hanya mau menjalani kehidupan biasa... Moon sudah lelah belajar piano, Moon tidak ada bakat dalam dunia musik."
Moon mulai membuka matanya perlahan. Ia sudah menaruh surat terakhirnya di tas sekolahnya yang sekarang diletakkan tak jauh darinya.
Air mata gadis itu mulai meleleh, manik biru kelam berkilauan seindah langit malam yang dihiasi bintang-bintang berkaca-kaca. Tidak ada niatan untuk menghapus air yang telah membasahi pipinya.
"Moon tidak membenci ayah dan ibu, Moon jika tidak membenci kakak. Moon sangat menyayangi kalian... Maaf jika sampai akhir pun Moon selalu menyusahkan. Maaf, uang kalian harus berkurang karena mengurus upacara kematian Moon."
Air mata itu semakin deras menetes, jari-jemari Moon mulai meremas ujung rok yang dipakainya.
"Apa ibu pernah bertanya apa yang Moon sukai? Apa ayah pernah menanyakan apa yang Moon inginkan? Apa kakak pernah peduli kepada Moon yang selalu dipukul jika salah memainkan lagu? Apa salah Moon?"
Moon tersenyum pahit. Terlahir di keluarga musisi tak selalu enak. Kedua orang tuanya adalah pianist ternama, kakaknya juga dikenal sebagai si jenius musik, lalu Moon, hanya seorang gadis biasa yang tidak ada bakat dan minat terhadap dunia musik. Moon suka melukis.
Moon selalu dipaksa oleh orang tuanya agar bisa bermain piano. Tidak... Moon tidak suka dengan piano... Moon suka bermain dengan warna-warni cat dan kanvas.
Tekanan dari kedua orang tuanya membuat Moon tersiksa. Moon sudah lelah sekarang.
"Selama tinggal..."