Gelap namun bersuara. Tidak melihat namun mendengar. Berjalan dalam jalan samar. Remang tanpa penerangan. Setitik cahaya pun sulit untuk dijangkau. Merangkak dan terus merangkak. Hingga lupa bagaimana caranya untuk berdiri bahkan hanya untuk sekadar melangkah pelan. Lantas ... bagaimana akan berlari?
Mustahil. Bahkan lengkungan bibir sinis menjadi penghantar. Lelah menjadi kebiasaan baru dan buliran bening dari sumber air menjadi sandaran.
Rintik hujan sangatlah menenangkan. Semua kesah tertelan begitu saja. Aahhh ... kuingin menari bersamamu, membiarkan luka yang menganga ini tersiram bersih bersama dengan air yang mengalir. Asmara, permata, sahabat, dan kerabat berkolaborasi. Ingin tertawa tapi ... ahahaha
Ah sudahlah. Matahari terlalu cerah untuk malam dengan hujan. Dasar pun akan tetap terlihat ke permukaan jika air danau itu lebih jernih. Sedalam apapun akan terlihat begitu dangkal. Padahal, menyelam saja belum. Hanya menatap pemandangan indah dari permukaan tanpa tahu di jika ternyata di dalam sana ada predator liar yang tengah bersembunyi di balik karang.
.
.
.
Selasa, 10 Mei 2022
🥀