Hari ini, Seperti hari biasanya. Aku mengawali hari dengan bersekolah disalah satu Sekolah Negeri Favorit dikota. Tahun ini,aku sudah duduk dibangku kelas 2. Masa dimana anak sekolah menengah pertama bisa sedikit bersantai. Setelah menjalani masa sebagai junior dan bersiap untuk menghadapi masa-masa sulit dalam sekolah. "UJIAN"
~•••••~
Mentari masih malu-malu menampakkan diri. Tapi Sinarnya sudah bisa menyinari bumi. Aku berjalan menelusuri jalan-jalan dan lorong sekolah. Jujur badanku rasanya masih sedikit kaku dan ada beberapa bagian yang masih nyeri. Tapi, satu pertanyaan dalam benak ini mengganguku. Membuatku mau tak mau harus melakukannya. Pertanyaan yang sejak minggu lalu selalu berputar dikepalaku. "APA YANG TERJADI".
Aku terus berjalan,hingga membawa tubuhku naik kelantai 2 salah satu gedung sekolah. Dilantai 2 terdapat 2 ruang kelas. Kelas 7X dan 7Y. Serta ada Lab Bahasa disampingnya. Ku lihat masing-masing ruang kelas. Dalam benakku berkata "𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘢𝘨𝘪 𝘪𝘯𝘪."
Diantara mereka ada yang hanya duduk, bersendagura dengan temen, membaca buku dan ada juga yang..... Mengerjakan Tugas Rumah.
Hah~(𝘯𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘦𝘭𝘢 𝘯𝘢𝘧𝘢𝘴) Hal itu sudah lumrah bukan.
Netraku terus mengedar,mencari seseorang yang belakangan ini menganggu pikiranku. Hingga antesiku teralih pada seorang gadis berkulit putih pucat yang lebih pendek beberapa centi dariku.Berbalut hijab warna biru dongker dengan seragam batik sekolah yang sama denganku. Perlahan aku mendekat dan ku sapa.
"Halo dek, Kamu Marsya kan"
Iya Namanya Marsyanda, atau lebih akrab dipanggil Marsya. Siswa kelas 7 yang menarik perhatianku saat pertemuan pertama kami. Begitu banyak tanda tanya yang menghampiri pikiranku tentangnya. Dan kali ini aku ingin menghapus tanda tanya itu. Menggantikannya dengan jawaban yang memuaskan rasa penasaranku.
"Ehh"
Celetuk Marsya setengah tersentak, sepertinya dia melamun tadi.
"Kamu baik-baik aja dek." Ucapku khawatir.
"Ahh, Gapapa kak aku baik-baik saja." Ucap Marsya didahului dengan gelengan kepala menyadarkan diri. Beneran melamun ternyata.
Marsya menatapku lekat. Sesekali matanya menyipit, mencoba mengenaliku.
"Kak Aji ya??"
Aku tersenyum lalu mengangguk
"Iya"
"Ada apa kak" Ucapnya to the point.
"Ohh gapapa, cuma ada sesuatu yang mau kakak tanyain ke kamu. Boleh? "
"Emm,Iya kak, Kalo boleh tahu mau tanya apa ya"
Ucap Marsya sambil mengangguk kecil. Didahului dengan kata maaf, Aku mulai bertanya pada Marsya. Tentang kejadian ia alami saat PERSAMI minggu lalu. Ya minggu lalu pihak sekolah mengadakan kegiatan Perkemahan Sabtu Mingguatau biasa disebut PERSAMI. Yang juga menjadi bagian dari kegiatan MPLS bagi murid baru Sekolah Menengah.
"Dek,Maaf sebelumnya. Tapi boleh gak kamu ceritain tentang yang di Persami kemarin. Apa yang sebenarnya kamu lihat waktu itu dan gimana kronologinya."
Sejenak Marsya terdiam.Aku paham mungkin dia terlalu takut untuk bercerita kepada orang lain. Karena kebanyakan orang yang seperti Marsya ini. Seringkali mendapatkan image yang buruk dan tak jarang dipandang sebagai orang aneh. Mengetahui itu aku meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja. Dan Marsya pun mulai bercerita.
"Waktu itu aku habis dari kamar mandi sama temenku kak. Tapi temanku selesai lebih cepet. Dia jalan duluan,disusul aku di belakangnya."
Aku mendengarkan dengan saksama.
"Pas aku ngelewati tangga samping perpustakaan,aku ngelihat ada sosok gede item, matanya merah,punya taring panjang kak. "
Dalam benakku berkata "𝘎𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘶𝘸𝘰??"
"Habis itu badanku lemes dan berakhir di ruang kesehatan."
Entah ini aku yang terlalu lebay atau emang kenyataan seperti itu. Tapi ku lihat mata Marsya berkaca-kaca.
"Itu kamu ngelihat jelas dek" Aku bertanya untuk memastikan
"Iya kak, itu jelas banget. Makhluk itu melototin aku terus ngeluarin suara geraman"
"Habis itu kamu pingsan"
"Iya kak,tiba-tiba aja badanku lemes dan pingsan ditempat." terangnya menjelaskan.
"Kamu punya something ya dek." Tanyaku ingin memastikan sesuatu.
"Eng-enggak kak, Cuman aku kadang bisa melihat makhluk kek gitu."
Aku sedikit curiga dengan gelagat Marsya yang aneh. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya dan hanya bisa berpikir positif saja.
"Selain makhluk hitam itu apa yang sering kamu lihat."
Marsya menjelaskan padaku bahwa ia sering melihat penampakan sesosok laki-laki berpakaian putih. Tidak terlalu aneh pada awalnya. Tapi ia menambahkan bahwa dimata sosok itu adalah lingkaran hitam yang mengelilingi sekitar matanya,Wajah sosok itu juga pucat. Ia menjelaskan bahwa sosok ini sering duduk termenung disalah satu bangku gedung yang berhadapan langsung dengan tempat kami berdiri. Dan jika dari lantai 2 bangku itu sangat terlihat jelas hingga tak heran jika Marsya sering melihat sosok ini. Bahkan Marsya bercerita bahwa suatu waktu ia tak sengaja berkontak mata dengan Sosok tersebut. Mata gelap itu melotot tajam kearahnya.Marsya juga menambahkan jika sosok ini sering berpindah-pindah kadang dibangku gedung tersebut, dibangku kantin atau di atas genteng kantin.Selain itu Marsya juga bercerita kalau dia sering melihat adanya sosok wanita dikamar mandi dekat kelasnya. Dan aku lebih terkejut saat ia menceritakan ada penampakan kepala tanpa badan disalah satu jendela Ruang Kesehatan. Sesaat setelah ia sadar dari pingsan karena melihat sosok genderuwo, ditangga samping perpustakaan.Yang mana petugas waktu itu tak ada yang menyadari kehadiran sosok tersebut hanya Marsya yang melihatnya. Bahkan petugas yang berdiri disamping jendela tempat sosok itu berada juga tak menyadari kehadiran nya.
Note* Cerita ini aku ambil dari Pengalaman pribadi dan mungkin ada beberapa bagian ada yang aku robak soalnya itu cerita waktu zaman SMP dah lama banget. Tapi intinya sama aja kok*😁😁😁
Selamat Membaca Dan Semoga kalian suka👻👻👻