'Kita boleh saja bermimpi sesuka hati ... tapi jangan karena mimpi itu belum tercapailantas kamu putus asa,' demikian salah satu quotes yang ada di novel 'Sepatu Dahlan' karya Khrisna Pabichara.
Buku ini berkisahkan bagaimana masa kecil seorang Dahlan Iskan yang pernah menjabat sebagai mentri BUMN yang ternyata punya impian sederhana yang tidak berani ia katakan pada orangtuanya, yaitu memiliki sepatu.
Bagi sebagian orang, memiliki sepatu berbagai merk, jenis dan fungsi tidaklah sulit tapi bagi Dahlan Iskan sewaktu kecil, sudah mendapatkannya karena keterbatasan ekonomi.
Dikisahkan pula bagaimana Dahlan dan adiknya harus melilitkan sarung di perutnya untuk menahan perih akibat kelaparan. Namun walaupun hidup sangat sederhana, orang tua Dahlan sangat mengutamakan pendidikan bagi anak-anaknya sehingga Dahlan yang tidak punya sepatu harus berjalan kaki puluhan kilo meter tanpa sepatu demi bisa ke sekolah. Poin yang selalu aku ingat dari buku ini adalah, walaupun hidup miskin jangan sampai minta dikasihani tapi harus giat bekerja dan berusaha.
Kisah dari novel ini kemudian sangat mempengaruhi hidupku dan memberiku motivasi untuk lebih banyak bersyukur, mengurangi keluhan dan semakin giat berusaha.