laptop ku inpirasiku
Siang ini cuaca begitu terik, sepulang dari membantu tetangga yang akan syukuran, Aryani merebahkan tubuhnya diatas kasur, sejenak melepaskan lelah.
Setelah terasa nyaman, ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan melaksanakan shalat Zuhur.
Setelah shalat, ia kembali membaringkan tubuhnya yang masih terasa pegal, hingga tak terasa ia pun tertidur lelap.
°°°°°°°°°
Tok...
Tok..
Tok..
" Yan.. Bangun, sudah sore.. "
Ibu mengetuk pintu kamar Yani dan membangunkan Yani dari tidurnya.
" Iya, bu.. " jawab Yani sambil bangkit dari tidurnya saat mendengar ibu mengetuk pintu kamarnya.
Saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 4.30, Yani segera ke kamar mandi untuk mandi dan segera melaksanakan shalat ashar.
Setelah menyelesaikan kewajibannya, Yani keluar dari kamar dan menghampiri ibu yang sedang sibuk didapur menyiapkan hidangan untuk makan malam.
" Gimana bu, sudah selesai bantu-bantu dirumah bude Tina? Tadi Yani pulang duluan karena mau shalat zuhur. " tanya Yani pada ibu.
" Alhamdulillah semua sudah beres, tinggal menyiapkan untuk acara syukuran nanti malam. Nanti habis magrib ibu sama bapak kesana lagi, sekalian ikut acara syukuran.
Apa kamu nanti kesana lagi, Yan? " jawab dan tanya ibu pada Yani.
" Yani dirumah aja bu, biar nunggu rumah sambil menemani Arya, tadi Arya minta bantu mengerjakan PR. " Jawab Yani.
" Ya sudah kalau begitu! " kata ibu lagi. Yani dan ibu sedang berkutat di dapur, menyiapkan untuk makan malam.
Setelah makan malam, bapak dan ibu akan kerumah bude Tina, sedang Yani menemani dan membantu Arya, adiknya yang duduk dibangku kelas satu SMA.
..... °°°.....
Malam ini, setelah membantu Arya mengerjakan PR, Yani masuk ke dalam kamarnya.
Ia duduk didepan meja yang dulu menjadi meja belajarnya.
Sudah satu tahun Yani tamat dari SMK, ia sudah memasukkan lamaran pekerjaan ke beberapa hotel yang ada di kotanya, tapi belum ada jawaban.
Karena keadaan yang lagi pandemi, jadi sulit mencari pekerjaan, yang ada malah banyak pekerja yang diberhentikan.
Yani mencoba membuka sosial media di handphone miliknya.
Ia melihat di beranda ada lomba untuk menulis novel disebuah link novel online.
Yani tertarik untuk mengikuti lomba tersebut, hadiahnya lumayan dan jika jadi pemenang, novel karya nya bisa dikontrak oleh novel online tersebut.
Kebetulan Yani suka membaca novel, banyak koleksi novel dikamarnya.
Ia juga suka menulis, dulu saat masih sekolah ia sering mengirim cerpen ke sebuah tabloid, dan karya nya sering dimuat di tabloid tersebut.
Berbekal pengalaman sering membuat cerpen, akhirnya Yani memberanikan diri untuk mengikuti lomba menulis novel tersebut.
Berbekal laptop lama yang ada dikamar nya, Yani mulai mencari inspirasi cerita apa yang akan ia tuangkan dalam novel tersebut.
Karena syarat lomba tersebut berisi kisah horor dan mistis, maka Yani ingin membuat cerita kisah nyata tentang kakak lelakinya yang sering kerasukan.
Dengan membaca bismillah, Yani mulai menulis novel sesuai dengan syarat yang diajukan oleh pihak novel online.
Karena novel yang Yani buat menceritakan tentang kehidupan kakaknya dan keluarganya, maka tak sulit bagi Yani untuk memulai cerita.
Yani harus menyelesaikan 20.000-50.000 kata dalam novelnya.
Dengan penuh semangat, Yani mulai mengisahkan cerita horor yang dialami saudaranya.
" Bismillah.. Semoga ini jalan bagi ku untuk mencari pengalaman, dan semoga ini jalan bagi ku untuk menjadi seorang author. " doa Yani dalam hati.
Dengan semangat Yani mulai menulis, hingga larut malam ia menyelesaikan beberapa bab dalam novelnya.
Hampir menjelang tengah malam, Yani baru beristirahat karena sudah tak kuat menahan kantuk.
Ia harus segera menyelesaikan novelnya karena waktunya tak lama lagi.
Yani terlambat mendaftarkan diri untuk ikut lomba karena ia baru tahu dari sosial media nya.
Akhirnya, tanpa terasa dalam waktu satu minggu Yani telah menyelesaikan novel perdananya dan menyerahkan pada panitia lomba.
Yani tinggal menunggu pengumuman pemenang dari pihak penyelenggara.
*******
Tak terasa, satu bulan sudah Yani menyerahkan karyanya.
Ia masih menunggu kabar dari pihak novel online dan Yani berharap bisa jadi pemenang.
Untuk mengisi hari-harinya, Yani bergabung bersama olshop yang menjual barang melalui online.
Di olshop Yani terdapat bermacam barang dagangan, sesuai permintaan pembeli.
Prinsipnya Yani berjualan " Palu gada, apa yang kamu perlu, aku ada".
Ia menawarkan barang dagangannya kepada teman-teman nya yang ada di sosial media, juga pada saudara dan tatangga nya.
Dengan laptop yang dimiliki, memudahkan Yani untuk mencatat dan merekap barang dagangannya.
******
Saat tengah sibuk dengan catatan dan pesanan didepan laptop nya, tiba-tiba ponsel Yani berdering.
Kring..
Kring..
Terdengar nada sambung dari ponsel Yani, Yani fikir itu telpon dari salah satu costumer nya.
" Halo, Assalamu'alaikum.. " sapa Yani sesaat setelah memencet tombol hijau pada ponselnya.
" Halo, waalaikumsalam.. Apa benar ini dengan saudara Aryani? " tanya seseorang di seberang sana.
" Iya benar, dengan saya sendiri! "
" Selamat, karya anda menjadi pemenang kedua dalam lomba menulis novel yang anda ikuti di link novel online kami. "
Sejenak Yani tertegun mendengar berita tersebut, ia tak menyangka bila karya nya akan jadi pemenang.
Karena Yani hanya terdiam, orang diseberang sana pun kembali berbicara.
" Halo.. Apakah anda masih ada disana.??"
" Eh.. I.. Iya.. Maaf! " jawab Yani terbata.
" Silahkan anda lengkapi data anda pada link yang telah kami kirimkan di link saat anda mendaftar.
Kami telah mengirimkan pengumuman pemberitahuan melalui link anda, juga persyaratan yang harus dilengkapi. "
" Baik..! Terima kasih atas pemberitahuan nya, akan segera saya lengkapi semua persyaratannya. "
" Terima kasih, kami tunggu secepatnya.
Selamat siang.!
Setelah mengakhiri percakapan dengan orang dari pihak novel online, Yani segera sujud syukur.
Ia tak menyangka bila karya nya akan menjadi pemenang kedua dalam lomba tersebut.
******
Setelah menjadi pemenang dalam lomba dan karya nya dikontrak oleh pihak novel online, Yani jadi lebih bersemangat untuk terus menulis karya-karya baru.
Alhamdulillah.. dari hasil menulis, Yani bisa membantu orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga bisa membelikan kendaraan untuk adiknya ke sekolah.
Begitupun dengan usaha jualan online nya sudah menampakkan hasil yang memuaskan.
Yani sangat bersyukur, dengan modal laptop yang ia punya, ia bisa menghasilkan karya yang menjadi sumber penghasilannya, juga jualan online melalui media sosialnya.
Walaupun Yani mampu membeli laptop yang baru, tapi ia belum berniat mengganti laptop lamanya, karena dari laptop itulah awal karir Yani menjadi seorang penulis juga orang yang berhasil berjualan online.
" Laptop ku keren, penghasil inspirasi dan karya-karya menulis ku"