Aku Alfiyah Azizah seorang gadis yang bersahabat dengan kertas dan pena, mengharapkan sosok dalam cerita yang aku tulis menjadi nyata itu adalah harapanku.
Ahmad Rayhan Al Farizi dia adalah sosok yang ingin aku temui di dunia ini. Berkali-kali kupanjatkan doa dalam setiap sujudku. Suatu malam seorang lelaki hadir dalam mimpiku dengarkan keluh kesahku. Walau wajahnya terlihat samar, aku dapat melihat senyum manisnya. Jantungku terus berdegup.
"Kembalilah ... aku menunggumu," ucapnya setiap aku mengalami mimpi buruk.
Aku terbangun dari mimpi masih memikirkan sosok lelaki itu ... bak seorang pangeran yang selalu menjaga dan menyelamatkanku.
"Tuhan ... apakah dia jawaban dari doaku?" batinku sambil tersenyum senang.
"Alfi, cepat bangun hari ini hari pertama kamu berkerja," teriak kakakku Pras.
"Iya, Kak," jawabku.
Dengan mengenakan gamis berwarna moca kulangkahkan kaki menuju tempatku bekerja, jantungku berdegup kencang tak seperti biasanya.
"Permisi, Mas," ucapku sambil menunduk kepada seorang security di depan tempatku bekerja.
"Silahkan," sahutnya.
Entah apa yang terjadi suaranya terdengar seperti tak asing. Kuberanikan diri untuk melihat wajahnya, betapa terkejutnya aku melihat senyumnya seperti senyum sosok lelaki yang hadir dalam mimpiku
"Astaghfirullah," lirihku berlalu meninggalkannya.
2 Minggu aku bekerja di tempat yang sama, aku merasa bahwa dia selalu memperhatikan tingkah lakuku begitupun denganku.
Namun, sepatah kata pun tak berani aku katakan setelah sapaan pertama bertemu dengannya. Walau hanya sekedar untuk menanyakan namanya.
"Mana ini si pangeran kesiangan belum datang," omel temannya di depan outletku.
"Pangeran kesiangan? Apa itu dia?" batinku menerka-nerka.
Tak berselang lama ternyata benar dugaanku pangeran kesiangan adalah seorang lelaki yang 2 minggu ini memenuhi pikiranku.
"Mbak pesan chicken asam manis ya," ucapnya gugup sama halnya denganku yang merasa kaku.
"I—iya, Mas," sahutku.
Setelah itu selama 2 minggu berturut—turut setiap makan siang, ia selalu memesan chicken asam manis.
Pernah saat memberikan uang kembalian tak sengaja tangan kami bersentuhan. Terasa seperti ada sesuatu yang dingin menjalar dari ujung jariku.
"Astaghfirullah," pekikku dan dia bersamaan.
~~~
Merasa ada yang aneh pada hatiku. Kulakukan sholat istiqarah.
"Ya Allah jika dia yang terbaik untukku dekatkanlah, jika dia tidak baik untukku jauhkanlah, dan jika Engkau jauhkan kami lalu Kau dekatkan kami lagi dalam versi yang lebih baik hamba ikhlas," doaku.
~~~
Pagi harinya genap aku bekerja selama sebulan. Sesampainya di outlet jantungku seakan berhenti berdetak mendengar temannya si pangeran kesiangan berkata dengan teman lainnya, "Pangeran kesiangan udah keluar, dia mau melanjutkan ke sekolah kepolisian."
"Secepat ini Engkau memberi jawaban untuk hamba Ya Allah," lirihku dengan air mata yang senantiasa kubendung.
Ia telah pergi meninggalkan tempat ini untuk melanjutkan cita-citanya yaitu menjadi seorang polisi. Namun, maaf aku mundur karena sadar diri. Aku hanyalah gadis biasa yang bersahabat dengan kertas dan pena. Untukmu yang hingga kini aku tak tahu namanya ... semoga engkau bahagia dan kelak semoga kita berjumpa kembali walau dengan pasangan yang berbeda sekalipun.
Mungkin cocok untuk kita lagu Ricky.F ft. Tri Suaka — Ikhlasku bahagiamu bagian reffnya...hahaha...
Entah bagaimana kelanjutan ceritaku dan kamu saat ini aku tidak dapat berharap. Terima kasih telah menjadi inspirasiku untuk menulis cerita di kala imajiku tak muncul.
Untuk yang mau membaca kelanjutannya bisa lanjut di novel "Diary Senja" yang insya'allah akan datang.
Thanks🌸