malam itu aku sedang duduk dikursi taksi sehabis mengjenguk ibuku yang sakit dirumah sakit
kenalin,namaku vanesha atasya.umurku 23 tahun aku baru melamar pekerjaan di perusahaan besar di kota A.
aku duduk memikirkan keadaan ibuku yang masih koma dirumah sakit dan menunggu kabar bahwa aku di terima bekerja.
ya,pagi tadi aku dari interview di perusahaan besar di kota A dan langsung ke rumah sakit tempat ibuku dirawat dan aku baru pulang.
dijalan tol sangat sepi hanya taksi yang kutumpangi saja melaju disana.
aku memikirkan keadaan ibuku dan pekerjaanku dan aku terkejut karna taksi ku berhenti mendadak dijalan tol.
"ada apa pak?"tanya ku ke supir taksi.
"didepan ada mobil yang yang rusak parah,sepertinya mobil itu kecelakaan"Ucap supir dan akupun melihat kedepan.
ya,didepan taksi ku sebuah mobil mewah rusak parah dibagian depan karna menabrak guardrail (pembatas jalan tol).
akupun dan supir taksi terburu-buru keluar taksi dan berlari mendekati mobil mewah itu.
aku mengentip dari luar jendela dan didalam mobil itu seorang pria berjas kantoran tersandar dikursi mobil dalam keadaan dahi yang berdarah karna benturan dan tak sadarkan diri.
"pak!apa anda bisa mendengar saya?"ucapku diluar jendela mobil sambil mengetuk kaca jendela.
"to..long saya.."ucap pria itu lemah.
"saya tidak bisa mendengar perkataanya"Ucapku berbalik ke sopir.
sopir itu mendekat dan mencoba membuka pintu mobil tapi tidak bisa karna terkunci dari dalam.
"pecahkan saja jendelanya"Ucapku geram melihat sang supir.
"itu sangat berbahaya"Ucap supir.
"Pak!jika anda mendengar suara saya,buka kunci pintu anda"Ucap supir.
dengan pelan pria itu menggerakkan tangannya dan membuka kunci pintu mobil.dan pintu mobil itu terbuka,aku dan sopir mengangkat pria itu masuk ke dalam taksi.
pria itu pelan membuka matanya dan melihat wajah ku
"anda akan kami bawah ke rumah sakit"ucap ku.
supir memutar balik taksinya karna jarak rumah sakit tidak terlalu jauh.karna jalan tol sepi taksinya berhasil berputar balik.
sesampai dirumah sakit tepatnya rumah sakit dimana ibuku dirawat disana pria itu langsung diatasi oleh pihak tertentu.
didepan ruang ICU aku duduk termenung,supir taksi sudah pergi karna masih bekerja.
aku langsung berdiri melihat pintu ICU terbuka dan aku mendekati dokter.
"bagaimana keadaan pria itu?"tanya ku.
"kondisi tidak terlalu parah,pasien hanya terluka dibagian kepala"ucap dokter membuatku bernafas lega.
"apa saya boleh melihat pasien?"tanya ku.
"tentu saja boleh,saya pamit dulu"ucap sang dokter dan pergi.
diruangan itu pria itu terbaring lemah.saat aku mendekatinya dia membuka matanya dan melihat sekeliling.
"saya dimana?"tanya pria itu melihatku.
"bapak ada dirumah sakit,tadi bapak kcelakaan"Ucap ku.
"saya bukan bapak-bapak saya masih muda"Ucap pria itu cuek.
pria itu mencari sesuatu didalam sakunya dalam posisi terbaring.
"mana ponsel saya?"Ucap pria itu.
"tadi terjatuh saat anda di angkat naik ke brangkar,jadi suster mengambilnya dan menghubungi keluarga anda"ucapku.
"terima kasih sudah menyelematkan saya"ucap pria itu cuek.
"saya pamit pulang dulu"Ucapku pergi tanpa menoleh kebelakang lagi.
sesampai ku dirumah headphone ku berdering singkat pertanda pesan masuk.
ya,aku membaca pesan itu dan hatiku senang akhirnya yang kutunggu-tunggu sudah tiba.aku diterima diperusahaan itu dan mulai bekerja besok hari.
pagi cerah,dikantor aku mulai bekerja mengisi semua berkas yang diberikan.
saat aku sedang mengerjakan berkas,seseorang pria bertanya kepadaku.
"apa kau ada waktu nanti?"Ucap pria itu cuek dan membuatku terkejut saat melihatnya
ya terkejut karna pria yang kemarin ia selamatkan adalah bos nya.
"ikut saya ke ruangan saya"ucap pria itu pergi dan aku berjalan dibelakangnya.
saat diruangannya dia memberiku setumpuk berkas tebal yang harus ku isikan.
"kerjakan dan bawah kembali jika selesai"ucap bos ku.
"baik pak"ucap ku dan berjalan keluar ruangan.
selangkah keluar dari ruangan tepatnya didepan pintu.
"jika jam istirahat kita ke restoran dekat kantor dan tidak ada kata penolakan"Ucap bos ku
ya,aku merasa aneh karna sikap bos ku yang mau makan bersama dengan pegawainya sendiri.
dimulai hari itu bos ku semakin aneh,dia mengajakku makan siang bersama,mengantarku saat lembur,mengantarku menjenguk ibuku sedari bekerja dan bersikap lembut.
kini seminggu aku bekerja di perusahaan itu dan bos ku masih belum berubah.
malam hari, aku sudah pulang dan aku menunggu taksi lewat.
"ikut saya,saya mau mengatakan sesuatu ke kamu"ucap bos ku dan masuk ke mobilnya.
aku masuk ke mobil bos ku.
"ada apa pak?"tanya ku
"nanti disana jangan manggil saya pak tapi zayn"ucap bos ku dan melajuka mobilnya.
direstoran mewah dan megah aku dan bos ku duduk di berhadapan,bos ku menatapku dan itu membuatku merasa aneh.
"pak bos"ucapku melambai-lambaikan tanganku dihadapan bos ku
"saya tidak melamun,saya melihatmu"Ucap bos ku
"sudah saya katakan tadi jangan memanggil saya bos"Ucap bos ku.
"maaf..Xayn"Ucapku menunduk.
"kamu selalu saja membuat saya terpesona"Ucap bos ku membuatku melihatnya.
"saya mencintaimu saat pertama kali kita bertemu, saat kamu menyelamatkanku saya sengaja cuek saat melihat kecantikanmu "ucap bos ku
aku terdiam mendengar ucapan bos ku.
"terkadang saat saya duduk memikirkan ibuku,aku selalu saja memikirkan anda"ucapku tersenyum.
"aku terkadang ingin sekali tahu mengapa kamu selalu cuek denganku saat dekat dengan pegawai pria,aku pernah berpikir jika kamu mencintaiku tapi tidak mungkin seorang pria keluarga kaya menyukai gadis miskin sepertiku apalagi aku pegawai dikantormu"ucap ku.
"saya cuek karna saya cemburu melihat kamu dengan pegawai pria dan saya berusaha mencari cara agar kamu lebih dekat denganku"ucap bos ku.
"maukah kamu jadi pacar saya?"tanya bos ku dengan tatapan penuh harapan.
"mari kita mulai tahap awal Xayn"Ucapku membuat bos ku tersenyum.
setelah hari itu aku dan dia menjalin hubungan asmara sampai saat ini,kami berharap hubungan kita ada di ke tahap terakhir yaitu pernikahan.