Galang seorang mahasiswa yang nge kos di rumah bu Khodijah . Ia sering melihat seorang siswi SMA melintas depan kos nya . Ia dan teman-teman kos nya sering menggoda siswi SMA tersebut . Mereka bersiul , terkadang berebut saling menawarkan diri untuk mengantar kan ke sekolah , ada juga yang teriak bertanya nama nya siapa .
Namun siswi tersebut cuek saja , terus berjalan tanpa menoleh . Bagi nya di godain seperti itu sudah sering , dan ia sudah kebal .
Hari berlalu , adik ku Vania rupanya berteman akrab dengan anak nya bu Khodijah yang bernama Siti . Mereka satu bangku di sekolah nya . Dan Vania sering bermain ke rumah Siti . Vania dan Siti duduk di kelas sembilan .
Suatu waktu Vania harus ke rumah nya Siti untuk memberikan tugas nya ke Siti agar Siti melanjutkan bagian nya , di karenakan mereka satu kelompok , jadi harus mengerjakan bersama . Namun karena bagian Vania baru selesai sekitar jam setengah delapan malam , jadi ia harus ke rumah Siti malam ini juga .
“ Kak , kak iyas , anterin aku ke rumah Siti dong .. aku mau nganterin tugas nih , baru selesai “ rengek Vania .
“ Emang ga bisa besok aja pas di sekolah ngasih in nya ? ga enak malam- malam gini ke rumah orang “ jawab ku .. Sebenar nya aku malas karena aku tahu di rumah Siti suka ada mahasiswa yang nongkrong-nongkrong .
“ Ga bisa ,kak .. besok udah harus di kumpul . Nanti kelompok aku ga dapat nilai , kalo belum selesai ..” ucap Vania sambil terus merengek .
Karena aku ga tega melihat Vania , akhir nya aku menyetujui nya .
“ Ya udah ayo .. lain kali kalo ada tugas jangan mepet nyelesain nya “ ucap ku sambil memakai jaket .
“ Iya kaka ku yang baik hati ..” jawab Vania sambil nyengir .
Kami pun berjalan beriringan berdua sambil ngobrol . Tak terasa dua puluh menit kemudian sampai lah di rumah Siti .
Tok tok tok ,,
“ Assalamualaikum Siti .. “ Vania memberi salam . Aku hanya diam saja berdiri di sebelah nya . Anak – anak kos mulai ramai menggoda aku dan Vania .
“ Vania , Van ..itu siapa ? “ tanya salah satu anak mahasiswa ..
“ Kakak ku “ jawab Vania sambil mencibir ..
“ Kenalin dong Van .. sama kakak kamu , kok ga bilang-bilang kalo dia kakak mu , Van “ ucap mahasiswa itu lagi .
“ Yee , ga nanya juga .. Kalo mau , kenalan sendiri aja “ ucapnya .
Aku pun langsung mencubit lengan Vania sambil melirik jutek ke arah Vania .
“ Aduuhh .. eee iyaa kak .. iyaaaaa ,, maap ya abang-abang ganjen , kakak ku kayak nya ga mau kenalan malam ini .. silahkan coba lagi di lain kesempatan “ cerocos Vania , yang bikin aku langsung mendelik sewot ke arah nya . Vania hanya cengar cengir melihat ku sewot sambil bergeser sedikit menjauhi ku , takut kena cubit lagi .
Tak lama suara pintu di buka , dan “ Waalaikumsalam .. Ooohh Vania , eehh ada kak Yasmin juga , mari masuk kak , Van “ ucap Siti . Kami pun segera masuk dan duduk di ruang tamu .
“ Maap ya Siti kita ke sini malem-malem “ ucap ku ramah sambil senyum
“ Iya Sit , aku baru selesai nih , jadi malem ini juga aku kasihin .. bagian kamu tinggal sedikit kok , paling juga ga nyampe satu jam selesai “ ucap Vania menjelaskan .
“ iya ga pa-pa kak Yas .. Ooohh gitu , asiikk dong “ ucap Siti sambil memeriksa tugas nya sekitar lima menit lalu ia mengangguk – angguk tanda mengerti .
“ Kalo kamu udah mengerti ya udah , kita pulang dulu ..” ucap Vania
“Lhoo kok buru-buru , aku bikin minum dulu ya , kakYas .. Van ?” tanya Siti .
“Eeehh ga usah , ga usah repot Siti .. kebetulan karena udah malam juga , dan kamu kan harus nyelesain tugas , jadi kita pulang ya “ ucap Yasmin dengan lembut sambil tersenyum
“ Iya betul itu kata kakak ku , Sit ..” jawab Vania sambil angguk- angguk kayak burung pelatuk .
Aku dan Siti hanya terkekeh melihat tingkah Vania .
“Salam sama keluarga kamu ya Sit “ ucap ku .
“Sampai ketemu besok di sekolah ya mak Sitiiiii .. “ ucap Vania dengan jahil mengelitik pinggang Siti , ia memanggil Siti dengan julukan saat di sekolah . Kami bertiga tertawa , lalu kami pun segera pulang .
Dua minggu kemudian , sekitar habis magrib tiba – tiba Vania menghampiri ku .
Tok tok tok
Aku pun segera menoleh ke arah pintu kamar ku yang memang sudah terbuka . Terlihat Vania berdiri sambil cengar cengir . Hhhhmmm apalagi mau nya ni anak , batin ku .
“ Masuk ..” ucap ku singkat
Vania pun langsung masuk , dan duduk di pinggir ranjang sambil menunggu aku selesai melipat mukena .
“Ada apa .. kenapa kamu “ tanya ku dengan ekspresi aneh menatap wajah Vania yang sedang serba salah itu .
“ Kak , di depan ada tamu untuk kakak .. udah nungguin kakak di ruang tamu , kata nya mau ketemu kakak “ ucap nya sambil berdiri , yang langsung aku tahan pundak nya .
“Kalo ngomong yang jelas , siapa tamu nya .. aneh , temen kakak ga ada yang janjian mau ke sini “ selidik ku .
“ Ya , mana aku tahu kan tamu nya cuma bilang mau ketemu kakak .. udah ah , aku mau bikin minum dulu , di suruh bunda “ ucap Vania , aku tahu ia menghindari pertanyaan ku selanjut nya dan langsung kabur keluar kamar ku .
Siapa sih , batin ku . Aku pun bergegas ganti baju yang agak sopan , Karena tadi aku hanya mengenakan celana pendek dan kaos tanpa lengan . Aku ganti dengan celana panjang dan kaos lengan pendek , ku sisir juga rambutku , ku olesin krim wajah ku biar terlihat segar , lalu ku poles lip balm di bibirku . Tak lupa semprot parfum sedikit . Setelah itu aku segera keluar kamar dan menuju ruang tamu untuk menemui tamu tersebut .
Setiba nya di ruang tamu aku melihat seorang pria sedang duduk sambil menunduk , aku pun berjalan perlahan ingin melihat siapa dia , karena aku rasa nya pernah lihat tapi takut salah .
“Malam ,maaf cari siapa ya kak ? “ tanya ku sopan dan ramah . Seketika pria tersebut mengangkat wajah nya dan menatap ku . Ia juga langsung berdiri dan tersenyum .
“Malam juga , maaf aku mengganggu mu .. maaf juga aku sudah lancang datang ke rumah mu tanpa izin dulu “ ucap nya dengan sopan dan ramah
“ Kenalkan , nama ku Galang ..” ucap nya sopan sambil mengulurkan tangan nya sambil senyum .
Cakeep banget ni cowok ,senyum nya oohh my god.. manis banget , batin ku .
“Eehhmm…” suara berdeham Galang telah membuyarkan lamunan Yasmin .
Dengan salah tingkah Yasmin langsung menunduk dan menyambut uluran tangan Galang tanpa menyebutkan nama nya.
“Aku boleh duduk ga ?” tanya Galang , karena dari tadi Yasmin hanya berdiri menatap nya .
“Ohh iya silahkan duduk , kak “ jawab Yasmin sambil tersipu .
“Apa kita pernah bertemu ?” tanya Yasmin dengan sopan
“Mungkin tidak secara langsung , aku sering melihat mu lewat depan kos bu Khodijah .. dan baru kemarin aku tahu kalau kamu kakak nya Vania “ Ucap nya
“Ooohh ,, Vania..” ucap Yasmin penuh penekanan ketika menyebut nama adik nya .
“Sewaktu kamu datang malam – malam ke rumah Siti bareng Vania , aku ada diantara teman – teman ku , namun aku hanya melihat aja , bukan sifat ku teriak- teriak gitu “ ucap nya sambil nyengir
"Ooohh , lalu tujuan kakak menemui ku sekarang , apa ya ? selidik Vania
“ehmm itu , anu .. “ tiba-tiba saja Galang mendadak gugup . Gimana ya ngomong nya biar ga di tolak , batin Galang .
Tiba – tiba Vania keluar membawa dua minuman dan cemilan , sambil senyum ke arah Galang . Dan nyengir ketika melihat Yasmin . Yasmin hanya mendelik menatap adik nya seolah mengisyaratkan bahwa Vania akan di interogasi setelah ini .
“Silahkan di minum kak Galang , kak Iyas ..aku masuk dulu ya mau ngerjain PR “ ucap Vania sambil senyum , dan mengedipkan mata nya ke arah Yasmin .
“ Makasih ya Van .. “ ucap Galang ramah dan tersenyum. Hanya Yasmin saja yang diam sambil menatap adik nya dengan tajam . Vania pun segera kabur ke dalam , menghindari tatapan kakak nya .
“ Minum dulu yuuk, kak “ ajak Yasmin . Lalu Galang dan Yasmin segera minum air yang telah di buatkan oleh Vania .
Setelah minum , Yasmin mengulang pertanyaan nya lagi .
“Jadi , maksud kak Galang apa nih “
“Be.. begini .. kalau kamu ga keberatan , aku ingin jadi teman kamu .. yah layak nya temen , kan bisa ngobrol ,bisa main ke rumah kamu juga .. dan pasti nya aku akan manut dengan kamu supaya ga ganggu jadwal belajar kamu “ Galang menjelaskan
“Boleh ya ..yaa .. pliiss ?” tanya nya setengah merengek .
Lhaa kenapa jadi ngerengek gini ujungnya kayak si Vania aja , batin Yasmin . Yasmin pun menghela napas panjang , dia bingung mau jawab apa .
Galang sudah sangat deg-degan , jantung nya berdegup cepat menunggu jawaban Yasmin , ia perhatikan Yasmin yang duduk di hadapan nya .
Aku baru melihat jelas , setelah dari dekat ternyata lebih cantik .. wajah nya tirus mungil , hidung nya bangir , mata agak sipit , wajah putih bersih mulus , rambut hitam tebal bergelombang se bahu , tubuh nya mungil dan kulitnya putih juga . Cantiik , meski pun tanpa make up , batin Galang . Galang saat ini sudah jatuh hati terhadap Yasmin namun ia tak mau buru-buru mengungkap kan ke Yasmin , biarlah nanti se iring waktu berjalan baru ia akan ungkapkan perasaan nya. Ia berharap Yasmin tidak menolak apalagi menjauh setelah ini .
Yasmin yang di tatap seperti itu jadi serba salah , kenapa ia melihat ku seperti itu sih , benak Yasmin .
“ Ya sudah kalo kak Galang mau berteman sama aku .. Semoga kita bisa jadi teman yang baik ya “ ucap Yasmin sambil tersenyum
Alhamdulilah , batin Galang . Ia pun segera senyum dan mengangguk .
“Karena sekarang kita sudah berteman .. di makan dong cemilan nya , kalo ga enak nanti kita keroyok Vania bareng-bareng “ ucap Yasmin berusaha mencairkan suasana .
Galang pun terkejut denga ucapan Yasmin , ternyata anak nya asik , batin nya .
“Okee , sikat cemilan nya sekarang .. kalo ga enak baru sikat anak nya ya “ ucap Galang menimpali candaan Yaasmin . Mereka berdua pun tertawa bersama , sambil mencomot kue yang di meja .
Setelah itu , persahabatan Yasmin dan Galang berlanjut . Bahkan Galang juga terkadang bantuin tugas-tugas Yasmin . Karena Yasmin akan lulus SMA sebentar lagi , jadi Galang untuk sementara tidak menghubungi Yasmin sering-sering , takut mengganggu jadwal belajar nya Yasmin . Yasmin sedang berusaha untuk masuk ke universitas negeri . Sedangkan Galang saat ini sudah masuk ke tingkat akhir jurusan tehknik sipil universitas negeri yang ada di kota J . Yasmin berharap bisa masuk ke universitas yang sama dengan Galang , selain negeri , Yasmin juga tidak perlu nge kos .
Hari pengumuman pun tiba , Yasmin di nyatakan lulus dengan nilai tertinggi di sekolah nya , ia memang cerdas dan tekun . Yasmin berhasil masuk ke universitas negeri , jurusan kedokteran . ia dan Galang satu universitas kini , walau pun beda jurusan dan beda gedung .
Waktu berlalu , Yasmin serius dengan kuliah nya . Sementara Galang sudah lulus dan sudah bekerja di perusahaan BUMN bagian tekhnik sipil . Hubungan mereka masih berlanjut bahkan semakin dekat . Galang masih nge kos di tempat bu Khadijah . Vania pun sudah masuk ke SMA negeri bersama Siti , namun mereka tidak satu kelas lagi .
Setelah Galang bekerja selama satu tahun , dan kini Yasmin sudah berada di semester lima . Akhir nya Galang memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nya ke Yasmin . Sore itu ia menghubungi Yasmin dan bilang akan datang ke rumah nya nanti malam . Yasmin pun mengiyakan .
Sekitar jam tujuh malam , pintu kamar Yasmin di ketuk kembali oleh Vania .
Tok tok tok
“Kakak .. ada pangeran nya tuh nungguin “ ucap Vania meledek ku
“ iyaa nanti aku ke sana “ ucap ku sambil bersiap .
“ Halo kak ..” ucap ku ramah sambil senyum
“Haii Yasmin “ ucap Galang
Tak lama asisten rumahtangga pun keluar membawa minuman dan cemilan .
“Makasih ya mbok ..Vania ngapain , mbok ” ucap Yasmin
“ Non Vania lagi baca buku , non Iyas “ ucap si mbok yang langsung pamit , kembali ke dalam . Yasmin hanya angguk aja mendengar jawaban si mbok .
“ Silahkan di minum , kak .. itu cemilan nya juga di icip-icip “ ucap Yasmin .
Galang dan Yasmin pun minum dan makan cemilan yang telah di siapkan si mbok .
“ Gimana kuliah kamu , yas .. lancar kan ? ada cowok – cowok yang gangguin ga ?” tanya Galang sambil nyengir.
Yasmin terkejut dengan kalimat terakhir Galang , namun ia segera menetralisir keterkejutan nya dengan senyum
“ Kuliah alhamdulilah lancar , kalo masalah godaan cowok mah udah biasa, kak .. kan kakak tahu sendiri hehe “ ucap Yasmin .
Galang pun tersenyum sambil menggangguk , semoga ia belum ada yang di taksir , mesti cepet nih , batin Galang .
“Aku mau ngomong sesuatu ke kamu nih ,Yas .. “ ucap Galang dengan ekspresi serius .
“ Iya boleh , kak .. “ ucap Yasmin sambil memakan kue nya.
“ Yas , dari awal aku lihat kamu lewat depan kos , aku merasa kamu itu beda dari yang cewek yang lain.. kamu tuh ga cuma cantik , walau pun kamu terkesan cuek , tapi yang aku lihat dari tatapan mata mu itu ada aura kelembutan dan kehangatan .. aku pengen banget kenal kamu , Cuma belum tau gimana , sampai aku tahu kalau kamu kakak nya Vania . Selebih nya kamu tahu sendiri kan ya .. sebenarnya kunjungan pertama ku waktu itu udah pengen banget mengungkapkan perasaan ku ke kamu tapi aku rasa ga mungkin , bisa-bisa aku langsung di usir ma kamu “ ucap Galang sambil terkekeh . Yasmin pun ikut terkekeh.
“ terus ..” lanjut Yasmin
“ Akhir nya sampai saat ini kita berteman , perasaan ku semakin dalam sama kamu , Yas ..
iyas, mau gaa kamu jadi kekasih ku ?” tanya Galang langsung .
Yasmin yang sedang minum pun sempat tersedak , Galang segera memberikan tissue ke Yasmin .
Setelah batuk Yasmin mereda , ia menghela napas panjang .. Yasmin terkejut , sekaligus bingung harus jawab apa . Selama ini ia memang mengagumi ketampanan , kecerdasan dan perhatian Galang . Ia sendiri belum tahu mengenai perasaan nya . Ia hanya merasa nyaman berada di dekat Galang .
Galang menatap wajah Yasmin seperti nya ia memahami kegalauan hati Yasmin.
“Kalo kamu belum bisa jawab sekarang juga ga apa-apa kok .. kamu pikirkan aja dulu , yang penting sekarang kamu sudah tahu perasaan ku dan aku ingin kita jalanin aja dulu sampai kamu lulus kuliah , kedepan nya nanti kita diskusi kan lagi “ ucap Galang memberi penekanan . Ia berusaha memberi tahu Yasmin bahwa ia akan serius dan akan tetap menunggu jawaban Yasmin .
Ini orang gimana sih , lucu banget .. kata nya suruh pikir dulu tapi dari kalimat nya kok kekeuh ya , benak Yasmin. Yasmin merasa lucu dengan statement Galang yang seperti pepatah di lepas kepala nya dipegang buntut nya .
Ya sudahlah kalo begitu aku minta waktu aja , lumayan juga buat ngerjain kak Galang , batin Yasmin .
“ Kenapa kamu senyum-senyum sendiri ? , ga ajak-ajak aku “ ucap Galang meledek Yasmin .
“ Eeehh engga kenapa-kenapa , ya udah kalo gitu aku minta waktu ya buat mikir-mikir “ ucap Yasmin
“Iya , tapi jangan lama-lama .. besok ya jawaban nya “ rengek Galang .
Yasmin menghela napas “ emang kenapa ga boleh lama , kan terserah otak aku doong , butuh nya berapa hari ..” jawab Yasmin ga mau kalah
“Ii.. iyaa deh terserah kamu .. semoga aja ga ada yang nikung nih “ ucap Galang sambil melirik Yasmin.
Yasmin pura-pura tidak mendengar kalimat terakhir Galang . Ia hanya tersenyum.
“ Ocee , nanti kalo otak ku udah selesai mikir nya , aku kabarin ke kak Galang ya “ ucap Yasmin sambil tersenyum meledek ke arah Galang . Galang pun mengangguk pasrah kemudian ia meminum kembali air nya .
Hhh lega rasanya udah ungkapin ke Yasmin , semoga aja jawaban nya sesuai yang ku harapkan , batin Galang .
Hari berganti , sudah seminggu namun Yasmin belum ada tanda-tanda akan memberi jawaban . Bahkan setiap Galang menghubungi pun ia hanya bisa bicara sebentar , karena Yasmin sedang padat tugas praktek nya .
Saat ini Galang hanya bisa berusaha untuk memberi perhatian lebih ke Yasmin melalui telepon , ia berusaha agar Yasmin tidak melupakan diri nya , atau di ambil oleh rekan sekampusnya . Mengenai jawaban Yasmin , ia pasrah kan saja sampai Yasmin siap .
Yasmin yang selama ini belum pernah pacaran pun dibuat pusing setiap kali ingat Galang , haruskah ku terima atau ku tolak ? pikir Yasmin .
Setelah hampir dua minggu akhir nya Yasmin menghubungi Galang .
Kriing .. kriiing.. suara telepon genggam Galang berbunyi . Ia melirik sebentar ke layar nya . Mata nya pun terkejut melihat nama yang tertera di layar . Ia segera meninggalkan meeting nya sebentar, dan keluar ruangan untuk mengangkat telepon dari pujaan hati nya .
“ Haloo Yas ..” ucap Galang dengan lembut
“Haloo kak Galang , maaf ganggu .. lagi sibuk banget ga ?” tanya Yasmin
“Engga kok , biasa aja .. ada apa Yas?” Galang berbohong , padahal ia lagi meeting .
“ Kak Galang kalo ada waktu sore ini , bisa jemput Yasmin ke kampus ? kita pulang bareng ya “ pinta Yasmin
“Ooohh boleh , jam berapa mau di jemput nya ?” tanya Galang
“ Sekitar sebelum magrib udah nyampe kampus ku , bisa ga kak ?” tanya Yasmin .
“ Ouwhh bisa , bisa banget .. ya sudah kalo gitu sampai ketemu di kampus ya “ ucap Galang , ia mengakhiri telepon nya karena ia juga ingin segera mengakhiri meeting nya .
“ Oke kak, makasi ya “ ucap Yasmin sebelum menutup telepon nya .
Galang segera kembali ke ruang meeting dan mempercepat agenda meeting nya. Karena sore ini ia harus keluar kantor sebelum jam lima sore untuk menjemput calon kekasih nya . Girang bukan main hati Galang mendapat telepon dari Yasmin apalagi di ajak pulang bareng , seandai nya posisi Galang saat ini bukan di kantor , ingin rasa nya ia guling-guling di lantai saking seneng nya .
Jam setengah enam Galang sudah parkir di depan gedung fakultas Yasmin .
“Halo Yas , aku sudah di parkiran .. kamu di mana ?” tanya Galang dengan lembut
“Oohh oke kak, aku kesana sekarang .. tunggu ya “ ucap Yasmin yang langsung mematikan telepon nya tanpa menunggu jawaban Galang . Ia berlari – lari kecil ke parkiran .
Galang melihat ke layar telepon nya sambil tersenyum . Tak lama kemudian ia melihat wanita yang sedang berlari kecil ke arah nya . Ia pun segera keluar dari mobil menyambut nya dengan senyum .
Galang beralih ke posisi samping mobil dan membuka kan pintu depan dan mempersilahkan pujaan hati nya untuk masuk . Setelah menutup pintu , ia segera berlari ke pintu yang satu nya dan kemudian melajukan mobil nya .
“Capek Yas ?” tanya Galang sambil melirik ke wajah Yasmin , yang memang nampak kelelahan, di tambah lagi beberapa buku tebal yang ia bawa dan juga sebuah jas putih .
“ Lumayan kak ..hehe “ jawab nya
“ Makan dulu yuukk .. “ ajak Galang
“Boleh “ ucap Yasmin singkat
“ Mau makan apa dan di mana ..?” tanya Galang lagi sambil senyum , ingin rasa nya ia membelai rambut gadis yang sekarang berada di sebelah nya
“ apa aja , dan di mana aj ,yang penting searah ke jalan pulang “ ucap Yasmin , jelas , singkat dan padat .
“Siap bu dokter “ jawab Galang sambil tersenyum . Yasmin pun terkekeh .
Tak lama kemudian Galang memarkirkan mobil nya di sebuah restoran seafood . Ia tahu kalau Yasmin penyuka seafood .
Mereka pun masuk dan segera memilih menu yang disukai oleh masing-masing . Sebelum pesenan nya datang , Yasmin pun membuka obrolan . Ia memang ada tujuan mengajak Galang pulang bareng .
“ Kak ..” ucap Yasmin sambil menatap Galang .
“hhmm .. kenapa Yas ?” jawab Galang , perasaan nya campur aduk saat ini . Antara senang tapi juga deg-deg an . Tapi ia berusaha menutupi nya dan terlihat tenang di depan Yasmin .
“ Aku ingin memberikan jawaban atas pertanyaan kakak dua minggu yang lalu “ jawab Yasmin , mencoba menyelidiki ekspresi wajah Galang , ia melihat kegugupan di mata di Galang . Namun Yasmin salut melihat usaha Galang agar tetap tenang .
Yasmin pun tersenyum “ Kak .. aku sudah bertanya ke orangtua ku , dan orangtua ku sudah mengizinkan aku untuk menjadi kekasih kakak . Maaf ya kak kalo aku agak aneh ,soalnya aku ingin keluarga ku setuju dengan siapapun pria yang berada di sisi ku . Kalo keluarga ku tidak setuju ya aku akan menolak pria tersebut “
“Jadi sekarang , kamu sudah bersedia jadi kekasih ku ? Sekarang kita pacaran ? dan keluarga kamu juga merestui aku jadi kekasih ku .. Duuhh beruntung banget aku , makasiiih ya sayang “ ucap Galang kegirangan bahkan ia sudah keceplosan memanggil Yasmin dengan panggilan ‘sayang ‘
Yasmin tersenyum sambil menggangguk , kemudian ia pun menunduk malu .
“ Kalo gitu hari ini kita tetap kan sebagai tanggal kita jadian ya “ ucap Galang yang langsung mengambil telepon genggam nya dan langsung mencatat tangal ,bulan, tahun serta hari nya . Tak lupa jam dan juga lokasi . Yasmin hanya geleng-geleng kepala melihat kegesitan Galang .
Akhir nya pesenan mereka pun datang , mereka pun makan dengan lahap .
Setelah makan Galang mengantar Yasmin pulang . Sepanjang jalan ia menatap Yasmin yang sudah tertidur di mobil nya.
Ia mengambil tangan Yasmin dengan lembut dan mengggenggam nya . Yasmin pun terbangun , ia menatap Galang dan tersenyum kemudian melanjutkan tidur nya lagi . Perjalanan malam ini terasa menyenangkan bagi Galang , meski pun mereka harus terjebak macet . Galang pun membalas senyum kekasih nya .
Kisah cinta mereka tidak berjalan mulus sama seperti halnya pasangan-pasangan yang lain , meski pun begitu mereka selalu meluangkan waktu satu atau dua kali dalam seminggu untuk bisa bertemu dan menyelesaikan berbagai masalah dalam hubungan mereka .
Kini , Yasmin sudah bekerja sebagai dokter UGD di sebuah rumahsakit pemerintah . Dan
Galang saat ini sudah naik jabatan di kantor nya . Mereka pasangan yang serasi , yang pria tampan dan gagah , yang wanita, cantik dan pintar .
Kedua nya sukses dengan karir masing – masing . Namun ujian cinta kembali menghampiri pasangan ini , yang sedang penjajakan untuk naik ke jenjang berikut nya .
Kriing .. kriing .. kriing Suara telepon genggam Yasmin berbunyi , ia pun melirik sebentar ke layar telepon nya . Sebuah nama tertera di layar , senyum pun mengembang dari bibir nya. Ia masukkan kembali telepon nya ke saku jas putih nya , saat ini ia sedang memeriksa pasien di ruang UGD. Dan setelah ini ia akan menelpon balik .
Setelah memeriksa pasien terakhir nya , Yasmin segera kembali ke ruangan nya yang masih berada di dalam ruang UGD . Ia pun mengeluarkan ponsel nya , menghubungi nomer tadi .
Pada dering kedua telepon tersebut, terdengar suara dari seberang
“ Halo sayang .. “ ucap nya
“ Halo kak , maaf tadi aku lagi periksa pasien “ ucap Yasmin sambil tersenyum membayangkan wajah kekasih nya , Galang .
“ Iya ga pa- pa , aku tahu kok kamu pasti akan telpon balik kalo udah ga sibuk “ ucap Galang
“Ehhmm iyaa anda benar sekali , pakbos “ ledek Yasmin sambil terkekeh . Terdengar Galang pun ikut tertawa .
“ Baiklah bu dokter , besok kira – kira ada waktu ga untuk ketemu .. seperti nya hati ku sakit , dan ingin di periksa oleh dokter Yasmin yang paling cantik “ Gombal Galang .
“Lhoo kalo hati bapak sakit harus nya langsung ke dokter spesialis aja pak , kalo ke saya nanti hati nya jadi terpikat dan ga mau balik ..” ledek Yasmin ga mau kalah .
Sambil tertawa Galang pun mengatakan “ Jadi gimana bu dokter , bisa kah besok ?
“ Siap pakbos ,, tapi jemput aku ke rumah sakit ya .. aku ada shift pagi dan selesai nya sore .. gimana ?” tanya Yasmin
“Siap bu dokter ,ga masalah .. jaga kesehatan, jangan lupa makan ya bu dokter kesayangan ku .. mmuaahh ..mmuuahh .. sampai ketemu besok ya sayang “ ucap Galang menyudahi obrolan nya
“ Ocee pakbos ku yang centiil “ jawab Yasmin sambil terkekeh . Kemudian menutup telepon dan melanjutkan pekerjaan nya .
Besok adalah hari sabtu , Galang rencana nya mau ngajak Yasmin pergi ke suatu tempat . Dan ia juga ingin melamar Yasmin di tempat tersebut .
Ia menghubungi pemilik restoran itu , yang ternyata teman kuliah Galang dulu . Ia pun mengutarakan maksud nya , dan meminta bantuan teman nya untuk mendekorasi dan menyiapkan tempat untuk nya agar menjadi se romantis mungkin .
Teman Galang pun menyanggupi nya , tak lama kemudian ia memberikan konsep dan juga biaya nya . Dengan sedikit tambahan dari Galang , akhir nya mereka deal . Galang pun meminta total biaya beserta no rekening nya agar ia bisa melunasi sebelum acara nya besok .
Setelah melakukan pembayaran , kini Galang mempersiapkan rencana untuk membeli sebuah cincin , dan rencana pembelian cincin itu akan di lakukan besok sebelum menjemput Yasmin .
“ Sayang , besok aku akan ajak kamu pergi ke restoran punya teman ku .. di sana suasananya enak , romantis juga.. kamu pasti suka “ Galang mengirimkan pesan tertulis ke kekasihnya di sertai emot love love .
Tiing , sebuah pesan masuk ke ponsel Yasmin . Setelah membacanya , ia pun tersenyum . Kalo begitu aku harus bawa baju ganti biar ga saltum nanti , benak Yasmin .
Ia pun membalas pesan tersebut “ oce pakbos “ dan memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku jas putih nya .
Hari Sabtu pun tiba , siang ini Galang akan mampir ke toko perhiasan sebelum menjemput Yasmin . Ia pun memilih cincin berlian yang mewah dengan harga fantastis . Cincin itu berwarna putih , dengan batu permata pink Fanta berbentuk love , dan di kelilingi oleh taburan berlian di sekelilingnya . Benar-benar elegan dan tidak main – main selera Galang . Setelah membayar , ia pun menaruh cincin tersebut di saku celana panjang nya .
Hari ini ia memakai celana panjang warna krem , kemeja berwarna senada dengan sedikit aksen hitam . Terlihat sangat gagah dan tampan . Ia berjalan penuh semangat , sudah terbayang di pelupuk mata acara nya nanti bersama Yasmin .
Sementara itu di rumahsakit , Yasmin berkali –kali melirik jam tangan nya . Entah kenapa ia merasa gelisah , jam pergantian shift ini terasa sangat lama dan melelahkan .
Ia terbayang Galang , senyum nya .. tingkah konyol nya ,kata –kata lucu nya . Dan itu membuat Yasmin bersemangat kembali melanjut kan pemeriksaan ke pasien berikut nya .
Sambil melangkah ke ranjang pasien yang berikut nya di UGD, ia melihat ke jam dinding , aahh tinggal tiga puluh menit lagi pergantian , aku harus ganti baju dulu nanti , batin Yasmin sambil tersenyum .
Galang keluar dari mall tersebut , ia melaju dengan sedikit cepat. Kini ia sudah dekat ke rumah sakit Yasmin , mungkin sekitar sepuluh menit lagi tiba .
Namun tiba- tiba saja dari arah yang berlawanan , sebuah truk kontainer menabrak pembatas jalan dan oleng , lalu braaaakkk … kontainernya terguling dan menimpa mobil Galang , yang saat itu melintas tepat di sebelah nya , dengan arah sebalik nya .
Galang pun tidak sempat menghindar karena kejadian nya begitu cepat .
Darah mengucur deras , seketika pandangan mata nya menjadi buram lalu lama kelamaan menjadi gelap.
Yasmin yang sudah bersiap melakukan pergantian shift pun tertahan , ketika ia melihat beberapa petugas mendorong brankar dan berlarian ke arah UGD .
Ia segera menyambut pasien itu , betapa terkejut nya ia ketika mendapati pasien tersebut adalah Galang , kekasih nya .
Dengan tangan gemetar dan airmata yang mengalir , Yasmin berusaha menolong Galang . Ia juga meminta beberapa dokter lain untuk ikut membantu nya .
Tim medis yang membantu merasa aneh karena baru kali ini Yasmin seperti ini , namun mereka tidak mau bertanya karena masih focus merawat pasien .
Sementara Yasmin di minta untuk menenangkan diri dulu . Akhir nya Yasmin keluar sebentar dari ruang UGD, kemudian menelpon keluarga Galang .
Setelah itu ia kembali ke ruang UGD , ia melihat bagaimana teman-teman nya berjuang menyelamatkan Galang .
Salah satu teman nya menghampiri Yasmin dan bertanya , Yasmin pun mengatakan kalau itu adalah kekasih nya , dan mereka sedang merencanakan pernikahan .
Yasmin memohon kepada teman –teman nya agar menyelamat kan Galang , meski ia tahu kemungkinan Galang selamat kecil sekali .
Sebagian tubuh Galang patah – patah , kepala nya juga mengalami beberapa sobekan yang cukup dalam . Galang terhimpit oleh container truk , sehingga kalau pun sembuh kemungkinan ia akan cacat dan amnesia .
Namun Yasmin tidak peduli , meski pun Galang cacat atau amnesia ia akan selalu mendampingi nya . Ia hanya ingin Galang hidup , dan tetap bersama nya .
Yasmin kini sedang bersama keluarga Galang yang baru datang ke rumahsakit. Tampak kedua orangtua juga kakak nya Galang menangis .
Aku hanya bisa memeluk ibu nya Galang , kami semua benar – benar hancur melihat kondisi Galang . Aku pun meminta keluarga Galang untuk terus berdoa , sementara aku kembali ke ruang UGD.
Ketika aku masuk ke UGD , aku melihat beberapa dokter sedang menggunakan alat pompa jantung . Tubuh ku mendadak lemas , jantung ku berdegup kencang , ingin teriak tapi suara ku tak bisa keluar , hanya berupa bisikan .
“ Galang , bangun sayang .. tolong bertahan demi kita.. Galang ku mohon “
“Galang .. Galang..Ya Tuhan tolong jangan , jangan ya Tuhan “ ucap ku berbisik lirih sambil menyender ke dinding .
Tuuuuuuuuttt .. tuuuuuuuuuttt.. ku dengar suara rekam jantung yang berbunyi menandakan tidak ada nya kehidupan pada detak jantung .
Aku langsung mengangkat wajah ku , dan entah kekuatan dari mana tiba-tiba aku berlari menghambur ke meja operasi , dan berteriak sekencang nya “ GALAAAAANGG …TIDAAAKK ,, TOLOONGG SELAMATKAN .. TOLONGG “ ratap ku kepada teman –teman dokter ku.
“Maaf Yasmin , Galang sudah kehilangan banyak darah .. organ dalam tubuh nya sudah sembilan puluh persen hancur , kami sudah berusaha semaksimal mungkin .. Maaf Yasmin , kamu yang sabar ya “ ucap teman – teman dokter ku . Seorang dokter wanita ,bernama Rena memeluk ku dan menenangkan ku .
Terakhir aku melihat tim medis sedang merapikan tubuh Galang dan juga peralatan operasi . Lalu menutup tubuh Galang hingga ke kepala .
Dan seketika pandangan ku gelap , ingin ku peluk Galang namun tubuh ini mendadak kaku .
Dan Bruukkk .. aku sudah tidak ingat apa –apa lagi .
Ketika aku sadar aku berada di kamar rumahsakit dengan selang infus .. aku teringat Galang . Ku Tarik selang infus hingga lepas , kemudian aku berjalan ke luar ruangan dengan sempoyongan .
Aku kembali ke ruang UGD.
“Kemana pasien yang bernama Galang ?” tanya ku kepada dokter jaga UGD.
“Yasmin , kamu .. masih lemas, kembali ke kamar ya biar kuat dulu “ ucap dokter jaga, yang juga sahabat ku.
“Tidak , kemana Galang ?” tanya ku . Sambil aku melangkah mengambil tas dan juga barang-barang ku .
“ Pasien Galang sudah di bawa pulang oleh keluarga nya satu jam yang lalu .. “ jawab dokter tersebut .
Aku langsung menghambur keluar dan memanggil taksi , aku akan menyusul Galang ke rumah nya .
Ku hubungi keluarga ku atas apa yang terjadi , mereka pun segera bergegas ke rumah Galang.
Hampir dua jam kemudian aku baru sampai di kediaman Galang , ku lihat mobil ambulan masih terparkir di halaman rumah nya . Aku berlari ke dalam sambil menangis histeris .
Ku peluk tubuh kaku nya , aku menangis sejadi nya .. ,
Kini Galang sudah beristirahat di pembaringan nya yang terakhir , ku peluk nisan nya .. ku pandangi tanah basah yang bertabur bunga .
Tak ku hiraukan isak tangis dari sekeliling ku . Mungkin itu rekan kerja , saudara , keluarga atau sahabat dari Galang yang ikut merasakan kesedihan dan juga kehilangan .
Seminggu kemudian , Kriing .. Kriing .. suara ponsel ku berbunyi . Tertera nama bunda Maya , ibu nya Galang . Segera ku angkat .
“ Halo bun..” sapa ku masih dengan suara yang lemah
“Halo sayang , gimana kabar mu ?” tanya bunda Maya
“ Alhamdulilah sudah lebih baik ,bun “ ucap ku berbohong .
“ Sayang , bunda mau kekantor Galang untuk mengambil barang-barangnya .. apa kamu mau ikut ? Tapi kalo belum kuat jangan di paksa ya “ jawab Bunda Maya .
“ Ikut bun , aku kuat kok .. aku jemput bunda ya ..” jawab ku .
“ Ga usah , biar Bunda aja yang jemput kamu .. ya sudah kamu tunggu ya ,sekarang bunda berangkat “ Bunda Maya pun mengakhiri obrolan nya .
Sesampai nya di ruang kerja Galang , airmata ku tumpah tak tertahan kan . Namun aku mencoba kuat seperti janji ku pada bunda Maya . Setelah semua barang terkumpul , kami langsung kembali ke rumah Galang , aku pun ikut bunda Maya pulang ke rumah nya .
Di dalam kamar Galang , bunda Maya mengajak ku duduk di ranjang nya . Aku pun mengikuti nya .
“Sayang , ada yang ingin bunda sampaikan .. tapi kamu harus kuat , lebih kuat lagi .."
Deeg , jantungku serasa lepas .. namun aku berusaha tenang .
“ Iya bun , ada apa “ jawab ku dengan lembut dan senyum yang kupaksakan .
“ ini ..” bunda Maya memberikan cincin yang sudah tak berbentuk namun masih terlihat kilau nya .
“apa ini bun ..” tanya ku bingung .
“ Waktu itu ada teman nya Galang datang ke tante , dia bilang kalo Galang sebenar nya hari itu mau ngajak kekasih nya yang bernama Yasmin ke restoran nya .. Saat itu Galang ingin melamar kamu, Yasmin " ucapan bunda Maya tertahan karena tak kuasa membendung airmata nya yang langsung tumpah .
“ Dan ini , cincin ini di temukan di saku celana nya Galang pada hari kecelakaannya .. “
Aku dan bunda Maya pun menangis bersamaan . Ku genggam erat cincin itu .
》》》》》》》》》》》》》》》》》》》》》
💞 Menjadi KITA 💞
Ketika merindu , ku sapa kau lewat doa
Ketika hati semakin kuat , biarlah di lemahkan oleh airmata
Ku lepas raga mu , ku titip hatimu di pangkuan Ilahi
Karna segala mungkin , milik Allahu Rabbi
Apa yang terjadi , terjadi lah
Lelah namun tidak menyerah
Biar semua nya menjadi Lillah
Ku urai harap ku pada bait-bait kalam suci
Semoga terwujud suatu saat nanti
Teruslah bersabar meniti hari
Nikmati setiap datang nya mentari
Saat bertemu nanti
Hanya ada kita , tidak ada aku dan kamu lagi
Mari pantaskan diri
Agar tercipta harmoni
Samawa dan Abadi
Tujuan akhir hidup ini ❣
Untaian puisi di atas, ku temukan tertulis di sebuah buku agenda diantara barang – barang Galang , cincin yang tak berbentuk itu ku bawa ke toko perhiasan .
Aku minta di kembalikan ke bentuk asli nya . Alhamdulilah toko perhiasan langganan ku pun menyanggupi nya , karena aku tidak tahu di mana Galang membeli nya jadi aku bawa saja ke toko perhiasan langganan ku .
Kini cincin itu sudah tersemat di jari ku , dan tak akan ku lepas sampai kapan pun . Buku agenda dan puisi itu juga selalu ku bawa dalam tas ku .
Selamat tidur Galang ku ..Mimpi indah tentang kita ya 🌷
The End.