Di sebuah restoran mewah di kota Guangzhou, terlihat beberapa muda-mudi yang sedang berkumpul menikmati hidangan. Mereka terlihat seperti orang-orang kaya dan berada. Ada yang mengobrol sambil bercanda dan ada pula yang bermesraan dengan pasangannya. Saat mereka sedang asyik bersenang-senang, tiba-tiba seorang wanita cantik masuk ke dalam restoran mewah tersebut. Seketika semua orang yang berada disitu langsung terdiam seketika.
Wanita cantik itu kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Semua orang merasa bingung dan penasaran dengan wanita cantik itu. Karena mereka merasa sama sekali tidak mengenal wanita itu sebelumnya. Hari ini adalah acara reuni teman-teman kuliah, melihat kedatangan wanita cantik ini membuat mereka bingung. Siapa dia? Apakah dia teman semasa kuliah mereka? Tapi kenapa mereka sama sekali tidak ingat, kalau mereka pernah mempunyai teman cantik waktu masih kuliah?
Guangdong University of Technologi adalah salah satu kampus paling bergengsi di kota Guangzhou. Di kampus tersebut jika ada mahasiswa atau mahasiswi yang terlihat cantik dan tampan pasti akan langsung menjadi terkenal. Selain itu mereka yang mempunyai paras rupawan secara otomatis akan memiliki banyak penggemar. Setelah lulus kuliah pun penggemar mereka tidak serta merta menghilang bahkan menjadi bertambah banyak.
Orang-orang yang hadir di acara reunian tersebut masih merasa asing dengan wanita cantik itu. Pasalnya mereka sangat mengenal betul orang-orang yang menjadi idola di kampus tempat mereka kuliah dulu. Siapa wanita cantik ini, masih menjadi teka-teki didalam hati mereka. Bahkan ada yang mengira bahwa wanita cantik itu salah memasuki ruangan pesta.
"Terimakasih kepada semua teman-teman yang bersedia hadir di acara yang sangat di nanti-nantikan ini" Ucap Zhang Fei, Host yang menjadi pemandu di acara reunian itu. Dia begitu tampan memakai setelan jas berwarna biru muda. Zhang Fei termasuk salah satu idola kampus, dia sangat pandai berbicara di depan publik.
Mendengar Zhang Fei yang mulai berbicara, seketika semua orang langsung terdiam. Mereka memilih untuk fokus mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Zhang Fei.
"Melihat teman-teman sangat antusias hari ini, tidak perlu banyak basa-basi lagi acara ini bisa langsung kita mulai. Pertama kita akan melakukan sebuah permainan" Semua orang seketika langsung menjadi bersemangat mendengar kata permainan, Apalagi permainannya memiliki hadiah bagi orang yang memenangkan permainan itu.
"Disana ada sebuah papan angka di atas meja kalian. Masing-masing memiliki satu buah papan angka sesuai urutan tempat duduk. Dan di sini saya memiliki sebuah fishball yang berisi bola-bola kecil bertuliskan angka-angka yang jumlahnya sesuai dengan jumlah papan angka di atas meja kalian" Katanya sambil mengangkat sebuah fishball, yaitu aquarium kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca.
"Kalau begitu, saya akan menyuruh pacar saya yang cantik yaitu Ai Lie untuk mengambil nomor yang ada didalam fishball ini secara acak" Ai Lie dengan langkah malu naik ke atas panggung. Tersenyum manis di hadapan Zhang Fei dan dengan tangannya yang lembut dia mengambil salah satu bola di dalam fishball secara asal.
"Boleh di beritahu nomor berapa yang kamu ambil?" Tanya Zhang Fei pada Ai Lie. Walaupun mereka sudah resmi jadian lama tapi sikap Ai Lie masih malu-malu, sangat manis.
"Nomor 53...." Kecil sekali suara Ai Lie memberitahu nomornya, membuat Zhang Fei tertawa gemas.
"Baiklah, Tuan atau Nona yang memiliki nomor 53, Di persilahkan untuk naik ke atas panggung"
Dalam beberapa menit seorang pria dengan membawa papan angka nomor 53 sudah berada di atas panggung. Setelah itu seorang pria naik ke atas panggung dengan mendorong sebuah meja kecil. Di atasnya terdapat sebuah kotak kaca yang berisi sebuah jam tangan mewah dari merk terkenal.
kotak kaca tersebut sangat canggih, memiliki layar layaknya ponsel layar sentuh, tidak ada tempat untuk memasukkan kunci. Untuk membukanya kita hanya perlu memasukkan kata sandi atau sidik jari.
"Hai kawan, boleh kami tahu namamu?" tanya Zhang Fei sambil menyodorkan mic ke pria tersebut.
"Namaku Ren Hao"
"Baiklah Ren Hao, di depanmu sudah ada sebuah jam tangan mewah. Aku hanya ingin kau menebak harga jam itu, Kalau jawabannya benar ataupun mendekati harganya, maka jam itu akan menjadi milikmu. Aku akan memberikan kamu waktu 20 detik untuk berfikir. Kira-kira berapa harga jam tangan mewah itu" Begitu Zhang Fei selesai memberikan instruksi timer digital sudah menghitung waktu mundur 20 detik.
Ren Hao dengan hati-hati mulai berfikir, mengamati dengan teliti jam tangan mewah itu. Di liat dari ciri-cirinya itu adalah jam tangan rolex GMT-master ll.
Dengan kenop di sisi kiri cangkang dan sisipan bingkai cincin cerachrome warna hijau dan hitam.
20 detik telah berakhir, Zhang Fei segera meminta jawaban Ren Hao. Dengan penuh pertimbangan yang sangat matang. Ren Hao mulai bersuara untuk menjawab pertanyaan terkait harga jam tangan rolex GMT-master ll itu.
"Harganya kurang lebih 350.000 Yuan" Ren Hao sengaja menambahkan kata kurang lebih di jawabannya karena dia merasa tidak yakin dengan angka yang dia sebutkan.
"Hmm... Apakah benar jawabannya 350.000 Yuan? Kalau begitu kita akan segera melihatnya" Zhang Fei mulai menekankan jari-jarinya di kotak kaca itu layaknya sebuah tablet. Setelah itu sebuah angka harga muncul di kotak kaca. ¥350.000
"Wow, kakak Ren, apakah kau seorang penjual jam tangan? Kau menebak harganya dengan sangat tepat" Zhang Fei memuji Ren Hao bersemangat. Dia merasa Ren Hao memiliki analisa yang luar biasa. Bagaimana tidak, Ren Hao yang merupakan salah satu keturunan generasi kedua yang kaya hal itu tidak akan sulit baginya.
Setelah Ren Hao menerima hadiahnya, Ai Lie kembali mengambil bola kecil di dalam fishball secara acak. Setelah beberapa jam ternyata sudah ada orang-orang yang mendapatkan hadiah mewah. Ada yang mendapatkan perhiasan, jam tangan, sepatu, tas, barang elektronik, dan juga tiket liburan. Semua adalah barang-barang branded kelas atas.
Sampailah tiba saatnya untuk mengumumkan hadiah utamanya. Yaitu sebuah butik pakaian wanita yang ada di salah satu mall yang ada di kota Guangzhou. Butik itu menjual berbagai macam pakaian wanita dari merk terkenal. Pemilik butik adalah seorang wanita tua yang tidak mempunyai keturunan. Karena tidak ada yang mewarisi butiknya, akhirnya dia memutuskan untuk menghadiahkannya.
"nomor 105" Ai Lie mengumumkan nomor orang yang mendapatkan hadiah utamanya. Karena nomor 105 sangat jauh, dia yang dari meja tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk berjalan menuju panggung.
Ternyata seorang tuan muda tampan dengan setelan jas hitam. Memakai dalaman kemeja putih dan memakai dasi hitam bermotif huruf N kecil-kecil. Namanya adalah Qin Lang, sangat terkenal di kalangan para wanita. Melihat Qin Lang berjalan menuju panggung membuat para wanita histeris memanggil namanya.
"Aaaahh tuan muda Qin"
"Suamiku, selamat ya? Akhirnya kau memenangkan hadiah utamanya....."
"Tuan muda Qin sangat keren, demi dia aku rela menyerahkan tubuhku untuknya"
Berbagai teriakan "halu" para wanita mulai membuat seluruh ruangan restoran menjadi sangat ricuh. Suasana yang tadinya sangat anggun dan elegan, sekarang berubah menjadi suasana nonton konser penyanyi rock.
Qin Lang telah berada di atas panggung bersama dengan Zhang Fei dan Ai Lie. Tapi teriakan para wanita masih belum mereda. Zhang Fei mencoba menenangkan mereka semua. Setelah semuanya kembali normal Zhang Fei melanjutkan bicara pada Qin Lang.
"Tuan muda Qin, saya mengucapkan selamat kepada anda karena berhasil memenangkan hadiah utamanya" Kata Zhang Fei sambil berjabat tangan dengan Qin Lang.
"terimakasih" Qin Lang menjawab dengan santai tanpa ekspresi. Tapi ekspresinya berubah sedikit terkejut karena Zhang Fei mengatakan. "Tapi tuan muda Qin untuk mendapatkan hadiah ini tidak semudah itu, ada syarat yang harus di penuhi" Qin Lang mengerutkan keningnya sebagai arti bahwa dia sedang bertanya tentang syaratnya.
"Maaf tuan muda Qin, Anda harus meninggalkan seseorang yang sangat anda cintai. Itulah syaratnya" Kata Zhang Fei menjelaskan. Syarat itu membuat Qin Lang terkejut dan marah tapi dia masih bisa berusaha untuk tetap tenang.
"Bagaimana tuan muda Qin? Apa kau bersedia?" tanya Zhang Fei sekali lagi
"Tidak" Jawab Qin Lang pelan namun tegas. Seketika semua wanita menjadi sangat kecewa hatinya. Kalau Qin Lang putus dengan kekasihnya maka mereka lebih mudah untuk menyerahkan diri mereka ke Qin Lang.
Zhang Fei tidak mengerti dengan Qin Lang, dengan rasa bingung dia bertanya "Kenapa tidak? Bukankah setelah mendapatkan butik itu kau juga bisa mendapatkan wanita lain. Kesempatan tidak akan datang dua kali" Zhang Fei terus menerus membujuknya. Namun jawaban yang diberikan oleh Qin Lang membuatnya tercengang.
"Karena wanita yang saya cintai ini.... Dia TAK TERNILAI dari apapun, Hanya sebuah butik kecil aku bisa membelinya. Tapi cinta, kau tidak akan mendapatkannya dengan mudah walaupun memiliki banyak uang. Wanita cantik banyak, tapi yang bisa membuatmu nyaman itu sangat jarang ada" Mendengar Qin Lang berbicara panjang lebar membuat semua orang terdiam sejenak. Ada yang kagum dan ada juga yang sangat kecewa.
"Tuan muda Qin, Apakah wanita yang anda cintai itu berada di sini?" Tanya Zhang Fei sedikit canggung. Sebelum menjawab Qin Lang terdiam sejenak sambil berfikir.
"Ada" Sebelum datang ke sini Qin Lang menyuruh kekasihnya untuk menghadiri acara ini. Pada awalnya wanita itu menolak tapi pada akhirnya dia setuju. Karena Qin Lang menjanjikan akan datang juga tapi tidak bersama. Mereka datang terpisah. Karena mereka tidak ingin hubungan mereka di ketahui oleh orang lain. Mereka saling mencintai tapi mereka berdua lebih nyaman menikmati cinta mereka berdua saja tanpa ada gangguan dari siapapun.
"Baiklah, apakah kami boleh tahu siapa namanya?" Tanya Zhang Fei dengan rasa penasarannya.
"Namanya adalah Zong Yu"
"Kepada seseorang yang bernama Zong Yu, bisakah anda naik ke atas panggung?" Zhang Fei memanggil Zong Yu. Semua orang langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari sesosok wanita bernama Zong Yu itu.
Setelah menunggu beberapa lama dan Zhang Fei juga berkali-kali memanggil namanya. Akhirnya Zong Yu keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke atas panggung. Semua orang sangat terkejut, ternyata wanita cantik yang tidak mereka kenal itulah yang bernama Zong Yu, kekasih Qin Lang.
Bagaimana perasaan mereka? tentu saja sangat cemburu, baik itu para wanita maupun para pria. Pertama kali Zong Yu masuk kedalam ruangan beberapa pria bahkan berencana untuk berkenalan dengannya setelah acara selesai. Tapi apalah daya mereka karena Zong Yu ternyata telah memiliki kekasih. Yaitu tuan muda Qin Lang, orang yang tidak mungkin mereka hadapi.
Begitu juga dengan para wanita, bahkan di antara mereka ada yang memendam rasa marah di dalam hatinya. Rasanya ingin sekali menghancurkan wajah Zong Yu agar Qin Lang merasa jijik dan meninggalkannya. Tapi apalah daya, Qin Lang bukan hanya saja keturunan generasi kedua yang kaya. Jika mereka menyakiti Zong Yu maka mereka bisa mati.
Zong Yu sudah berada didepan panggung. Ai Lie dengan suka rela mengulurkan tangannya untuk membantu Zong Yu naik ke atas. Qin Lang dan Zong Yu kini telah berdiri bersama di atas panggung. Semua orang bertepuk tangan untuk mereka walaupun sebenarnya mereka sedang patah hati
TAMAT........