Siapakah gerangan gadis berambut coklat lusu, kulit putih pucat dan memiliki pupil mata berwarna hijau gelap itu? Dia sedang berjalan menuju tebing tanpa dasar di perbatasan istana. Sorot mata yang kosong tanpa arah dan penuh dengan kegelapan. Gadis itu menerjunkan dirinya ke tebing tanpa dasar itu
Psyche adalah seorang gadis malang yang tidak pernah dicintai dengan tulus oleh keluarga nya. Ibunya meninggal sewaktu melahirkan nya dan ayahnya memiliki beberapa istri lain selain ibunya. Itu membuat Psyche tidak terlalu diperhatikan
Walau begitu dia adalah gadis paling cantik di kerajaan, sedari lahir sudah terlihat kalau ia akan menjadi gadis yang cantik, itu sebabnya keluarga nya mempertahankan nya. Bahkan para laki-laki banyak yang mencoba meminang nya untuk dijadikan istri, setelah dia menginjak usia dewasa
Tapi menurut Psyche sendiri, kecantikan nya itu adalah kutukan. Keluarga nya merawat Psyche seperti barang ya memiliki daya jual tinggi
Psyche dijadikan pion oleh keluarga nya untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih tinggi, terutama karena raja yang sangat menyukai tubuh dan kecantikan Psyche. Akhirnya Psyche dipinang dan dijadikan sebagai ratu oleh raja di sana
Psyche adalah gadis baik, walau umur nya terpaut jauh dengan raja saat itu. Tapi dia sangat perhatian dan mematuhi perkataan suaminya
Sebagai seorang raja dari kerajaan yang besar, tentu raja memiliki banyak istri atau yang sering orang sebut selir selain ratu. Bahkan sebenarnya raja sudah memiliki ratu, tapi karena sangat menyukai kecantikan Psyche, raja bahkan sampai rela menurunkan ratunya untuk menjadi salah satu dari selirnya.
Setelah kehadiran Psyche, keberadaan istri raja yang lain merasa terancam dan mengucilkan serta membulinya. Raja tidak lagi melihat dan menyentuh mereka, sebagai seorang yang kebanyakan sama-sama menjadi penopang status keluarga mereka, hal itu adalah hal terburuk bagi mereka
Banyak rumor yang buruk tentang nya, beredar di luar sana. Rumor yang paling sering didengar adalah tentang dirinya yang dirumorkan menggoda raja, hingga membuat ratu terdahulu lengser ke posisi yang lebih rendah
Waktu berlalu, ketulenan dan ketulusan Psyche untuk menjadi pendamping nya, membuat raja bukan hanya menyukai parasnya tapi juga semua yang ada pada dirinya. Raja mulai menghargai nya sebagai perempuan dan tidak telalu memaksanya akan sesuatu yang tidak dia ingin kan
Hingga di musim semi yang indah, di sebuah pesta, raja akhirnya mengetahui bahwa selir-selir nya selama ini membuli dan memperlakukan Psyche secara tidak pantas. Dengan seketika raja menetapkan untuk tidak lagi memiliki wanita selain Psyche, tentu saja hal itu membuat gempar satu kerajaan dengan keputusan raja yang terburu-buru dan tanpa diduga sama sekali
Saat Psyche mulai nyaman dengan suaminya, keluarga Psyche yang gila akan kekuasaan membunuh raja dan mengambil alih kerajaan di sana
Saat itu Psyche menyaksikan langsung ayahnya membunuh suaminya di hadapannya. Di detik-detik terakhir nya, raja masih memikirkan perasaan Psyche
"Ugh....hey! aku tahu kematian ku tidak ada kaitannya dengan mu, dari awal aku tahu kamu menikah dengan ku karena terpaksa. Kamu sangat penurut dan tulus merawat ku yang sudah tua ini hingga hati ku mulai tergerak dan untuk pertama kalinya aku merasakan yang namanya cinta yang sebenarnya, uhuk-uhuk... ha-ha ini pasti benar-benar terlambat tapi maaf untuk semuanya, maafkan aku..."
"Ba-baginda...baginda! Tidak! Hisk-hisk...anda benar-benar curang, kenapa anda meninggalkan setelah pengakuan anda seperti itu? Hisk-hisk..."
Dengan senyum lembut di pangkuan Psyche, raja menghembuskan nafas terakhir nya. Sebuah pengakuan cinta dan penyesalan tentang caranya memperlakukan Psyche di akhir hidupnya. Begitu sedihnya Psyche yang baru tahu bahwa raja mencintai nya dengan tulus, karena seingatnya tidak pernah ada yang benar-benar mencintainya
Ayahnya Psyche yang melihat nya menangis, menampar muka nya dengan keras hingga memerah. Kemudian berbicara sambil menatap Psyche dengan tatapan dingin
"Psyche, apa yang kamu tangisi dari laki-laki tua bangka itu?! Berhenti lah menangis karena itu sangat menjijikkan!"
"Hisk-hisk.....setidaknya dia menyayangi ku dengan tulus, hisk-hisk....apa ayah senang mengambil hidup ku dan kebahagiaan ku? Ha-ha...kamu bahkan tidak pantas aku sebut ayah, kamu iblis, Hisk-hisk..."
"Lancang!"
Ayahnya Psyche menendang Psyche dengan keras hingga membuat nya tidak sadarkan diri dan itulah akhir dari secarik harapan yang padam
........................
Setelah itu, kerajaan sepenuhnya menjadi milik keluarga Psyche. Namun apalah daya, Psyche yang tidak pernah dicintai tulus oleh keluarga nya dan malah dijadikan pion untuk merebut kekuasaan. Memilih untuk mengakhiri hidupnya, karena dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk menanggung semua penderitaan yang dialami nya
Di tengah malam yang gelap dan sunyi, di malam dimana bintang bertaburan di langit dan bulan bersinar terang memancarkan sinar nya, menerangi setiap celah di bawah nya
Di malam ini, Psyche dengan susah payah kabur dari kamar yang dipakai keluarga nya untuk mengurang dirinya. Dia nekat melompat dari lantai 2 istana
Psyche melompat ke semak-semak yang ada di bawah kamarnya. Badannya penuh dengan luka dan lebam, entah apa yang dilakukan keluarga nya sampai dia menjadi seperti ini. Ditambah dia yang menjatuhkan diri ke semak-semak, sehingga banyak ranting yang tertancab di kaki dan tangan nya.
Pandangan Psyche kosong, seperti tidak ada keinginan untuk hidup, atau seperti berbicara 'untuk apa aku hidup?' sungguh tidak ada gairah untuk hidup atau bertahan.
Tanpa mempedulikan rasa sakit dari kakinya, dia berjalan lurus ke arah barat, duri yang tertancab di telapak kaki nya semakin dalam dan itu pasti sangat sakit. Psyche berjalan selangkah demi selangkah
Hari sudah sore, tanpa istirahat Psyche sampai di sebuah retakan besar di perbatasan. Dimana tidak ada yang pernah melihat dasar dari retakan tersebut, karena sulit dijangkau dari sisi yang satu ke yang lainnya, retakan itu lebih dikenal dengan tebing, lebih tepatnya tebing tanpa dasar
"ah... matahari terbenam sungguh indah, selama ini aku selalu melihat nya tetapi entah kenapa yang ini terasa berbeda, apa ini akhir dari perjalanan ku di dunia luar? Aku baru saja bebas, tapi aku keluar dari neraka itu juga karena aku tidak sanggup lagi. Mereka belum membunuh ku karena aku masih berguna untuk menyumbat mulut para bangsawan yang tidak setuju jika mereka memimpin kerajaan ini. Benar, yang ku inginkan hanya tidur dengan tenang"
Psyche bergumam sambil berjalan ke arah tebing itu dan menerjunkan dirinya sendiri ke sana
'sebenarnya aku ini apa?' tanya Psyche kepada dirinya sendiri di saat-saat terakhir hidupnya
Di sore harinya yang indah, dimana matahari bersinar terang di upuk barat, bersiap-siap untuk tengelam. Di hari, dimana langit berwarna jingga kemerahan bak lukisan terindah yang pernah ada, sungguh indah segala ciptaan tuhan
Psyche sudah tiada untuk selama-lamanya dari dunia yang dianggap indah oleh orang lain ini. Namun bagi Psyche dia baru saja lepas dari belenggu neraka, yang selama ini menghantui nya