Pacarku bukan manusia ...
Lantas siapakah ia?
o0o
Angin malam menerpa wajah cantikku, membuat rambut indahku beterbangan melawan arah angin. Tampak sangat menawan jika dilihat dari kejauhan.
Saat ini aku sedang menikmati suasana perkotaan di malam hari dengan ditemani oleh kekasihku yang tampan. Tadi ia membawaku ke sebuah pasar malam dan saat ini kami sedang di perjalanan pulang menuju rumahku.
"Alika, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." Ucapnya sedikit keras namun tak membuatku mendengar dengan jelas perkataannya
"Hah, apa? Kamu ngomong apa?" Jawabku
"Huftt, nanti sajalah aku bicarakan ini di rumah."
"Kenapa? Kamu mau mgomong apa? Ini gak kedengaran, anginnya kenceng banget."
"Gak jadi." Jawabnya seraya berteriak
"Oh ok." Dan kami pun melanjutkan perjalanan dengan keheningan yang melanda
Sesampainya di depan rumah aku langsung turun dan ingin segera masuk ke dalam. Namun seketika aku teringat ucapan kekasihku yang sepertinya ada hal yang ingin ia bicarakan padaku, tetapi karena angin yang sedikit kencang aku tidak bisa mendengar suaranya dengan jelas.
"Kamu tadi mau ngomong apa?" Tanyaku padanya
"Ehm ... Itu," Ucapnya pelan seraya meremas kemeja yang dipakai
"Itu apa?" Ucapku menuntut
"Kamu kok kelihatan gugup sih? Memangnya kamu ingin bicara apa hingga kelihatan gugup begitu?"
"Bisakah kita berbicara di dalam saja?" Walaupun sedikit bingung akan apa yang ingin dia bicarakan di dalam, namun tak pelak aku menyuruhnya masuk.
"Sepertinya itu penting, baiklah kita akan berbicara di dalam." Ucapku pada akhirnya
"Mau minum apa?" Tanyaku padanya saat kami sudah masuk ke dalam rumah
"Tidak usah, aku tidak haus. Aku ingin cepat-cepat memberitahumu agar pundakku terasa ringan, tidak ada beban yang membebaniku."
Walaupun aku tak paham, aku tetap memperhatikan nya dan menunggu ia melanjutkan ucapannya itu
"Sebenarnya a-aku ..."
Karena ia tak kunjung menjawab akupun lantas bertanya mengenai perkataannya itu. "Sebenarnya kamu apa? Jangan bikin orang penasarn David."
"S-sebenarnya aku bukan manusia Alika."
"Sebenarnya aku adalah seorang pangeran mermaid."
Perkataanya membuatku sangat-sangat terkejut, seakan ada bom yang meledak hingga sukses membuat tubuhku kaku dan bibirku kelu untuk sekedar menanggapi ucapannya.
"Oh astaga, pasti kamu bercanda 'kan?" Ucapku berusaha untuk mengabaikan ucapannya yang ngawur itu
"Tidak Alika, aku memang seorang Prince Mermaid."
"Aku terpaksa mengungkapkan hal ini agar kamu tahu siapa aku yang sebenarnya."
"Jika kamu ingin bukti, biar aku buktikan."
Saat ia ingin beranjak, spontan aku memegang lengannya dan menyuruhnya untuk duduk kembali.
"Tidak usah, aku percaya padamu. Manik matamu terlihat serius akan ucapanmu dan itu sudah membuktikan semuanya."
"Aku ingin tahu jawabanmu Alika, apakah kamu ingin tetap bersamaku dengan keadaanku yang seperti ini atau kita putuskan saja hubungan ini?" Lanjutnya bertanya
Melihat sang pujaan hati yang terdiam membuat David harap-harap cemas akan jawabannya.
"A-aku mencintaimu David. Terlepas dengan segala kekurangan yang kamu miliki, aku akan tetap bersamamu." Putus Alika pada akhirnya
David yang mendengar perkataan Alika tampak begitu senang, dan tanpa tersadar ia memeluk Alika melampiaskan perasaan emosionalnya itu.
"Terimakasih Alika." Katanya tulus
"Jadi setelah ini apakah kamu mau aku ajak untuk tinggal di kerajaanku?" Tanyanya penuh harap
"Untuk masalah itu aku tidak bisa Dav, ada orangtuaku yang pastinya melarang kita tinggal berdua." Ujarku
"Hey, kita akan tinggal berdua setelah kita menikah nanti sayang. Untuk itu aku perlu persetujuan kamu terlebih dahulu, jika kamu mau nanti urusan orangtuamu bisa aku urus." Ujarnya meyakinkanku
"Baiklah, aku mau." Katanya disertai senyum termanis yang ia miliki
-Tamat-