Dulu ada orang yang meramal ku dia berkata..
"Anak ini mempunyai energi "Yang" yang besar!" Ucap peramal tersebut
"Bagus lah bagus." Ucap ayah ku
"Tapi, Dia akan berjodoh dengan Gumiho (manusia rubah) yang suka memakan orang!! Energi yin yang ia miliki sangat kecil!" Ucap peramal tersebut
"Bagaimana bisa?!!" Ucap ayah ku
"Zaman sekarang masih ada makhluk mitologi tersebut?!" Tanya ibu ku
"Kalian harus waspada, dia akan diincar oleh makhluk-makhluk jahat!" Jawab peramal tersebut
"Tolong bagaimana cara kami supaya anak kami tidak diganggu makhluk jahat dan tidak berjodoh dengan Gumiho!" Mohon ibu ku
"Masalah diganggu makhluk jahat aku bisa memberikan caranya tapi soal jodoh dengan Gumiho maaf aku tidak sanggup." Ucap peramal tersebut
"Tapi pak peramal.." Gumam ibuku
"Tidak apa, untuk sementara ini tidak apa berikan caranya agar putri kecil kami tidak diganggu makhluk jahat pak peramal." Ucap ayahku
Selama 17 tahun aku tidak keluar rumah, tidak bisa menghirup udara segar, dan tidak memakan daging. Aku tidak tahu sebab apa yang membuat aku tidak boleh bergerak bebas seperti ini.
Aku belajar di rumah sama sekali tidak keluar rumah, bahkan aku pun tidak diijinkan untuk melihat ke luar rumah melalui jendela terbuka. Aku hanya bisa melihat pemandangan yang membosankan.
Aku hanya diperbolehkan melihat ke luar rumah saat bulan ditutupi oleh awan dimalam hari. Itu pun aku tidak diperbolehkan untuk membuka jendela nya aku hanya bisa melihat itu melalui balik jendela.
Sambil melihat ke arah luar aku berkata..
"Akan kah aku akan keluar dan melihat apa yang terjadi di dunia?" Gumam ku
Tiba-tiba bulan muncul dari balik awan, aku ingin melihat bulan tapi aku tidak diperbolehkan jadi aku menarik tirai.
Tapi, sebelum aku menarik tirainya cahaya bulan purnama yang indah menghentikan ku. Begitu besar dan terang. Indah dan anggun, selama 17 tahun aku tidak pernah melihat bulan secara langsung. Tapi saat itu aku melihatnya. Aku pun dengan berani membuka jendela.
Aku bahagia dan senang melihatnya, sayangnya bulan itu kembali ditutupi oleh awan. Jadi aku menutup jendela dan menarik tirainya, lalu kembali ke ranjang tidur ku.
Aku tidur dengan keadaan bahagia. Tanpa kuduga, aku melanggar peraturan yang diberikan oleh kedua orang tuaku.
Ayahku tidak tahu aku melanggar nya, tapi dia menyadari keanehan yang terjadi dirumah.
Tulisan-tulisan yang menjadi penangkal untuk makhluk jahat berterbangan, kuas bunga terjatuh sendiri dan pecah, pintu yang tertutup rapat tiba-tiba terbuka lebar. Keanehan mulai terjadi.
Ayahku dengan siap siaga menghadang apa yang akan terjadi, ibu ku berlari menaiki tangga menuju kamar ku.
Saat itu, seketika keadaan menjadi heboh tapi tiba-tiba menjadi tenang. Saat menjadi tenang, seorang pria misterius muncul di pintu. Angin yang kencang datang bersama nya, membuat rumah keluarga ku porak-poranda.
"Siapa kau?!!" Tanya ayah ku dengan nada lantang
"Aku siapa? Aku adalah jodoh putri mu hahaha!" Ucap pria misterius tersebut
"Jika kau menginginkan putri ku!! Hadapi aku!!" Ucap ayahku
"Begini saja kau serahkan putrimu kepada ku, akan ku biarkan kau tetap hidup lelaki tua! hahaha!" Ucap pria misterius tersebut dengan nada yang sadis
"Cuih!! Aku tidak akan memberikan nya pada mu!!" Ucap ayahku
"Baik jika itu mau!".
Lelaki misterius itu menyerang ayahku dengan satu serangan. Ayahku adalah manusia biasa, sedangkan lelaki itu bukan manusia biasa. Dia menggunakan tangannya yang awalnya seperti manusia biasa berubah menjadi tangan monster.
Dan dengan satu serangan ia menusuk jantung ayah ku. Ibu ku yang menyaksikan kejadian itu menangis dan berlari ke arah kamar ku, dia sampai didepan pintu kamar ku. Dia mengetuk pintunya tapi aku tidak membukanya karena aku sedang terlelap.
Andai saat itu aku membuka pintu nya pada waktu yang tepat ibu ku tidak akan meninggal.
Lelaki itu berkata : "Kau ingin menghalangi ku juga?! Mati saja kau!"
Dia melakukan hal yang sama seperti ke ayahku kepada ibuku. Disaat ibu ku sudah tertusuk olehnya, aku baru membuka pintunya..
"Hoam.. iya ibu ada ap.."
Aku melihat kejadian yang tidak akan pernah ku lupakan dalam sisa hidupku. Lelaki tersebut menusuk jantung ibu ku menggunakan tangan monster nya.
Aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri.
"IBUU!!!!!!!" Teriak kuu
Aku menangis dan berteriak, laki-laki itu aku tidak melihat dengan jelas.
Ia berkata : "Hehe.. Maaf kan aku ibu dan ayah mu menghalangi ku.. jadi mereka harus mati!" Nada dingin dan kejam
Ibu ku dalam keadaan sekarat dia masih sempat memperingatkan ku..
"G-u-miho j-jauhi mereka!".
Kata terakhir dari ibu ku.. Aku syok dan pingsan sebelum aku pingsan lelaki tersebut berkata..
"Cantiknya jodoh ku, aku akan menghampiri mu saat kamu berumur 20 tahun." Ucapnya dengan senyuman dingin dan langsung menghilang
Aku pun pingsan dan hal terakhir yang ku lihat adalah senyuman lelaki tersebut berserta kata-katanya dan kata-kata dari ibuku.
Setelah kejadian itu, aku keluar rumah untuk pertama kalinya. Aku diasuh oleh paman dan bibiku mereka mengirimku ke Amerika.
4 tahun kemudian saat aku berumur 21 tahun aku kembali ke Korea, aku tidak melupakan kejadian itu tapi aku juga tidak bisa bersedih terus.
Sesampainya di Korea..
"Lylia!! Ahh!! My bestii!! Hehehe!!" Teriak Prilly
Prilly adalah salah satu ponakan ku yang baik, hangat, dan lembut. Aku punya dua ponakan yang satu baik, hangat dan lembut yaitu Prilly dan yang satu laginya jahat, dingin, dan kasar yaitu Caca. Mereka berdua benar-benar berbeda.
Dikeluarga ku yang mau mengasuh ku hanya paman ke tiga ku paman kedua dan paman ke empat tidak mau, mereka takut dengan ku.
Yang tidak suka pun banyak sedikit yang suka dengan ku hanya paman ketiga dan Prilly saja yang suka dengan ku.
Saat aku sampai di Korea aku langsung melamar pekerjaan. Tapi sayang, ini awal dari takdir burukku.
Bos ku bernama Lion aku bekerja dengannya selama 6 bulan terakhir ini, tak disangka dia mengajakku kencan. Heran saja seorang pria tampan, kaya, di senggani banyak orang, di sukai banyak gadis, mengajak ku kencan.
Seorang wanita biasa yang diincar makhluk jahat diajak kencan olehnya nya.
"Apa kau ada waktu malam ini?" Tanya Lion
"Ada pak, memang nya kenapa?" Ucap ku
"Temui aku direstoran ini jam 7 malam." Ucap Lion dengan nada dingin
"Eh? Maksud nya apa pak? Mau bahas tentang meeting or??" Tanya ku
"Aku mengajak mu kencan! Begitu saja tidak tahu." Ucapnya
"Eh tapi pak.."
Tapi, 6 bulan terakhir ini bibiku berencana untuk menjodohkan ku dengan beberapa lelaki tua, mata keranjang, dan hidung belang. Anehnya mereka pasti akan terbunuh.
Jadi aku menolak ajakan bos ku ini.
"Tidak pak, aku tidak ada waktu malam ini. Aku pamit dulu." Ucap ku sambil berjalan keluar ruangan
"Stop! Aku ingin membahas meeting.. ck" Ucapnya dengan nada dingin
"Tapi kenapa tidak dikantor saja?" Tanya ku
"Yang atasan disini siapa? Saya atau anda?!" Ucapnya dengan nada dingin dan tegas
Jujur saja dia bos yang menyebalkan tapi aku harus bersabar dengannya. Tapi, beberapa hari ini aku merasakan perasaan aneh terhadapnya.
Saat malam hari tiba, aku bersiap-siap untuk pergi dengan bos ku tapi Caca menghalangi ku dengan berbagai rintangan. Membuat ku jadi tidak bisa pergi. Dia merobet baju yang telah ku siapkan.
Tak disangka Lion mengirimkan baju untukku melalui tukang paket. Aku pun segera mendatangi restoran tersebut. Didalam perjalanan aku menyadari ada yang aneh dari bajunya. Benar saja, baju ini tidak terlihat formal. Tapi ini baju pesta!
Sampainya direstoran dia sudah ada sedang duduk, keanehan mulai terjadi lagi. Suasana restoran ini begitu romantis, indah dan bisa memandang langit yang luas dengan jelas. Diiringi lagu romantis yang bagus.
"Pak Lion? Mengapa anda memesan tempat ini untuk membicarakan meeting?" Tanya ku
Lion berkata: "Aku sudah bilang ingin mengajak mu berkencan. Jadi, inilah kencan kita" Senyum manis
Pertama kali ku melihat senyuman yang indah dari nya. Membuat jantung ku berdegup kencang.
"Jadi, pak Lion.. mulai bahas meetingnya aja yah" Ucap ku
Lalu, Lion memegang tangan ku dan mengambil sebuah kotak cincin dari kantong nya, menyiapkan sebuah boneka dan berkata
"Lylia apa kau mau jadi pacar ku?" Tanya nya
Tanya nya yang membuat ku terkejut dan bingung.
"Eh.. pak maksud nya?" Tanya balik ku
"Jika kau mau terima cincin ini jika tidak terima boneka ini." Ucap Lion dengan nada lembut
"Tapi maaf pak.. Aku lebih suka boneka." Ucap ku
"Jadi kau menolaknya?" Ucap Lion
"Eh.."
"Jadi kau menolakku yah Lylia." Ucap Lion dengan nada sedih
Aku tak pernah menyangka orang yang dingin bisa seperti ini.
"Eh bukan! Maksudnya bisakah ditukar hadiahnya?"
"Tukar? Maksudmu apa Lylia?" Tanya Lion
Jawab ku "Bagaimana jika aku mau jadi pacar mu aku akan mendapatkan boneka dan jika aku tidak mau jadi pacar mu aku akan dapat cincin."
"Jadi kau menerima ku?!!"
"Iyah pak Lion" Ucapku dengan senyuman tulus
"Kau bisa mendapatkan boneka dan cincin nya! Kau bisa mendapatkan keduanya!" Ucapnya dengan nada senang
Tak ku sangka dia sebahagia itu mendengar jawaban dari ku.
Kita berdua pun sudah menjalani hubungan selama 3 bulan dan selama 3 bulan ini banyak rintangan yang datang. Tapi kami berhasil saling menguatkan dan saling membantu.
Tapi rintangan kali ini berhubungan dengan masa laluku. Ada pria misterius yang mendatangi ku dan berkata bahwa Lion lah yang membunuh orang tua ku 4 tahun yang lalu.
Tentu saja aku tidak percaya tapi pria tersebut memberikan bukti yang kuat. Jadi aku pun sengaja memesan restoran yang dulu menjadi tempat pertama kami berpacaran.
Dengan tanggal yang tepat untuk bulan purnama akan muncul, aku membuat janji dengan Lion.
Lion awalnya menolak tapi aku yakinkan dia untuk datang. Saat ia datang aku berkata
"Kau ingat ini tempat apa Lion?" Tanya ku
"Tentu saja, ini tempat dimana aku dan kau berpacaran." jawabnya
"Aku ingin bertanya pada mu Lion."
"Tanya? Silahkan."
"Bagaimana bisa kamu menyuruh orang membuntuti ku!!!" Dengan nada tinggi dan melempar foto-foto
"Dapat dari mana ini?!" Ucap Lion
"Kau tidak perlu tau tapi kenapa kau begitu tega Lion?! Kau mengapa menyuruh orang-orang ini membuntuti ku dari aku pindah ke Amerika sampai aku kembali ke Korea!!" Teriakku
"Kau dalam bahaya Lylia aku hanya berusaha melindungi mu!" Ucap Lion
Ditengah-tengah perdebatan kita berdua bulan purnama muncul, dan Lion segera ingin pergi.
"Lion jangan pergi!!" Ucap ku
pengawal dia menghalangi ku tapi aku tidak peduli dan berhasil menerobos dan menghentikan Lion.
"Kau tahu apa yang mengincarku dari dulu..?!" Ucapku
Saat itulah bulan purnama muncul dengan sempurna.
"Dia adalah Gumiho!!!" Teriakku
Aku melepaskan tangan ku dari tangannya dan berjalan mundur. Sebab benar saja, Pacar ku Lion adalah seorang Gumiho. Aku menangis dan terkejut melihatnya jadi aku berlari keluar dan hujan pun muncul.
Terang bulan tapi hujan begitu deras. Aku berlari sejauh mungkin sampai aku terjatuh karena tersandung. Aku menangis dan menangis, lalu seseorang muncul.
"Kau sendirian sekarang! Kau akan aku serap energimu dan aku akan hidup selamanya!" Ucap pria tersebut dengan senyuman dingin
Aku pun teringat senyuman itu, senyuman yang membuat aku bermimpi buruk. Aku pun dicengkeram lehernya oleh pria tersebut.
Dan mulai sesak nafas. Untung saja, Lion datang membantuku.
"Berhenti! Kau sudah merusak nama ku di hadapan pacarku 4 tahun yang lalu!! Sekarang kau malah ingin mendapatkan nya demi hasrat mu sendiri!!! Jangan mimpi!!!" Teriak Lion
"Ckckck, aku hanya membunuh orang tua gadis ini. Itu tidak kejam bukan! Hahaha!" Ucap pria tersebut
Mereka pun bertarung tanpa henti, aku tidak bisa membantu aku manusia biasa dan tenaga ku sudah lemas. Aku hanya bisa berdoa agar Lion berhasil melawan pria misterius tersebut.
Setelah pertarungan tanpa henti tersebut Lion berhasil mengalahkan nya dan pria tersebut seketika berubah menjadi abu. Lion mendapatkan luka yang sangat banyak akibat pertarungan tersebut dan 9 ekornya menyinarkan cahaya yang terang dan indah.
Ternyata Gumiho yang dikenal suka mencelakai manusia ternyata ia adalah pelindungku.
Lion pingsan dan aku menghampirinya Lion berkata
"Lylia kau sudah tidak berpikir bahwa Gumiho adalah ancaman terbesar mu kan." Ucap Lion
"Iyah Lion, bertahanlah aku akan membantu mu!" Ucapku dengan nada cemas
Lion pun menutup matanya dan tidak sadarkan diri. Aku pun mencium bibirnya dan tiba tiba keajaiban menghampiri Lion.
Lion sadarkan diri dan dia menggendong ku lalu ia berkata
"I love you Lylia!" Ucap Lion
"Love you too Lion" Jawab Lylia.
~Tamat~
Tinggalkan jejak mu!!!