Aku Andara, gadis yang tidak suka bersentuhan dengan lawan jenis ketika berpacaran. Karena hal itulah, aku tak pernah lama jika menjalin hubungan dengan para pria.
Dan untuk pertama kalinya, aku merasa bahagia ketika berpacaran dengan pria bernama Helmi.
Saat itu, aku yang akan pulang ke bandung untuk menikmati libur semester, menaiki sebuah travel yang anehnya tak ada penumpang lain selain aku.
Sang sopir yang ku taksir berusia sekitar tiga tahun lebih tua dariku, memintaku untuk duduk di depan tepat di samping kursi kemudi.
Selama perjalanan, kami bercerita banyak hal termasuk tentang asmara yang ternyata kita memiliki kesamaan. Sama-sama tak mau melakukan kontak fisik jika berpacaran.
Larut dalam obrolan, tahu-tahu mobil yang ku naiki sudah sampai di depan rumahku. Padahal aku merasa baru sekitar satu jam melakukan perjalanan, sementara perjalanan dari Jakarta-Bandung memakan waktu hampir empat jam. Tak mau ambil pusing, akupun mengabaikan perjalannanku yang singkat itu.
Sejak saat itulah aku dan Helmi sering sekali tak sengaja bertemu. Sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk berpacaran.
Tak ada sentuhan fisik selama kita pacaran, dan itu sangat menyenangkan bagi kami.
Hingga pada suatu hari, saat pulang kuliah Helmi menjemputku dengan menggunakan mobil mewah, tetapi yang membuatku was-was, teman-temanku tak bisa melihat sosok Helmi yang jelas-jelas tengah berdiri dengan menyandarkan badannya di samping pintu mobil. Seketika aku ingat tentang perjalanan Jakarta-Bandung yang hanya di tempuh dalam waktu satu jam.
Dengan setengah mati aku menelan ludahku sendiri, detik itu juga akupun beristighfar kemudian melafalkan doa. Persekian detik kemudian sosok itu menghilang ketika aku mengerjapkan mata sekali.
Dan disitu aku sadar, jika pacarku bukanlah manusia...
END 😄😄😄