Namaku Clara. Kini aku berusia 20 tahun. Aku mempunyai pacar bernama Devano. Aku sering memanggilanya Dev. Aku dan Dev sudah berpacaran selala 4 tahun. Kami satu sekolah saat SMA.
Awalnya aku tidak menyukai Dev. Dev itu anak yang terbilang nakal dan misterius. Dev sering menggangguku dan mengejarku. Dia tak henti-hentinya menggangguku. Aku sangat pusing pada sikap Dev.
Tapi, selain nakal, ternyata Dev juga punya sisi perduli dan romantis. Dev sering menggangguku, tapi dia juga sering membantuku dari orang yang membullyku. Sepertinya dia tidak mau aku menderita karna orang lain. Dia ingin aku menderita karna ulahnya.
Ternyata dugaanku salah. Aku mulai mengenal sisi baiknya saat dia menyelamatkanku dari suatu peristiwa.
Dan inilah peristiwa di mana aku mengenal sisi baik Dev.
Sekitar pukul 17.00, ku baru saja pulang sekolah. Saat itu cuaca sedang mendung. Suasana terlihat sangat gelap. Seperti biasa, aku pulang dengan jalan kaki. Karna jarak sekolah ke rumahku hanya butuh waktu 15 menit berjalan kaki.
Saat itu aku melewati gang yang biasa aku lewati. Aku tidak tau kalo di gang itu ada sekelompok preman yang sedang berkumpul. Aku memberanikan diri untuk melewati preman itu tanpa berucap apapun.
Aku sudah senang saat aku hampir melewati gang itu tanpa diganggu. Tapi, tiba-tiba salah satu preman itu mengejarku dan menghentikanku.
"Hei, adek" panggil preman 1.
Aku menghentikan langkahku.
"Adek mau ke mana?" tara preman 1.
"Saya mau pulang" jawabku sambil menunduk ke bawah.
"Pulang? Lihatlah, ini sudah mendung. Sebentar lagi hujan turun. Sebaiknya kau meneduh bersama kami" ucap preman itu sambil menatapku dengan liar.
"Tidak usah, saya akan pulang" jawabku mulai risau.
"Lebih baik adek neduh, ayo" ajaknya memegang tanganku.
"Tidak paman, saya tidak mau" tolakku sambil mencoba melepaskan tanganku dari genggaman preman itu.
"Ayo.."
Preman itu menarikku lebih kuat lagi. Tenagaku kalah dengan tenaga preman itu. Preman itu menyeretku mendekat pada teman-temannya.
"Tidak paman,, lepaskan aku,, aku mohon,, aku mau pulang" pintaku sambil menangis.
"Ayo.."
"Tidak paman.." aku berusaha menolak dan menghentikan preman itu.
"Hei, jangan kasar. Dia masih kecil" ujar preman yang lain. Mereka menertawakan aku yang sedang diseret paksa oleh temannya.
Tubuhku disandarkan pada dinding gang. Preman itu sudah terlihat sangat bernafsu saat melihatku.
"Kumohon paman,, lepaskan aku.." mohonku sambil berurai air mata. Aku sudah tau apa yang akan dilakukan preman ini padaku.
"Jangan takut adek,, paman akan melakukannya dengan pelan. Kau hanya perlu menikmatinya saja" balasnya dengan bringas.
Preman itu mencekal kedua tanganku. Wajahnya mulai mendekat pada wajahku. Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat sebagai tanda penolakan. Wajah penuh nafsu itu semakin mendekas menipis jarak.
Bugh,,
Tiba-tiba preman yang ada dihadapanku terjatuh ke tanah. Aku sangat kaget. Tapi aku juga bersyukur.
"Hei, kau sudah gila?" teriak preman itu.
"Berani sekali kau mengganggu pacarku" ucap seseorang dengan suara beratnya.
Aku sangat mengenal suara itu. Suara yang biasa menggangguku. Aku melihat Dev berdiri dengan tatapan penuh amarah.
Dev maju dan memukul preman itu hingga preman itu tidak bisa bangun lagi. Teman-teman preman itu membantu temannya yang dipukul Dev. Tapi nasib mereka sama dengan temannya. Mereka semua takluk di tangan Dev.
Aku menatap dengan tatapan tak percaya dan juga kaget. Sekilas aku takut pada Dev yang menghajar preman itu dengan brutal.
Tapi ketakutanku sirna saat Dev tiba-tiba berlari dan memelukku. Dev memelukku dengan erat. Seperti dia tidak mau kehilanganku. Karna aku terlalu syok dengan apa yang baru saja terjadi, aku hanya bisa menangis dan membalas pelukan Dev.
"Kau tidak papa?" tanya Dev melepaskan pelukan dan menatap mataku.
Aku menganggukkan kepalaku.
Setelah itu Dev mengantarkanku pulang sampai ke rumah.
Semenjak kejadian itu, aku dan Dev mulai dekat. Aku tidak lagi menilai Dev sebagai anak nakal. Aku melihatnya sebagai pria yang sudah menyelamatkan hidup dan mahkotaku. Dan hubungan kami bertahan sampai kini.
Setelah keluar sekolah, aku bekerja di toko buku sebagai pelayan. Dan Dev? Aku tidak tau dia bekerja atau melanjutkan pendidikkannya. Setiap kali aku bertanya hal itu, dia selalu tidak menjawab. Dan aku tidak mau melewati privasinya.
Tepat saat aku berulang tahun yang ke-20 tahun, dia membicarakan hal yang serius denganku. Aku takut dia akan memutuskan hubungan yang sudah kami jalin selama 4 tahun. Tapi dugaan ku salah. Dia malam mengajakku menikah. Aku sangat kaget saat dia mengajakku untuk menikah.
"Ayo kita menikah" ajak Dev dengan serius.
"Hah! Dev, kau menajakku menikah?" aku bingung mendengar ucapan Dev.
"Iya" balas Dev dengan tatapan yakin.
Aku bingung menanggapi ajakan. Ini seperti lamaran dadakkan bagiku. Tentunya menikah itu bukan soal yang mudah. Menikah itu harus siap secara ekonomi. Bukannya aku matre, tapi jujur uangku pun masih belum cukup untuk biaya menikah.
Dev mengetahui keresahanku.
"Aku akan menghidupimu. Aku akan melindungimu dan memberikan kasih sayang padamu. Aku tidak akan menyakitimu" Dav berusaha meyakinkanku.
Aku masih bimbang. Tapi Deva terus mekinkanku dan membujukku. Akhirnya aku menerima ajakannya.
"Aku bersedia menikah denganmu" balasku dengan yakin.
Aku sudah menal Dev selama 4 tahun. Dan selama itu aku tidak pernah melihat dan merasakan sikap Dev yang berubah. Dev bahkan selalu melindungiku dan berusaha agar aku tidak disentuh oleh siapa pun.
Dev sangat senang dengan jawabanku. Dev tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Saking senangnya, dia memelukku dengan erat. Aku membalas pelukannya.
Malam harinya Dev memintaku bertemu dengannya disebuah taman. Aku pun bertemu dengannya.
"Ada apa? Tumben mau ketemu di sini? Biasanya juga gak di sini" tanyaku penasaran.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku mau jujur padamu" balas Dev.
"Jujur apa? Emang kamu selalu bohong?" aku terkekeh.
"Sebenarnya aku adalah siluman serigala" ujar Dev.
"Apa! Siluman serigala? Jangan becanda Dev, mana ada siluman" balasku.
"Aku serius" yakin Dev.
Aku menatap manik mata Dev yang tajam. Tidak kulihat kebohongan dari matanya.
"Kalo begitu buktikan" ujarku meminta bukti.
Dev mengeluarkan sebuah permata dan menggenggamnya. Tiba-tiba semua lingkaran muncul di hadapanku. Aku terkejut dengan apa yang aku lihat.
"A-apa ini?" tanyaku memegang tangan Dev.
"Ini adalah fortal menuju ke duniaku"
"Duniamu?" gumamku.
Dev membawaku masuk ke dalam fortal itu. Aku membulatkan mataku sempurna saat melihat apa yang ada di depanku.
"Di mana ini?" tanyaku bingung.
"Ini adalah duniaku. Kerajaan Serigala Putih" jawab Dev sambil tersenyum.
"Hah.." aku masih tidak leecaya dengan apa yang kulihat ini.
"Yang mulia" beberapa orang datang dan memberi hormat pada Dev.
"Siapkan tandunya" titah Dev.
"Baik"
"Yang mulia? Tandu?" gumamku melihat ke arah Dev.
"Yang mulia, kau sudah kembali" ujar pria paruh baya mendekat.
"Iya" balas Dev.
"Tunggu, aku masih tidak mengerti ini" ujarku dengan bingung.
"Kau seorang raja?" tanyaku.
"Ya. Aku adalah raja Kerajaan Serigala Putih" jawab Dev.
"Kamu gak bohongkan?" tanyaku memastikan.
"Tentu saja tidak. Aku tidak perbohong" jawabnya.
Dev menjelakan kenapa dia hidup di dunia manusia. Dan alasannya tentu saja untukku. Dia ingin menikahiku dan membawaku hidup di dunianya dengan bahagia.
Mengingat kehidupanku yang menderita di dunia manusia, dan saat Dev masuk ke hidupku, seketika hidupku menjadi berubah. Di dunia manusia aku mempunyai paman dan bibi yang kini sudah membuangku. Hanya Dev lah kehidupanku.
Aku memutuskan untuk menikah dan hidup di dunia siluman bersamanya untuk selamanya. Dan hidup kami bahagia sampai sekarang.
Terima kasih sudah mendengarkan kisahku😊