"Tolong....tolong....,"aku berteriak sekuat tenaga agar bisa terlepas dari cengkraman laki laki tinggi besar yang menangkap tubuhku itu.
"lepaskan...,tolong.....lepaskan....,"aku semakin keras berteriak dan meronta.
Berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman laki laki itu.
Tapi bukannya terlepas, cengkraman itu semakin erat hingga membuat tubuhku seakan mau remuk dan nafas ditenggorokanku semakin tercekat.
Kulihat Dia tersenyum menyeringai,melihat aku tersiksa dalam cengkramannya.
Aku begitu takut saat ini,aku merasa sebentar lagi ajalku akan tiba.
Melihat ekspresiku,laki laki itu semakin lebar tertawa padaku
Tuhan, apakah ajalku akan datang hari ini.
Aku belum sempat minta maaf pada teman temanku disekolah,pada Guru guru yang sering
ku buat repot,terutama pada ayah dan ibu aku belom sempat menjadi anak yang berbakti.
Tanpa terasa air mataku mengalir,aku yang sudah bertahun tahun tidak pernah menangis,bahkan saat ayahku memukulku karena aku memecahkan kaca mobilnya dengan pemukul kasti milik ervan saudaraku pun aku tidak menangis.
Tapi saat sekarang aku berpikir bahwa aku tidak akan bisa lagi bertemu orang orang yang aku sayangi.
Aku menangis bukan cuma meneteskan air mata tapi,aku benar benar menangis sekencang kencangnya bahkan aku tidak perduli lagi dengan laki laki yang masih mencengkramku itu.
"Vin...Arvin....bangun!!"aku merasa ada yang mengguncang tubuhku.
Tapi bukannya bangun aku malah semakin keras menangis meraung raung,dan kurasakan guncangan ditubuhku semakin keras bahkan aku merasakan juga tamparan dipipiku.
"Aduh"keluhku.
"Vin..Arvin.. bangun"!! teriak ibu ditelingaku.
aku langsung terbangun dari mimpiku.
"Ibu...!!!"teriakku sambil bangkit dari kursi belajarku,dan segera kupeluk ibuku dengan erat sekali.
"Vin... apa apaan kamu...lepas, ibu ngga bisa nafas",
"Ngga..Arvin ngga mau lepas"!!
"kamu kenapa tidur sambil menangis meraung raung kaya orang kesurupan".
"Ibu..Arvin tadi mimpi buruk ,untung ibu bangunin Arvin ditangkap sama laki laki tinggi besar mau dibunuh".
"kamu ngomong apaan sih,makanya kalo main game tu ingat waktu,sekarang sudah malam sana pindah tidur di kasur".
"iya,bu.."
"jangan lupa baca doa sebelum tidur"
"iya bu...,Ibu maaf ya selama ini arvin sering buat ayah dan ibu marah,"
"iya,sudah sekarang kamu tidur,"kata ibu sambil mengelus kepalaku,kemudian melangkah keluar dari kamar tidurku.
Aku hanya bisa menghela nafas lega karena ternyata apa yang aku alami tadi hanya mimpi.
TAMAT.